• Home
  • Profil
  • Others
    • Review
    • Culture
    • Story
  • Wildlife
  • Travel
facebook twitter instagram Email

Part Time Veterinarian

"Aku tidak berpikir aku akan bisa memihak di sisi siapapun, aku tidak ingin melihat siapapun terluka, aku akan pastikan tidak ada yang terluka." (Hae Soo, Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo)


Saya menulis artikel ini diiringi sountrack drama Moon Lovers: Scarlet Heart Ryeo yang tayang pada kuartal pertama 2016 lalu. Drama yang sudah saya tonton berulang kali karena mengangkat tema sejarah dengan unsur drama dan fiksi didalamnya tanpa mengubah lini sejarah yang sesungguhnya. Selain itu aktor dan aktris yang bergabung dalam proyek ini adalah mereka yang terbaik, terbukti dengan perjalanan karir mereka hingga hari ini mampu menunjukkan hasil yang maksimal dan banyak prestasi lainnya.

That's why saya suka banget nonton drakor karena selain dapat hiburan banyak pelajaran yang bisa diperoleh, pokoknya riset yang dilakukan oleh tim penulis mantap benar dah.

Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments

Apa yang saya pikirkan tentang hutan?

Hampir setengah kehidupan saya dilalui disebuah kota pinggir Taman Nasional Kerinci Seblat yang konon katanya salah satu habitat terakhir Harimau Sumatera. Dulu saat kecil saya sering diajak oleh ayah saya untuk hiking ke kebun-kebun disekitar Taman Nasional. Mungkin inilah yang menyebabkan saya memiliki kecintaan tersendiri terhadap satwa-satwa endemik Indonesia yang harus dijaga dan dilindungi. 


Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments


Banyak hal yang berubah dalam tatanan hidup bermasyarakat selama Pandemi yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Banyak tradisi baru yang berkembang dalam menyelaraskan hidup dengan pandemi yang sedang berlangsung. Banyak bermunculan istilah-istilah kekinian dalam rangka usaha beradaptasi manusia dengan pandemi ini, Work From Home bagi orang-orang yang harus bekerja dari rumah atau siswa-siswa yang kehilangan banyak waktu untuk bersosialisasi di sekolah karena harus menempuh pendidikan jarak jauh dengan para pengajar. Pandemi ini tidak hanya mengubah gaya hidup sehari-hari yang kita jalani, ada banyak kebiasaan lain yang harus menyesuaikan agar kita dapat terbiasa dan berdampingan dengan pandemi. Saya suka Jakarta saat weekend karena ada banyak tempat menyenangkan untuk dikunjungi dan ada 3 tempat yang menjadi favorit saya; Taman Margasatwa Ragunan, Dunia Fantasi Ancol, dan Perpustakaan Nasional. Tapi sejak pandemi, saya dan mungkin kita kehilangan waktu untuk merehatkan diri dari pekerjaan dan harus menemukan ide agar tidak bosan di rumah dan dengan rutinitas yang itu-itu saja. 

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Pernah gak sih Lebaran tetap bekerja yang menyebabkan tidak mudik?
Sumpah ya, mau kerja pas lebara kek atau kerja tanpa hari libur. Aku selalu happy asal ada satwa liar
Saya? Pernah dong. Pada tahun 2017 saya bekerja di sebuah lokasi wisata favorit warga Jakarta saat liburan nasional, liburan sekolah, termasuk lebaran. Saat itu adalah pertama kalinya saya merayakan idul fitri jauh dari keluarga. Saya harus bekerja setelah melaksanakan shalat Idul Fitri disaat orang lain bisa bersilaturahmi dengan keluarga dan tetangga. Saya pikir akan merayakan hari kemenangan dengan tetap bekerja mengobati hewan-hewan kesayangan di kebun binatang dan harus stand by jika terjadi hal-hal emergency pada mereka akibat meningkatnya jumlah pengunjung di hari raya tapi ternyata banyak hal berkesan yang terjadi selama hari-hari tersebut. Dan hal yang paling berkesan bagi saya adalah mendapat hadiah opor, rendang, dan segala menu lebaran dari rumah ibu-ibu pegawai lainnya yang sangat perhatian kepada kami para dokter yang harus merayakan hari kemenangan (sangat) jauh dari keluarga.
Saya menemukan keluarga baru
Share
Tweet
Pin
Share
34 Comments
Saya menyukai Leonardo DiCaprio sebagai aktor entah sejak kapan? Setelah menonton Film Box Office sepanjang masa, Titanic? atau karena memang beliau adalah seorang aktor yang hebat dan juga tampan? Tapi saya menyukai Leonardo DiCaprio lebih banyak setelah menyaksikan banyak perjuangannya dalam menyuarakan global warming dan usaha yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan bumi terutama setelah Film Dokumenter yang dia produseri saat menjadi Duta Perdamaian PBB untuk Perubahan Iklim.

