Jaga Hutan; Hidup Berdampingan dengan Alam

Apa yang saya pikirkan tentang hutan?

Hampir setengah kehidupan saya dilalui disebuah kota pinggir Taman Nasional Kerinci Seblat yang konon katanya salah satu habitat terakhir Harimau Sumatera. Dulu saat kecil saya sering diajak oleh ayah saya untuk hiking ke kebun-kebun disekitar Taman Nasional. Mungkin inilah yang menyebabkan saya memiliki kecintaan tersendiri terhadap satwa-satwa endemik Indonesia yang harus dijaga dan dilindungi. 


Saat duduk dibangku kuliah kedokteran hewan, kami belajar tentang keseimbangan ekosistem atara lingkungan, manusia, dan agen penyebab penyakit. Ketika lingkungan menjadi tidak seimbang akan banyak penyakit yang bermunculan, selain itu ketertarikan saya terhadap dunia konservasi dan satwa liar membuat saya berpikir lebih banyak dan lebih peduli terhadap hutan Indonesia. 

Tapi jika hanya saya saja mungkin tidak ada gunanya, karena yang harus melindungi hutan Indonesia adalah segenap bangsa Indonesia. Kalau bukan kita yang melindungi hutan ya siapa lagi?

Kenapa Saya dan Kamu harus melindungi hutan Indonesia??

Picture: Serial TV KBS "Forest"

Kebayang gak, pagi-pagi bangun tidur dimasakin masakan dengan bahan-bahan alami yang dipetik langsung dari gunung belakang rumah oleh Park Hae Jin? Maafkan atas ke"bucin"an aku terhadap dunia kekoreaan yang duniawi. Nah ada banyak hasil hutan bukan kayu yang pada dasarnya baik manfaatnya untuk manusia, bisa dimanfaatkan untuk dikonsumsi ataupun untuk meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar hutan melalui UKM. 

Picture: Serial TV KBS "Forest"

Contoh gambar diatas adalah masakan Park Hae Jin dalam serial TV bertajuk Forest dengan memanfaatkan tumbuhan hijau yang ada disekitar Hutan Miryeong seperti daun talas dan bunga lili yang dibuat sebagai isian dari sup fermentasi kacang merah. 

Hutan Indonesia kita memiliki lebih dari yang bisa disajikan oleh diatas meja makanmu. Hutan sudah layaknya supermarket yang bisa menyediakan berbagai kebutuhan harianmu, tapi harus dengan batas yang jelas ya. Hasil hutan yang bisa kita manfaatkan dalam kehidupan sehari-hari bisa disebut Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Hasil hutan yang dimaksud adalah hasil hutan non kayu yang merupakan semua benda biologis termasuk jasa lingkungan yang berasal dari hutan atau tegakan hutan, kecuali produk berupa kayu. Jasa yang dimaksud dalam definisi diatas adalah air, udara, dan manfaat lain yang bisa kita dapatkan dari hutan. Hasil hutan bukan kayu yang banyak dikenal masyarakat diantaranya adalah madu hutan, buah-buahan hutan, rotan, getah, dan masih banyak lagi. Nah semua hal-hal diatas boleh kita manfaatkan tapi ingat ambillah secukupnya dan jangan mengambil berlebihan.


Picture: Dari album sendiri sepertinya jepretan kak Agung


Hayooo, Siapa yang gak kenal dengan Madu Baduy? dan Madu madu hutan lainnya yang banyak dijual di daerah sekitar hutan. Saya pernah bercerita sedikit tentang Masyarakat Baduy. Mereka merupakan salah satu contoh masyarakat adat yang mampu hidup saling berdampingan dengan alam. Mereka mampu memanfaatkan hasil hutan dengan baik tanpa melakukan kerusakan terhadap alam. 

