Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, bahwa saat ini adalah tahap kehidupan dimana saya tidak memiliki visi dan harapan untuk kedepannya. Satu hal yang membuat hidup saya lebih baik saat ini karena ingin menjadi suara dari satwa liar untuk mengajak masyarakat memahami bagaimana fungsi ekologis mereka, bagaimana pentingnya menjaga habitat mereka, bagaimana mereka lebih baik hidup di alamnya, dan masih banyak lagi. Mungkin terlalu banyak harapan saya untuk mengembangkan ruang ini tapi tidak sejalan dengan aksi yang saya lakukan.
Saya selalu binggung ketika harus menjawab pertanyaan alasan saya memulai menulis di blog ini. Blog yang saat ini sedang saya publish mulai ditulis sejak November 2011 tapi sesungguhnya saya sudah menulis jauh sebelum blog ini dimulai. Saya ingat saat semester awal kuliah sering nongkrong ke warnet untuk mengurus template blog. Salah satu provider blog yang saya suka saat itu adalah multiply karena konsepnya mirip sosial media dibandingkan blog. Pada awal mulai menggunakan blog, saya sedang hobbi menulis fiksi sehingga membuat cerita bersambung gitu (yang kalau dibaca sekarang pengen nangis T.T). Pada masa itu saya sangat bodoh dalam mengatur template sehingga merusak pengaturan blog. Karena frustasi saya akhirnya memutuskan membuat halaman blog baru dan disinilah saya berada.
Komunitas pertama yang saya ikuti adalah Blogger IPB yang mengajarkan saya bahwa ternyata ngeblog itu lebih asik dalam sebuah komunitas. Pada awalnya memang saya hanya sekedar menulis dan mencari ruang untuk menulis bukan teman. Beberapa orang mungkin menganggap saya seorang extrovert karena senang berbicara dengan orang tapi faktanya saya lebih senang sendiri daripada saat bersama orang lain, That's why? Saya butuh ruang untuk berbicara.
Dan ternyata saya sudah memelihara ruang ini selama satu dasawarsa. Dan jika boleh memohon maaf, saya sering kali abai dalam melakukan pemeliharaan. Walau domain selalu saya bayar tepat waktu tapi sepertinya bukan hanya terkait domain. Saat ini, kalau ditanya apa alasan saya ngeblog?
Saya akan jawab bosan hidup
Apa yang saya pikirkan tentang hutan?
Hampir setengah kehidupan saya dilalui disebuah kota pinggir Taman Nasional Kerinci Seblat yang konon katanya salah satu habitat terakhir Harimau Sumatera. Dulu saat kecil saya sering diajak oleh ayah saya untuk hiking ke kebun-kebun disekitar Taman Nasional. Mungkin inilah yang menyebabkan saya memiliki kecintaan tersendiri terhadap satwa-satwa endemik Indonesia yang harus dijaga dan dilindungi.
Pernah gak sih Lebaran tetap bekerja yang menyebabkan tidak mudik?
![]() |
| Sumpah ya, mau kerja pas lebara kek atau kerja tanpa hari libur. Aku selalu happy asal ada satwa liar |
Saya menemukan keluarga baru
Apa mimpi terbesar dalam hidupmu?
Saya masih mengingat jelas pada masa perkenalan mahasiswa baru dimana kami diberikan banyak motivasi tentang mimpi oleh senior-senior yang berprestasi dibidang akademik dan non akademik serta mereka-mereka yang menempuh perjalanan jauh hingga ke luar negeri untuk mengharumkan nama kampus maupun bangsa ini. Saat ini adik saya memasuki semester 3 di tempat yang sama dengan saya menempuh pendidikan tinggi, dan dia sepertinya kena pengaruh masa perkenalan itu hingga disibukkan dengan semua urusan essai, simposium, atau apalah. Dan dia tak mendapat satu jawabanpun dari saya.
Menjadi dokter hewan tinggal selangkah lagi tapi menjadi seorang blogger butuh perjuangan yang lebih besar. Beberapa tahun yang lalu, saya membaca sebuah novel dan terinspirasi untuk memberi nomor urut pada setiap artikel yang saya tulis. Positifnya, saya tidak bisa menghapus satu tulisan ketika tidak lagi dibutuhkan atau dapat merugikan karena akan pasti akan ketahuan. Tapi negatifnya, judul artikel jadi kepanjangan. Selain itu, salah satu artikel yang saya tulis tentang kesan operasi pertama yang saya lakukan mendapat viewer terbanyak dan sering kali saya diprotes oleh adik kelas yang nyasar ketika mencari literatur laparotomi untuk laporan mereka.
Cita-cita saya adalah seorang penyampai berita tentang konservasi, mengajak masyarakat lebih mengenal dan mencintai satwa liar.
