• Home
  • Profil
  • Others
    • Review
    • Culture
    • Story
  • Wildlife
  • Travel
facebook twitter instagram Email

Part Time Veterinarian

Apa yang saya pikirkan tentang hutan?

Hampir setengah kehidupan saya dilalui disebuah kota pinggir Taman Nasional Kerinci Seblat yang konon katanya salah satu habitat terakhir Harimau Sumatera. Dulu saat kecil saya sering diajak oleh ayah saya untuk hiking ke kebun-kebun disekitar Taman Nasional. Mungkin inilah yang menyebabkan saya memiliki kecintaan tersendiri terhadap satwa-satwa endemik Indonesia yang harus dijaga dan dilindungi. 


Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Adakah manusia yang lebih sering meratapi kesialannya dibanding saya?Bisa jadi iya dan bisa jadi tidak
Terkadang saya berpikir atas alasan apa Allah menempatkan saya disini, disebuah lembaga pemerintah yang seharusnya terhormat tapi malah karena beberapa personal menjadikan tempat ini sangat buruk di mata saya karena hal yang terjadi disini tidak seperti di lembaga pemerintah lainnya lebih ke persoalan moral yang mendobrak keunikan budaya timur Indonesia dan dianggap biasa saja oleh orang-orang dalam lingkungan ini. Saya tidak menjelekkan lembaga ini secara keseluruhan karena memang persoalan yang menurut saya tabu ini hanya tenggelam di cabang Lido tanpa ada yang mau melaporkan ke pihak pimpinan atau inspektorat untuk diselesaikan. (Maafkan saya yang menulis 1 paragraf kalimat mengeluh ini, padahal sebenanrnya mau membuatnya menjadi 1 proyek skenario sinetron hikmah di salah satustasiun Televisi swasta di Indonesia).
Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Ilustrasi Bahtera Nuh: Wikimedia Common
Jika saya harus memilih sebuah alkisah yang menjadi kesukaan, maka saya akan memilih kisah Nabi Nuh. Saya sangat senang ketika memahami bahwa Allah sang pencipta telah mengajarkan makna konservasi sejalan dengan perintah untuk taat kepadaNya. Nabi Nuh diperintahkan Allah untuk membuat satu buah kapal yang sangat besar di puncak bukit sebagai persiapan menghadapi banjir bandang yang akan menjadi azab Allah atas kaum yang ingkar padaNya. Allah memerintahkan agar Nabi Nuh membawa serta umatnya yang taat kepada Allah SWT beserta masing-masing sepasang satwa ke dalam Kapal tersebut. Secara tidak lamngsung kisah ini mengajarkan kita untuk memahami makna konservasi  menyelamatkan alam semesta beserta isinya bukan menyebabkan kerusakan terhadap alam.