Kunjungan Leonardo DiCaprio ke Taman Nasional Gunung Leuser
"A Paradise That Has Been Degraded and Destroyed."
Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan keanekaragaman hayati. Lokasi yang terletak antara 2 Samudera dan 2 Benua menjadikan Indonesia memiliki kedua jenis ragam fauna dari kedua benua. Penyebaran fauna Indonesia dibagi menjadi 3 wilayah yang dibatasi oleh garis abstrak yang disebut Garis Walace dan Garis Weber. Berdasarkan hal tersebut, keanegaragama fauna di Indonesia dibagi menjadi 3 zona, yaitu: Zona Asia, Zona Australia, dan Zona Peralihan. Sabagian besar wilayah Indonesia yang ada pada zona asia, australia, dan sulawesi di zona peralihan merupakan hutan hujan tropis yang terdiri atas banyak pepohonan tinggi, kawasan lembah dan bukit dengan berbagai ketinggian. Pada zona peralihan bagian selatan di kepulauan nusa tenggara terdapat hutan savana yang terdiri atas semak dan padang rumput yang luas.

Peta Zona Penyebaran Satwa Indonesia
Menikmati Keindahan Fauna di Surabaya
Konon katanya Kebun Binatang Surabaya (KBS) memiliki komodo terbaik yang ada di konservasi eksitu. Jika dulu saya sering mendengar isu buruk tentang kebun binatang ini tapi berbeda dengan sekarang. Saya adalah pengunjung setia kebun binatang dan sangat ingin mengunjungi KBS karena ingin melihat komodo komodo terbaik yang tumbuh seperti hidup di alamnya. tapi saat ini KBS mampu menampilkan naga terakhir Indonesia yang tumbuh dan berkembang biak dengan baik di dalam kawasannya. 


Sumber: Reza Iqbal (IDN Times)
Kebun Binatang Surabaya tak hanya menawarkan keindahan flora dan fauna Indonesia tapi juga sangat strategis karena tepat di pusat kota dan dekat dengan landmark surabaya. Menariknya dengan bergeser ke ke arah Timur kita bisa menikmati keindahan Indonesia yang lain yaitu Taman Nasional Baluran yang memiliki hutan dengan ekosistem padang rumput yang luas dan banyak satwa yang beraktivitas di lingkungan tersebut. Banyak orang menyebutkan lokasi ini sebagai Africa Van Java atau The Little Africa. Kita yang sudah bosan menikmati dan mengamati keindahan satwa Indonesia di dalam enclosure sederhana di kebun binatang ataupun kawasan konservasi eksitu lainya, bisa menjadikan Taman Nasional Baluran ini sebagai destinasi wisata untuk memulai pertualangan.