Saya bukan orang yang hebat ataupun memiliki kekuasaan untuk mengurangi tindakan eksploitasi terhadap lingkungan dan satwa liar karena itulah saya ingin menjadi seorang yang sering membagi sedikit ilmu yang saya miliki. Saat sidang sarjana dua tahun yang lalu, dosen pembimbing skripsi saya bertanya "Kamu mau jadi apa setelah lulus? Kamu suka menulis kan?". Jawaban saya saat itu adalah "Saya suka menulis blog pak dan tidak mampu untuk tulisan ilmiah karena saya bukan orang cerdas dan telaten yang sering melakukan penelitian dan menuliskan sebuah jurnal ilmiah. Dan setelah lulus saya ingin menjadi blogger yang berbagi tentang konservasi satwa liar.".
Semoga sejak saat ini saya bisa tetap konsisten dalam menulis dan berbagi minat tentang satwa liar di halaman ini.
Postingan ini bukan tulisan terakhir yang saya tulis disini, tapi merupakan tulisan terakhir dengan membawa kata jurnal dalam judulnya.
Saya sangat menikmati masa-masa koas di daerah. Diluar lingkungan kampus, dengan tugas yang sama beratnya tapi terasa lebih bahagia. Bertemu orang-orang yang baru saya kenal dan mengenal saya. Belajar hal baru, berinteraksi langsung dengan hewan, dan khusus untuk bagian ini merasakan udara segar pegunungan disertai pemandangan indahnya pegunungan. Saya sedang di menjalani masa koas di Cisarua di kaki gunung tangkuban perahu.
Saya masih belum tau bagaimana perjalanan koas daerah 4 bulan berikutnya, tapi entah kenapa saya merasa bagian ini adalah yang terbaik. Selama lebih dari 6 tahun menempuh pendidikan di tanah sunda, berkelana belajar di beberapa tempat tentang sapi dan terutama satwa liar, tidak banyak orang yang akan mengingat nama saya apabila saya kembali lagi. Tapi tempat ini berbeda, saya yakin jika saya kembali 5 atau 6 tahun nanti mereka semua akan mengingat nama saya. Mungkin ini hanyalah hal sederhana, tapi dalam salah satu buku yang pernah saya baca bahwa namadan tanggal lahir adalah sesuatu yang harus kamu ingat tentang orang lain.
Ampuni saya yang saat ini malas nulis postingan untuk blog dan lagi lagi ampuni saya karena postingan dibawah gak konsisten karena tiba-tiba menggunakan kata ganti "gue". Sebenarnya tulisan dibawah hanyalah hasil copy paste dari postingan singkat saya di tumblr. Saya berinisiatif untuk menggunakan tumblr karena sering tidak sempat menulis di blog ini, karena tumbr lebih terkesan miniblog jadi ada keringanan ketika draft belum kelar ya udah deh posting aja.
Nah.... nah.... ternyata dunia koas sangat melelahkan,
banyak tekanan, banyak tugas, harus banyak belajar, lebih banyak
tuntutan dari dosen tentunya agar kinerja kita di lapangan sangat baik.
Namun dibalik semua itu dunia koas akan sangat teramat menyenangkan
kalau kita bisa menempatkan diri pada posisi terbaik, seperti;
Ini adalah late post yang benar-benar terlambat.
Yep... Right....
Manusia itu adalah saya Feby Yolanda Wulandari, SKH (Ciiiieeee yang namanya udah ada gelar ikutannya)
Waktu zaman harusnya sibuk nge-draft dan baca jurnal malah ketagihan nulis di blog ini dan otak-atik media sosial. Sekalinya di kasih kesempatan hampir satu semester (setelah SKL keluar) untuk bebas main, bebas menjelajah medsos, bebas baca novel, dan pastinya bebas nulis di blog, si empunya blog ini malah memilih tidur seharian di kosan bangun dan nonton TV (baca: Mahabarata).
om
Yep... Right....
Manusia itu adalah saya Feby Yolanda Wulandari, SKH (Ciiiieeee yang namanya udah ada gelar ikutannya)
Akhirnya saya bisa menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran hewan setelah menghabiskan satu tahun untuk main, mencari arah, pengalaman, dan entah apalagi yang saya kerjakan. Semua ini tentunya tak akan tercapai tanpa kesehatan, kesempatan, dan pencerahan untuk kembali membuka laptop, menghitung dan mengolah data sel radang pada pembuluh darah 11 ekor monyet. Dan yang paling saya syukuri dalam hidup ini adalah memiliki dosen pembimbing paling baik dan paling sabar dalam menghadapi mahasiswa yang suka menghindari skripsi.
Satu bulan yang lalu sebelum keberangkatannya ke Australia, Nadine menceritakan tentang kemungkinan dia mengundurkan diri dari koas gelombang tiga nanti. Alasan pastinya tidak diceritakan, Nadine hanya bilang sesuatu yang luar biasa dan gak perlu dibahas kalau gak lolos. Jujur aja saya penasaran, tapi saya hanya bisa nunggu hingga kabar gembira itu datang dan diceritakan oleh Nadine. Katanya, sesuatu yang berhubungan dengan research dan karnivora.
Siapa Nadine??