Hablum Minallah, Hablum Minan Naas, Hablum Minal Alam
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Seratus ekor tukik berjalan perlahan keluar dari lubang yang dibuat oleh induk mereka menuju deburan ombak di lautan. Mereka berusaha keluar dari telur dalam sarang yang ditinggalkan oleh induk mereka yang kembali ke lautan lepas setelah memastikan anak-anaknya berada pada tempat yang aman.
Sumber: http://balinewsnetwork.com
Jika diperhatikan lagi, induk tukik seperti seorang remaja yang melahirkan anaknya secara sembunyi-sembunyi kemudian meninggalkan mereka. Tapi, entahlah kita tidak tahu apa yang dipertimbangkan oleh sang pencipta ketika menentukan nasib untuk hidup dengan siklus ini kepada spesies penyu. Seekor penyu betina akan berenang menuju tepi pantai pada malam hari, kemudian dia akan menggali pasir dengan sirip belakangnya dengan kedalaman 50-70 cm dan mengeluarkan 80-120 butir telur dan kembali menutup sarangnya dengan pasir. Sebelum matahari menunjukkan secercah sinarnya di ufuk timur, induk penyu akan kembali ke lautan meninggalkan telur-telur yang akan menetas.
Share
Tweet
Pin
Share
46 Comments
~Jika boleh jujur, waktu terbaik untuk melestarikan orang utan adalah 20 tahun silam. Namun, waktu terbaik berikutnya adalah sekarang, mulai detik ini~
Saya sangat menyukai kalimat yang dijadikan clossing untuk pengumuman lomba blog Save Orang Utan yang dilaksanakan oleh Phinemo bekerja sama dengan Be Borneo Tour. Ketika mendengar kata orang utan, yang saya pikirkan adalah masa depan. Sejak menjadi mahasiswa kedokteran hewan dan bergabung dalam himpunan minat satwa liar, saya selalu membayangkan bekerja di hutan Borneo dan membantu pelestarian orang utan.
Orang utan merupakan satu dari empat jenis kera besar yang hidup di dunia. Orang utan merupakan satwa endemik dari Andalas dan Borneo. Orang utan terbagi menjadi dua spesies yaitu Pongo pygmaeus (Orang Utan Kalimantan) dan Pongo abelii (Orang Utan Sumatera). Orang utan merupakan spesies yang terancam punah berdasarkan klasifikasi yang ditetapkan oleh World Conservation Union dalam IUCN Red List 2007. Status perdagangan dan pemanfaatan orang utan yang diatur oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITES) termasuk dalam kategori Appendix 1 yaitu daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional. 
~Lalu, apa manfaat dan mudarat keberadaan orang utan dalam ekosistem sehingga perlu diatur dalam dua aturan internasional?~
Saat masih duduk di bangku SMA saya akan menjawab, orang utan perlu dipertahankan agar tidak punah agar mereka tetap lestari dan dapat dilihat oleh anak cucu kita kelak. Ratusan atau ribuan tahun kelak, anak-anak tetap bisa melihat orang utan di kebun binatang atau kebetulan bertemu di hutan bukan hanya menonton dalam film sains fiction yang berjudul Jurrasic Park. Setelah belajar, berdiskusi, dan membaca literatur, saya semakin sadar keberadaan orang utan di hutan Andalas dan hutan Borneo bukan hanya sebatas koleksi yang perlu dipertahankan keberadaanya. Orang utan merupakan bagian dari ekosistem dan mereka mengenggam kelestarian ekosistem yang ada di hutan.
Orang utan merupakan satwa arboreal yang hidup diatas pohon. Selama kehidupanya, orang utan akan makan, beraktivitas, dan selama proses tersebut mereka juga menyebarkan bibit tanaman di hutan. Populasi orang utan terus berkurang secara signifikan. Kondisi ini diakibatkan oleh hilangnya habitat, pembalakan liar, kebakaran hutan, perburuan, dan perdagangan orang utan untuk dijadikan pet animal.
Kita mungkin bukan orang yang memiliki kekuasaan seperti pemerintah yang mampu mengeluarkan aturan dan keputusan untuk perlindungan orang utan. Kita juga belum tentu memiliki kemampuan materil untuk membantu NGO dalam bidang konservasi orang utan. Dan, tidak semua dari kita memiliki waktu dan kesempatan untuk turun langsung ke lokasi untuk menyelamatkan orang utan yang menjadi korban keserakahan manusia. Namun, kita semua memiliki media yang tak terbatas untuk melakukan kampanye perlindungan dan penyelamatan orang utan.
~Tri Hita Karana
Good relationship with almighty god
Good relationship with human
Good relationship withenvironment
Orang utan merupakan satwa liar endemik Indonesia yang perlu dilindungi oleh semua kalangan. Orang utan merupakan salah satu agen yang akan mempertahankan keberadaan hutan Indonesia yang katanya paru-paru dunia. Orang utan bukan pet animal, mereka adalah satwa liar yang lebih bahagia hidup bersama kelompoknya dalam hutan Borneo. Cerita perjalanan terbaik bagi seekor orang utan adalah hidup bersama kelompoknya bermain, berkelahi, dan secara tidak langsung menebar bibit di penjuru hutan.
Cara terbaik untuk pelestarian orang utan adalah tidak pernah merusak habitat mereka dan tak pernah membawa mereka keluar dari habitatnya. Akibat keserakahan manusia banyak orang utan menjadi korban sehingga perlu dibentuk konservasi orang utan di luar habitat alaminya. Salah satu kawasan perlindungan orang utan di Kalimantan terdapat di Taman Nasional Tanjung Puting. Pusat konservasi ini diharapkan mampu melindunggi orang utan dari kepunahan.
Tak hanya Orang utan yang harus kita lindungi, ada banyak satwa liar yang hidup di Indonesia yang terancam kepunahan. Salah satu kawasan konservasi satwa liar yang penting di Borneo terdapat di Kepulauan Derawan. Kepulauan derawan penting untuk perlindungan satwa aquatik seperti penyu hijau, penyu sisik, paus, duyung, dan lumba-lumba .