Menikmati Keindahan Fauna di Taman Nasional Baluran
Taman Nasional Baluran (Sumber: detik.com)
Foto diatas mengingatkan saya pada Leonardo Dicaprio dalam behind the scene film The Revenant yang ditayangkan lewat film dokumenter Before The Flood. Dicaprio berfoto didepan tumbukan tanduk kerbau atau hewan bertanduk lainnya dengan ketinggian hampir 5 meter dan mengatakan "Betapa hebatnya para kru menyiapkan scene ini dan mungkin bisa menjadi pengingat berapa banyak sumber daya alam yang telah kita manfaatkan". Dalam perjalanan saya ke Cina berapa waktu lalu, Suku Li dan Miou di Pulau Hainan juga mengumpulkan tanduk kerbau dengan cara yang sama untuk menjadi pengingat sumber daya dari alam yang telah kita manfaatkan. Taman Nasional Baluran memiliki monumen yang sama untuk mengingat satwa khasnya. Taman Nasional Baluran sangat identik sebagai habitat alami Banteng Jawa yang merupakan asal muasal Sapi Bali.

Semesta Alam Liar Baluran (Sumber: CNN Indonesia)

Tak hanya banteng, banyak pertualangan seru yang berhubungan dengan satwa liar bisa kita saksikan di Taman Nasional Baluran. Africa Van Java menawarkan pertualangan seru karena kita bisa menyaksikan langsung aktivitas satwa di zona pariwisata yang disediakan oleh pemerintah agar tidak menganggu aktivitas para satwa. Jadi apa saja yang bisa disaksikan para wisatawan:
  1. Kawasan Wisata Mangroove
  2. Pusat Konservasi Semi Alami Banteng Jawa 
  3. Pengamatan Burung Liar terutama Merak
  4. Pengamatan Kawanan Rusa
Menarik bukan? Dengan satu kali perjalanan terbang dari Jakarta ke Surabaya kita bisa menikmati keindahan flora dan fauna Indonesia yang ada di konservasi eksitu Komodo di Kebun Binatang Surabaya dan konservasi insitu Banteng Jawa di Taman Nasional Baluran. 



Perkembangan teknologi dan komunikasi banyak memudahkan kita untuk mempermudah perjalanan dari pemesanan tiket pesawat ke Surabaya serta pemesanan akomodasi hotel dan transportasi perjalanan lainnya. Saya sering kali menghabiskan waktu untuk mencari promo dan discount terbaik yang ditawarkan dan saat ini tak perlu lagi melakukan banyak survey karena Pegipegi menawarkan 4 jaminan bagi konsumen:
  1. Kemudahan Pembayaran merupakan hal pertama yang dicari oleh konsumen dan Pegipegi memberikan pilihan pembayaran yang lengkap melalui transfer bank, kartu kredit, pembayaran di swalayan, internet banking, dan cicilan.
  2. Diskon dan Promo tak perlu diragukan karena Pegipegi memberikan banyak potongan pembayaran untuk berbagai metode pemesanan maupun pembayaran.
  3. Pepepoin merupakan favorit saya karena semakin banyak poin yang terkumpul bisa dijadikan tabungan untuk potongan pembayaran berikutnya.
  4. Best Price Guarantee, Pegipegi juga memberu jaminan bahwa kita akan mendapatkan harga terbaik yang ditawarkan.
Yuk, mulai travelling mengunjungi keindahan flora dan fauna Indonesia karena kalau bukan kita yang mencintai dan melindungi mereka, 
siapa yang harus melakukannya?

Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Dalam catatan perjalanannya di pertengahan abad ke-13, Marcopolo menuliskan bahwa dia bertemu dengan hewan yang dianggap hanya sekedar mitos oleh bangsa Eropa. Marcopolo menuliskan bahwa dia bertemu dengan seekor kuda yang memiliki satu tanduk di kepalanya, Unicorn.
Tahukah kamu!
Unicorn yang diceritakan oleh Marcopolo berbeda karena memiliki kaki seperti gajah, bulu seperti kerbau, dan memiliki satu tanduk hitam dikeningnya, serta senang berkubang di dalam lumpur. Kemudian diketahui bahwa Unicorn yang terdapat dalam catatan perjalanan Marcopolo adalah salah satu kekayaan bangsa Indonesia, yaitu Badak Sumatera.
Sumber: tenor.com
Unicorn yang kita ketahui berasal dari dongeng merupakan hewan yang lucu, jinak, dan baik hati. Bahkan dalam serial Harry Potter diketahui bahwa Unicorn merupakan hewan suci yang jika kamu meminum darahnya maka akan mendapatkan kehidupan yang abadi tapi terkutuk. Selain, Unicorn milik bangsa kita yang hidup di selatan hutan Sumatera akan hadir banyak Unicorn baik hati dan lucu untuk menghibur kita di Dunia Fantasi.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Banyak alasan orang memilih untuk pergi. Saya pergi karena jenuh, lelah, dan bosan karena tidak memiliki rutinitas yang menyenangkan. Tapi, kekuatan yang paling sering menyeret saya untuk pergi dan meninggalkan rutinitas adalah keinginan untuk bertemu orang baru. Jadi saya memutuskan untuk mengajukan cuti tidak lebih dari 5 menit setelah Windy mengirimkan ajakan untuk berlibur di Hainan.