Wah... Hutan ternyata sangat penting ya. Benar si sejak belajar di sekolah dasar kita dikenalkan bahwa hutan adalah paru-paru dunia, sumber oksigen bagi semua mahluk hidup di muka bumi, tapi seiring bertambahnya jumlah penduduk banyak sekali terjadi pergeseran fungsi hutan. Sebenarnya kita tidak perlu mengalihfungsikan hutan, karena pemerintah sudah membedakan hutan dalam beberapa kelompok berdasarkan fungsinya. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, hutan dikelompokkan menjadi beberapa jenis;

  1. Hutan Lindung merupakan hutan seperti yang dikenal masyarakat umum. Merupakan kawasan hutan yang mempunyai fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan untuk mengatur tata air, mencegah banjir, mengendalikan erosi, mencegah intrusi air laut, dan memelihara kesuburan tanah.
  2. Hutan Konservasi merupakan favorit saya, karean hutan ini merupakan kawasan hutan yang berfungsi untuk pengawetan keanekaragaman flora dan fauna. Pengawetan yang dimaksud disini bukan dengan bantuan formalin ya, tapi lebih ke tugas untuk melakukan pelestarian terhadap flora dan fauna. 
  3. Hutan Produksi merupakan kawasan hutan yang diperuntukkan sebagai produksi hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan mayarakat. Kawasan hutan ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan memenuhi aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Dan tentunya pemanfaatan hutan produksi harus dilakukan secara maksimal dan bijaksana agar tidak terjadi perusakan lingkungan sehingga hutan selalu bisa mendukung perekonomian masyarakat sekitar hutan.

Selain 3 klasifikasi diatas, dikenal juga dengan hutan adat, hutan desa, ataupun hutan kota. Mereka adalah jenis-jenis hutan yang dikelola dengan kebijakan dan tradisi lokal masing-masing tapi tetap sesuai dengan prinsip konservasi.

Picture: Serial TV KBS "Forest"

Kembali ke Serial TV bertajuk Forest, menurut saya serial ini sangat cerdas dan mampu mendeskripsikan makna konservasi secara luas. Salah satu topik yang ditayangkan dalam serial ini adalah mekanisme untuk menjadi pengelola Hutan Produksi dengan mekanisme yang tepat. Ada banyak hal topik tentang hutan lainnya yang diceritakan dalam serial ini terutama sinergitas masyarakat sekitar hutan dalam mengelola hutan. Pokoknya drama ini recomended banget untuk ditonton di masa pandemi ini karena selain bisa menikmati ceita yang ditayangkan dalam drama korea yang lagi kekiniaan, kita juga bisa meningkatkan kepedulian dari diri untuk lebih mencintai hutan Indonesia.

Menjaga hutan bukan hanya terkait menonton serial TV seperti yang banyak saya tulis diatas, ada banyak cara untuk kita terlibat langsung dalam menjaga hutan Indonesia. Menurut saya, beberapa hal yang harus kita lakukan adalah:

1. Mengetahui tentang hutan

Hal pertama dan utama yang mesti kita lakukan adalah mengetahui bahwa hutan bukan hanya sekedar paru-paru dunia yang merupakan sumber oksigen bagi seluruh dunia. Kita harus tau bahwa hutan merupakan sumber dari keseimbangan alam semesta. Kita bisa hidup berdampingan dengan hutan tanpa harus merusak hutan dan mendapat banyak manfaat dari hutan. Jika kamu sudah tau banyak tentang hutan maka kita harus melakukan poin kedua

2. Saling berbagi Informasi

Era sosial media membawa banyak manfaat bagi manusia. Nah tak ada salahnya berbagi informasi tentang hutan agar lebih banyak orang yang peduli dan akan bergerak untuk menjaga dan melindungi hutan Indonesia.