Saya adalah seorang mahasiswa yang akan menjadi dokter hewan, namun cita-cita saya adalah menjadi seorang blogger konservasi. Seorang yang konsisten menulis tentang satwa liar dan pelestariannya serta mengajak orang-orang agar memiliki visi untuk melindungi satwa liar di habitatnya. Tapi hingga saat ini, cita-cita tersebut hanya sebuah tulisan ada banyak kondisi yang menghalangi saya untuk konsisten menulis. Semoga tulisan ini bisa menjadi awal bagi saya untuk menjadi blogger yang konsisten untuk berbagi tentang satwa liar.
Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Salah satu program yang harus saya jalani di Program Pendidikan Dokter Hewan (PPDH) adalah Magang Profesi Pilihan (Mapropil). Hal paling indah tentang Mapropil adalah kamu bisa memilih lokasi magang sesuai minat dan bisa memilih dosen pembimbing yang paling baik, gampang ngasih nilai, dan paling cocok dengan kepribadian kamu. Awalnya, saya ingin memilih mapropil di konservasi insitu orang utan. Tapi lembaga yang ingin saya tuju tidak memberikan respon jadilah saya mapropil di tempat favorit seantero Jakarta, Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Entah apa yang ada di TMR yang selalu menarik saya untuk datang. November 2015 adalah kali ketiga saya mengajukan dan diterima untuk magang di TMR dan entah untuk kali keberapa hanya sekedar datang dan berkunjung bertemu para sahabat.
Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments
Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman 

Borneo, salah satu impian masa depan saya. Salah satu pulau terbesar di Indonesia dengan kekayaan alam yang tak terhingga, dari dalam perut bumi hingga ekosistem yang hidup di permukaannya. Sebagai seorang calon dokter hewan saya memiliki minat di bidang konservasi dan satwa liar, hal ini yang memotivasi untuk menjadi bagian dari penyelamatan hutan Kalimantan dan kehidupan liar di dalamnya.