Hainan merupakan sebuah pulau di Laut Cina Selatan tempat diselenggarakan acara Miss World 2018. Pemerintah Cina saat ini sedang gencar dalam melakukan promosi wisata Hainan dan yang paling dibanggakan adalah keindahan pulau tropis di Laut Cina Selatan yang bebas polusi. Ada banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi dalam perjalanan wisata di Hainan, salah satunya adalah "Time Traveler".   Pemerintah Cina melakukan penataan ulang terhadap tata kota di Provinsi Hainan. Pulau Hainan pada awalnya merupakan lokasi untuk mengisolasi para tahanan politik. Namun seiring berjalannya waktu pemerintah sadar akan potensi wisata yang dimiliki oleh Pulau dengan luas 33.920 km².
"Andaikan saya meninggal, tidak apa saya meninggal di Hainan karena tempat ini indah" Perkataan terkenal dari Su Shi salah satu tahanan yang dibuang ke Pulau Hainan pada abad ke-11.
Saya ingin bercerita tentang Qilou Old Street, di Indonesia mungkin bisa diasosiasikan dengan Kawasan Kota Tua Jakarta dan Kota Lama Semarang. Menariknya Pemerintah Cina melakukan pemeliharaan secara rutin terhadap jalan-jalan yang memiliki nilai sejarah di dalamnya. Sebelum memasuki Qilou Old Street kita akan menemukan Tourism Information. Melalui informasi kita bisa tau mengenai sejarah-sejarah pembangunan Provinsi Hainan dan maafkan saya yang tidak mampu memahami banyak hal yang dijelaskan di kantor tersebut. Saya melihat terdapat maket yang terlihat seperti benteng pertahanan dan banyak poster-poster yang menggambarkan keindahan wisata Pulau Hainan yang saat ini gencar disebut sebagai Hawainya Cina. Salah satu hal yang saya pelajari melalui perjalanan ini adalah kamu harus bisa memahami Bahasa Mandarin sebagai bahasa asing kedua karena warga negara Cina sangat menghargai bahasa ibu mereka sehingga terkesan tidak English Friendly. Tapi tenang saja, saya bisa mendapat bantuan dari salah satu cleaning service di tempat wisata atau membeli oleh-oleh hanya berbekal bahasa tubuh dan mengeong.


Qilou Old Street menawarkan lokasi yang instagramable untuk mempercantik timeline dan tentu saja kita bisa mengagumi betapa indahnya arsitektur di masa lalu yang masih terawat. Saya rasa daerah di sekitar Jalan Gajah Mada Harmoni akan sama indahnya jika dirawat dan dipelihara dengan baik. Qilou Old Street tidak menunjukkan arsitektur Cina yang khas, malah lebih menunjukkan arsitektur Eropa dengan pilar tingginya. Saya tidak sempat mengelilingi keseluruhan Qilou Old Street karena terlanjur jatuh cinta pada Book and Coffee Shop yang terletak diujung jalan. 
Awalnya saya hanya melirik tempat ini dari luar dan tidak berani masuk karena tempat ini terkesan ekslusif dan sangat tenang, tapi Rez bilang "Ya kalau mau masuk aja". Ternyata di dalamnya lebih indah dari yang saya kira. Atap toko ini dilukis dengan gambaran tata surya, saya melihat ada gambar bumi jadi tidak mengerti gambar ini diambil dari sudut planet mana mungkin Mars.Terdapat rak buku yang dipenuhi dengan berbagai judul buku yang akan dijual (dalam bahasa China jadi saya tidak bisa membeli apapun). Rak buku ini dibuat dengan konsep seperti pohon yang menyimpan banyak buku. Selain rak buku, toko ini menyediakan tempat yang nyaman bagi pembaca untuk duduk membaca sambil ngopi. Meja dan kursi yang disediakan memberi kesan kamu sedang di alam dan menikmati langit malam.