3. Travelling dengan konsep Ekowisata

Salah satu trend yang banyak diikuti oleh anak muda zaman now adalah travelling. Salah satu cara yang bisa kita tempuh untuk menjaga hutan Indonesia adalah dengan mengunjunggi secara langsung sehingga timbul rasa memiliki dan rasa cinta serta keharusan untuk melindunginya. Karena jika tidak dikunjungi secara langsung, bisa saja kita tidak percaya pada konsep yang ditulis di buku pelajaran bahwa hutan Indonesia adalah paru-paru dunia. Dengan mengunjungi hutan atau berwisata disekitar hutan, kita masyarakat kota akan lebih memahami bahwa sesungguhnya mereka yang tinggal dan hidup bergantung dari hutan lebih memahami konsep konservasi dibandingkan kita yang ada di kota besar. Dan, lagi-lagi saya mau mengingatkan bahwa hasil hutan bukan cuma kayu tapi ada banyak hasil hutan bukan kayu lainnya yang bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat bahkan devisa negara.

4. Bayar apa yang sudah kamu ambil

Picture: Chemistry World

Saya menyukai Leonardo Di Caprio dan jadi lebih menyukainya setelah menonton Film Dokumenter yang bertajuk "Before The Flood". Melalui perjalannanya berkeliling dunia untuk melihat perubahan iklim, Leonardo mampu menggambarkan bahwa kita manusia harus menjadi yang bergerak dalam melindungi bumi sebagai planet yang pantas untuk kita huni. Dan salah satunya adalah dengan menjaga dan melestarikan hutan serta seluruh ekosistem yang ada di dalamnya. Seorang aktor yang pekerjaannya berpura-pura mampu, masa kita yang memiliki hutan dan ekosistem yang nilainya tak terhingga tidak mampu melakukannya??

Mungkin kita tidak mampu membayar pajak karbon seperti yang dilakukan oleh Di Caprio, jadi kita harus memikirkan langkah-langkah kecil yang pasti membawa banyak pengaruh bagi hutan. 

5. Adopsi Pohon

Adopsi pohon merupakan salah satu program besutan Hutan Itu Indonesia untuk mengajak masyarakat ikut serta dalam melindungi pohon yang ada di hutan. Adopsi pohon salah satu cara untuk mengajak masyarakat sekitar hutan untuk menjadi penjaga hutan. Dana yang terkumpul akan dimanfaatkan untuk digunakan oleh lembaga masyarakat untuk melakukan patroli hutan untuk mencegah penebangan pohon, selain itu dana juga digunakan untuk wirausaha masyarakat sekitar hutan melakukan pengolahan hasil hutan non kayu. Sesederhana bagi kita melakukan donasi untuk adopsi pohon, tapi banyak manfaat yang diperoleh, seperti ada banyak tangan dan mata yang ikut melindungi hutan disekitarnya serta meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar hutan. 

6. Hari Hutan Indonesia

Picture: Hutan Itu Indonesia

Merayakan Hari Hutan Indonesia bisa menjadi pengingat bagi masyarakat Indonesia akan kekayaan alam yang mereka miliki. Satu hari dalam setahun untuk kita mengenang apa saja yang sudah hutan berikan dalam kehidupan kita. Perayaan Hari Hutan Indonesia mengangkat tema "Hutan Kita Juara" sebagai pengingat bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang tak ternilai harganya sebagai hutan terluas ke-3 di dunia dengan ekosistem paling padat di dunia. Melalui Hari Hutan Indonesia masyarakat Indonesia akan bergotong royong saling berbagi informasi dan memberikan banyak kampanye positif tentang hutan.

Sumber: 

  1. https://hutanitu.id/2020/08/13/gotong-royong-rayakan-hari-hutan-indonesia-dengan-adopsi-hutan/
  2. https://foresteract.com/hasil-hutan-bukan-kayu-hhbk/
  3. Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan


Tulisan ini diikutsertakan dalam Kompetisi Blog Hari Hutan Indonesia yang diselenggarakan oleh Hutan Itu Indonesia dan Blogger Perempuan

You May Also Like

1 Comments

  1. Semoga program keren adopsi hutan ini sukses ya makin banyak yang peduli dan ikut serta berdonasi

    BalasHapus