Hutan Kalimantan dengan berbagai satwa endemik Indonesia dalam satu atau dua tahun kedepan akan menjadi rumah kedua untuk saya. 
Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Sampe lupa kapan terakhir kali menulis di blog ini, kalau di postingan terakhir sih tertulis 17 Januari 2015 (setidaknya di tahun 2015 ini saya sudah menulis 1 postingan).
om
Hari ini ketika saya sedang duduk manis di ruang patologi dan kurang kerjaan sehingga bisa blogwalking dan lirik-lirik perkembangan terbaru tentang satwa liar, kembali saya menemukan banyak poster tentang perburuan hiu #SOSSharks. Permasalahan satwa liar yang hampir punah memang terlihat sangat sederhana, mungkin banyak orang yang akan bilang "Ya udah sih kalau emang hiu punah apa ngaruhnya ke kehidupan manusia".
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Pertengahan bulan maret lalu, saya dan teman-teman bersemangat untuk ikut berdiskusi tentang lingkungan bersama WWF dan BlogDetik. Ketika melihat pengumuman tentang acara yang hanya mengundang 100 blogger saya segera mendaftar dan mengajak beberapa teman blogger yang memiliki satu minat yaitu satwa liar. Hal pertama yang saya pikirkan tentang WWF adalah kepedulian NGO ini terhadap satwa liar dan tentu saja, lingkungan. Acara yang berlangsung setelah makan siang ini memberikan banyak pengetahuan tentang lingkungan yang kadang terlupakan. Banyak hal yang bisa kita lakukan untuk lingkungan, dan tindakan tersebut bisa berefek positif maupun negatif bagi bumi yang kita tinggali ini. Kita bisa menghemat penggunaan plastik atau menguranggi penggunaan bahan bakar dan listrik. Tapi apakah kita melakukan hal tersebut??
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Hutan adalah paru-paru dunia penghasil oksigen dan pengatur siklus hidrologi yang juga menyimpan begitu banyak kehidupan dan kekayaan keaneka-ragaman hayati. Hutan juga merupakan rumah bagi jutaan orang rimba yang untuk bertahan hidup bergantung dari hutan-baik secara fisik maupun spiritual. Namun hutan terancam punah, dan itulah fakta yang harusnya menjadi perhatian semua orang.(Cara kreatif lindungi hutan-Greenpeace)
Saya dibesarkan di kawasan pegunungan yang dikelilinggi oleh salah satu Taman Nasional terbesar di Indonesia, Kerinci. Tentunya  yang akan diingat oleh banyak orang adalah puncak andalas yang merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia, Gunung Kerinci. Saat dulu masih kecil, ayah saya sering kali mengajak hieking di sekitar kawasan rumah yang termasuk dataran tinggi di Kerinci. Saya masih ingat kesegaran udara yang saya hirup belasan tahun yang lalu dan betapa sejuknya alam Kerinci bahkan ketika matahari sedang terik. Seiring berjalannya waktu bersamaan dengan tindakan perusakan dan pengalihan fungsi hutan memberi efek negatif pada kondisi cuaca di sekitar lokasi hutan. Ketika duduk di bangku SMP pernah terjadi banjir bandang dari sungai yang ada di desa kami, banjir yang terjadi saat tengah malam dan menelan korban jiwa. Alam terkadang memberi pelajaran berharga pada manusia dan mungkin banjir bandang tersebut merupakan hukuman karena kawasan hutan di sekitar desa telah di rusak oleh tangan-tangan manusia. Efek jangka panjang yang dirasakan adalah cuaca dan iklim, daerah pegunungan yang dulunya sejuk mulai terasa panas akibat berkurangnya kawasan rindang disertai polusi dari kendaraan bermotor. Dan, perjalanan singkat ini mengajarkan saya untuk lebih memperhatikan alam, bukan hanya untuk saya dan kita yang hidup pada era ini. Tujuan kita melindunggi hutan yang sesungguhnya adalah untuk melindunggi anak cucu kita yang akan mendiami alam ini puluhan tahun atau bahkan ratusan tahun yang akan datang.
Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments
Rose Hathaway is a Dhampir, half human/vampire, guardians of the Moroi, peaceful, mortal vampires living discretely within our world. Her legacy is to protect the Moroi from bloodthirsty, immortal Vampires, the Strigoi. This is her story.
Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments

Sumber: isbi2014.com
Akibat otak-atik template blog dan lupa nge-save template yang default berujung ke design blog yang acak-acakan, bukan berarti dulunya blog saya keren lo. tapi masih lumayan lah. Selama proses mengembalikan ke template awal, saya sekalian aja nyari-nyari template yang udah jadi. Beberapa kali gonta ganti, cocok dan gak cocok, terlalu rame lah, atau malah saya yang gak ngerti pengaturannya. Hingga akhirnya ketemu template dengan tema koala seperti yang saya pake sekarang, and I love it :). Nah, karena itu sejak tadi sore, saya memutuskan untuk menggunakan koala sebagai identitas blog saya. Kenapa?
  1. I will be a veterinarian. dan suatu hari nanti koala akan termasuk salah satu jenis pasien saya
  2. I Love wild life
  3. Ada teman yang bilang saya kayak koala
Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments
Sumber: wikipedia.co.id
Bisakah kamu melihatku?
Dua bola terang oranye itu adalah mataku.
Kukang merupakan jenis primata Prosimian. Prosimian dikategorikan sebagai primata primitif, yang merupakan bagian dari ordo Primata. Kukang merupakan jenis hewan nocturnal yang beraktivitas dimalam hari dan hidup secara soliter. Makanan sehari-hari primata jenis ini adalah serangga, nektar, getah, reptil kecil, dan buah-buahan liar. Di Indonesia terdapat tiga jenis kukang, yaitu: Kukang Kalimantan, kukang Sumatera, dan Kukang Jawa. Dewasa ini perdagangan kukang sedang merajalela di Indonesia terutama di kota-kota besar. Terkadang kukang sering di katakan kuskus (salah satu jenis marsupialia asal Indonesia Timur), padahal mereka jelas-jelas berbeda dilihat pada klasifikasinya. Kuskus merupakan jenis hewan berkantung sedangkan kukang  termasuk ordo primata. 
Share
Tweet
Pin
Share
9 Comments
Saya terlalu disibukkan oleh LPJ dan berbagai pemikiran tentang Ekspedisi I SATLI dan jadi lupa pada Ekspedisi lain yang hampir saya ikuti. Diantara banyak hal buruk yang terjadi, hal yang paling saya syukuri adalah Himpro Satwaliar memiliki 3 pembimbing yang luar biasa dan bisa memahami situasi. 

Jujur saja, saya sempat lupa pernah ditawarkan untuk ikut Ekspedisi Pulau Tinjil, sudah mengantonggi izin orang tua, dan dikirim biaya pendaftarannya.Hal yang paling jujur diantara semuanya adalah "Saya menyesal lebih memilih Ekspedisi I SATLI dibanding Ekspedisi Pulau Tinjil yang standarnya Internasional." Tapi mungkin jika hal yang terjadi sebaliknya, Saya ikut Ekspedisi Pulau Tinjil dan meninggalkan Ekspedisi I SATLI yang boleh dikatakan kacau --> Saya mungkin akan merasa bersalah seumur hidup karena telah meninggalkan sahabat-sahabat saya menghadapi persoalan itu sendiri.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Penetasan penyu semi alami terletak di pantai Baracuda Pulau Kemujan. Dalam Kawasan Taman Nasional Karimunjawa terdapat dua tempat Penetasan Penyu Semi Alami yaitu di Pulau Kemujan dan Pulau Karimunjawa. Balai Taman Nasional Karimunjawa bekerjasama dengan masyarakat dalam upaya melestarikan penyu. Masyarakat membantu dengan melaporkan keberadaan telur penyu pada aparat dan telur tersebut akan dipindahkan ke Pusat Penetasan Semi alami.
Identifikasi tempat penyu bertelur dilihat dari jejak penyu dipasir dan pemeriksaan keberadaan telur pada lubang didekatnya. Penyu yang baru menetas disebut tukik. Tukik yang baru menetas memiliki kebiasaan menghadap ke arah matahari yaitu mengarah ke pantai. Tukik dikarantina di dekat pantai sampai memiliki ketahanan yang cukup untuk dilepaskan ke laut.
Share
Tweet
Pin
Share
3 Comments

Pengenalan Track oleh Pak Wasbodo

Tracking Mangrove terletak di Pulau Kemujan kawasan Taman Nasional Karimunjawa. Tracking Mangrove dibangun pada tahun 2010 sampai jarak 700 meter dan ditambah 630 meter pada tahun 2011. Sebelum masuk ke jalur Tracking Mangrove dilaksanakan pengenalan Taman Nasional Karimunjawa dan pengenalan mangrove di kawasan Taman Nasional Karimunjawa oleh Pak Wasbodo.
Satwaliar yang biasa ada di sekitar Hutan Magrove adalah jenis aves, ular, dan kelelawar. Jenis aves yang mendominasi adalah jenis kuntul, raja udang, dan itik benjut. Pada Musim Barat akan ada banyak burung migran yang melewati kawasan hutan magrovee.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Saya masih bingung apa kesimpulan atau hasil dari Ekspedisi ini. Mungkin jika ini adalah account facebook yang menuliskan "Apa yang anda pikirkan?" saya akan jawab LPJ, Laporan untuk Balai, dan Presentasi hasil Ekspedisi. Banyak hal yang terjadi selama satu minggu di Kepulauan Karimunjawa, mengenal orang-orang baru, lebih mengenal teman-teman, dan cukup memahami diri sendiri.