Satu hal yang saya pikirkan saat itu adalah "Ingin membawa pulang tempat itu"


Setelah 4 hari perjalanan di Cina saya menyadari bahwa konsep Book and Coffee Shop merupakan hal yang lazim di Cina, bahkan ada satu lobi hotel yang menciptakan konsep tersebut untuk memberi kenyamanan pada pengunjungnya. Dan mungkin saat ini saya mempunyai impian baru ingin memiliki sebuah Book and Coffee Shop yang memberi kenyamanan dan ketentraman bagi pengunjungnya seperti yang saya lihat di Qilou Old Street. 

Share
Tweet
Pin
Share
5 Comments
Adakah manusia yang lebih sering meratapi kesialannya dibanding saya?Bisa jadi iya dan bisa jadi tidak
Terkadang saya berpikir atas alasan apa Allah menempatkan saya disini, disebuah lembaga pemerintah yang seharusnya terhormat tapi malah karena beberapa personal menjadikan tempat ini sangat buruk di mata saya karena hal yang terjadi disini tidak seperti di lembaga pemerintah lainnya lebih ke persoalan moral yang mendobrak keunikan budaya timur Indonesia dan dianggap biasa saja oleh orang-orang dalam lingkungan ini. Saya tidak menjelekkan lembaga ini secara keseluruhan karena memang persoalan yang menurut saya tabu ini hanya tenggelam di cabang Lido tanpa ada yang mau melaporkan ke pihak pimpinan atau inspektorat untuk diselesaikan. (Maafkan saya yang menulis 1 paragraf kalimat mengeluh ini, padahal sebenanrnya mau membuatnya menjadi 1 proyek skenario sinetron hikmah di salah satustasiun Televisi swasta di Indonesia).
Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Newer Posts
Older Posts

Hi, I am Feby!

Hi, I am Feby!
The Greatness of a nation can be judged by the way its animals are treated ~Mahatma Gandhi

Join This Site

Member Of

Member Of

Blog Archive

  • Januari 2023 (1)
  • April 2021 (5)
  • Maret 2021 (1)
  • Agustus 2020 (2)
  • April 2020 (1)
  • Januari 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • September 2019 (1)
  • Mei 2019 (1)
  • April 2019 (1)
  • Maret 2019 (1)
  • Februari 2019 (1)
  • September 2017 (1)
  • Maret 2017 (1)
  • November 2016 (1)
  • Oktober 2016 (3)
  • Juni 2016 (1)
  • Februari 2016 (3)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juni 2015 (1)
  • Mei 2015 (1)
  • Januari 2015 (1)
  • Oktober 2014 (1)
  • Agustus 2014 (2)
  • Juni 2014 (1)
  • Mei 2014 (1)
  • April 2014 (2)
  • Maret 2014 (1)
  • Februari 2014 (9)
  • Januari 2014 (2)
  • Desember 2013 (3)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (3)
  • September 2013 (8)
  • Agustus 2013 (5)
  • Juli 2013 (3)
  • Juni 2013 (1)
  • Mei 2013 (2)
  • April 2013 (1)
  • Maret 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Desember 2012 (1)
  • November 2012 (1)
  • Oktober 2012 (1)
  • September 2012 (3)
  • Agustus 2012 (1)
  • Juli 2012 (4)
  • Juni 2012 (11)
  • Mei 2012 (8)
  • April 2012 (8)
  • Maret 2012 (6)
  • Februari 2012 (2)
  • Desember 2011 (1)
  • November 2011 (27)

Created with by ThemeXpose