Kebetulan yang amat sangat kebetulan jurnal terakhir yang saya tulis jatuh pada angka 91. Karena gak rela angka 92 jatuh untk tulisan lain, jadi saya memodifikasi tanggal postingan ini agar sesuai dengan ulang tahun pada bulan februari lalu. Tahun ini saya genap berusia 22 tahun tapi tingkah laku saya gak jauh beda sama si dedek yang baru 10 tahun ("Maklum kelamaan jadi anak tunggal (padahal cuma 6 tahun), dan lebih lama lagi jadi anak bungsu ngoh).
Seminggu terakhir seperti hidup dalam kenangan tahun lalu...
Banyak kebahagian yang bisa datang dari hal sederhana, sebuah pencapaian luar biasa, atau mungkin kemampuan memperoleh keinginan. Namun sesungguhnya kebahagiaan apapun tak sebanding dengan sesuatu yang sangat luar biasa tapi diambil dari hidupmu dan tak kan kembai lagi.
February is mine, Februari adalah bulan penuh cinta dan saya sangat beruntung terlahir di bulan Februari. Masih ingat serial wiro sableng? Saya selalu suka menonton serial yang di angkat dari novel berjudul sama karya ayah Vino G Bastian itu, kenapa? Karena angka sakti yang di tato di dada wiro sableng adalah ulang tahun saya.
21 Februari 1992...
Setelah beberapa menit yang lalu menulis tentang poster dan zoonosis, tiba-tiba saya ingat pernah menulis tentang Sehat itu mudah. Check this...
![]() |
| Poster hasil karya saya dan teman-teman design by. Talitha Khairunisa |
Salah satu mata kuliah di semester 8 adalah Zoonosis. Pada mata kuliah tersebut kami dibagi dalam beberapa kelompok dan ditugaskan membuat sebuah poster yang mudah di pahami tentang beberapa penyakit Zoonosis. Jreng.. jreng.. Kelompok saya sangat beruntung mendapat tugas poster tentang penyakit Flu Burung. Sebelum saya nulis kemana-mana, penyakit zoonosis merupakan penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya. "Atau sebaliknya" sengaja saya bold, karena makna tersebut sering terlupakan oleh manusia. Penyakit yang dapat berpindah dari hewan ke manusia sering kali dilupakan karena manusia lebih fokus ke kesehatannya sendiri.
"Lo orangnya cepat move on ya??" ujar salah satu teman saya satu bulan yang lalu, "Dulu gue butuh waktu cukup lama ketika bokap gak ada" lanjutnya kemudian.
Beberapa waktu terakhir sering kepikiran tentang, apa selama ini saya selalu mengerjakan tugas dengan baik? Bagaimana ya tanggapan orang-orang tentang pekerjaan saya?? Sebenarnya saya masih mahasiswa yang belakangan ini merasa kecewa pada something yang tidak pernah menghargai kerja keras saya. Mungkin saya terlalu egois atau mungkin saya yang merusak semua tatanan baik yang telah tertanam pada something.
Tapi kalau ditelusuri kebelakang,
awalnya saya kira 'Pit Stop Challage' ini adalah mesin buat ngisi angin ban mobil (LOL), ternyata ini adalah challange untuk bongkar pasang ban mobil dan benda di tangan saya namanya adalah kompresor.
Beberapa hari yang lalu baca buletin yang berjalan selama kuliah. Oke, berjalan yang dimaksud bukan berjalan secara harfiah atau berpindah lokasi dengan menggunakan kaki. Berjalan yang dimaksud adalah perpindahan informasi dengan metode 'hand to hand' dan jenis media yang digunakan berupa tulisan. Ngomong-ngomong tentang media, bagi saya pribadi media informasi tulisan jauh lebih bermanfaat dibandingkan media 'talk to talk'. Why? Sederhananya ketika kamu menyampaikan pesan dari orang ke orang secara tidak langsung ada ada kemungkinan terjadi perbedan spelling dan susunan kalimat, tapi melalui media tulisan selama pembaca masih menguasai bahasa yang sama maka pembaca akan memiliki presepsi yang 90% sama.
Malam ini ketika rembulan telah bersinar
Akupun berusaha untuk memejamkan mata ini
Perlahan dan amat perlahan
Namun, bukan lelap yang kuperoleh
Titik air itupun muncul dari sudut mataku
Bukan.. ini bukanlah tangisan kesedihan
Titik air itu adalah sebuah ungkapan
Ungkapan rindu untuk seorang ibu
Rindu akan senyumannya
Rindu dibelai dan dipeluknya
Rindu akan suara dan bahkan omelannya
Rindu akan setiap waktu yang ku lalui bersamamu
Mama
Akupun berusaha untuk memejamkan mata ini
Perlahan dan amat perlahan
Namun, bukan lelap yang kuperoleh
Titik air itupun muncul dari sudut mataku
Bukan.. ini bukanlah tangisan kesedihan
Titik air itu adalah sebuah ungkapan
Ungkapan rindu untuk seorang ibu
Rindu akan senyumannya
Rindu dibelai dan dipeluknya
Rindu akan suara dan bahkan omelannya
Rindu akan setiap waktu yang ku lalui bersamamu
Mama







.jpg)