Banyak pelajaran yang saya dapat di Karimunjawa, Mulai dari hal kecil hingga ke yang sulit. Yah, intinya apapun yang ditanam pasti itu yang akan dituai. Kalau kita tanam kelapa pasti bakal metik buah kelapa sendiri. Dan mungkin ada saatnya kita lupa akan nasehat orang tua, banyak hal disana yang mengingatkan saya pada pesan nenek "Jangan terlalu riang". Nasehat singkat yang sederhana, tapi secara nggak langsung banyak mempengaruhi hidup ini.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Karyanya Talitha


Pada awalnya saya bergabung dalam kegiatan ini hanya karena lokasi tujuannya, Kepulauan Karimun Jawa. Dan, seiring berjalannya waktu, Saya menyadari banyak hal yang saya dapatkan dari kepanitiaan ini. Banyak rasa bersalah ketika menerima draft proposal yang 99% sempurna, dan sebagai sekretaris saya sangat gagal dalam hal ini. Untuk memperbaiki dosa itu, saya mengerjakan semua urusan surat-menyurat dan jadi kenal baik dengan Bu yetti dan melakukan banyak hal cerdas dalam perjalanan proposal dari laptop hingga ke rektorat. Bolak-balik selama dua minggu menunggu proposal tanpa tanda tangan dan baru mendapatkan tanda tangan setelah menunggu di depan ruang kelas dosen yang bersangkutan.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Pertanyaan ini diajukan pada saya satu tahun yang lalu saat pertama kalinya saya bergabung dengan Himpro Satwaliar FKH IPB. Saat itu saya menjawab "Karena sejak petama kali di IPB, saya telah dipengaruhi". Apapun alasan awal yang mendasari, saya sadar bahwa saya tidak pernah menyesal. Walaupun sebelum memasuki ruang ujian masuk HIMPRO saya dengan yakin memilih himpro lain, tapi saat keluar ruangan saya bilang "Saya pilih SATLI". Dan sekarang, saya adalah seorang Satlier

Bergabung dalam Himpro Satwaliar tentunya tidak lepas dari pengaruh beberapa hal, yaitu kakak kelas omda (organisasi mahasiswa daerah), kakak-kakak SATLI yang berkeliaran dengan jaket kebanggaan kita, dan tentu saja Bu Ligaya (Pembina Himpro SATLI, yang membuat saya kagum sejak pertama kali bertemu di SEMNAS SATLI 2010).
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan :
Animalia
Filum :
Chordata
Kelas :
Aves
Ordo :
Strigiformes
Wagler, 1830
Suku/familia
Strigidae
  • Celepuk reban (Otus lempiji)
  • Beluk jampuk (Bubo sumatranus)
  • Beluk ketupa (Ketupa ketupu)
  • Punggok coklat (Ninox scutulata)
  • Kokok beluk (Strix leptogrammica)

Tytonidae
  • Serak jawa (Tyto alba)
  • Serak bukit (Phodilus badius)

Burung hantu atau Owl merupakan salah satu simbol pada tulisan Hieroglif yang digunakan oleh bangsa mesir kuno dan juga digunakan pada simbol bangsa Maya. Selain itu burung hantu merupakan lambang kebijaksanaan pada zaman Yunani kuno. Pada zaman ini burung hantu populer sebagai sahabat penyihir seperti halnya di film Harry Potter, namun di tempat lainnya burung hantu mempunyai sisi mistis yang dianggap sebagai pertanda akan datangnya kematian. Di Jawa burung hantu dikenal dengan sebutan darès atau manuk darès dan di Sulawesi Utara, burung hantu dikenal dengan nama Manguni.
Burung hantu adalah kelompok burung yang merupakan anggota ordo Strigiformes. Burung ini termasuk golongan burung buas (karnivora, pemakan daging) dan merupakan hewan malam (nokturnal). Menyebar di seluruh dunia kecuali Antartika, sebagian besar Greenland, dan beberapa pulau-pulau terpencil yang terdiri dari 222 spesies. Fosil tertua burung hantu yang ditemukan diperkirakan telah berumur 58 juta tahun. Yang terbesar adalah Orinmegalonyx oteroi, dengan tinggi sekitar 3 kaki.
Burung hantu memiliki mata yang besar dan menghadap kedepan, sehingga memungkinkan mengukur jarak dengan tepat, terlingkupi oleh tulang mata sehingga tidak bisa melirik ke kiri atau ke kanan. Mempunyai 3 kelopak mata: 1 untuk mengejapkan bila ada gangguan, 1 untuk tidur dan 1 untuk membersihkan mata. Indera penglihatan burung hantu 50-100 kali lebih baik dari manusia, namun masih jauh tertinggal dibandingkan elang. Memiliki paruh yang kokoh dan tajam, kaki yang cekatan dan cengkraman yang kuat disertai kemampuan terbang yang tidak menimbulkan suara sehingga memudahkannya berburu pada malam hari. Burung hantu memiliki indera pendengaran yang sangat baik dengan dibantu oleh bulu-bulu wajah untuk mengarahkan suara saat akan menangkap mangsa. Burung hantu berburu aneka binatang seperti serangga, kodok, tikus, dan lain-lain.
Sarang terutama dibuat di lubang-lubang pohon, atau di antara pelepah daun bangsa palem. Beberapa jenis juga kerap memanfaatkan ruang-ruang pada bangunan, seperti di bawah atap atau lubang-lubang yang kosong. Bertelur setiap lima bulan antara satu hingga empat butir, kebanyakan berwarna putih atau putih berbercak. Burung hantu termasuk jenis yang tidak bisa merawat telurnya sehingga hanya setengah dari telur yang berhasil ditetaskan. Burung hantu betina akan mengerami telur selama lima minggu dan jantan akan bertugas menjaga sarang sekaligus mencari makan. Burung hantu termasuk hewan monogami yang hanya satu kali kawin seumur hidupnya.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Older Posts

Hi, I am Feby!

Hi, I am Feby!
The Greatness of a nation can be judged by the way its animals are treated ~Mahatma Gandhi

Join This Site

Member Of

Member Of

Blog Archive

  • Januari 2023 (1)
  • April 2021 (5)
  • Maret 2021 (1)
  • Agustus 2020 (2)
  • April 2020 (1)
  • Januari 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • September 2019 (1)
  • Mei 2019 (1)
  • April 2019 (1)
  • Maret 2019 (1)
  • Februari 2019 (1)
  • September 2017 (1)
  • Maret 2017 (1)
  • November 2016 (1)
  • Oktober 2016 (3)
  • Juni 2016 (1)
  • Februari 2016 (3)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juni 2015 (1)
  • Mei 2015 (1)
  • Januari 2015 (1)
  • Oktober 2014 (1)
  • Agustus 2014 (2)
  • Juni 2014 (1)
  • Mei 2014 (1)
  • April 2014 (2)
  • Maret 2014 (1)
  • Februari 2014 (9)
  • Januari 2014 (2)
  • Desember 2013 (3)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (3)
  • September 2013 (8)
  • Agustus 2013 (5)
  • Juli 2013 (3)
  • Juni 2013 (1)
  • Mei 2013 (2)
  • April 2013 (1)
  • Maret 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Desember 2012 (1)
  • November 2012 (1)
  • Oktober 2012 (1)
  • September 2012 (3)
  • Agustus 2012 (1)
  • Juli 2012 (4)
  • Juni 2012 (11)
  • Mei 2012 (8)
  • April 2012 (8)
  • Maret 2012 (6)
  • Februari 2012 (2)
  • Desember 2011 (1)
  • November 2011 (27)

Created with by ThemeXpose