Before The Flood; Mengajak Generasi Muda Indonesia untuk Melakukan Sosialisasi dan Edukasi tentang Keanekaragaman Hayati

Saya menyukai Leonardo DiCaprio sebagai aktor entah sejak kapan? Setelah menonton Film Box Office sepanjang masa, Titanic? atau karena memang beliau adalah seorang aktor yang hebat dan juga tampan? Tapi saya menyukai Leonardo DiCaprio lebih banyak setelah menyaksikan banyak perjuangannya dalam menyuarakan global warming dan usaha yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan bumi terutama setelah Film Dokumenter yang dia produseri saat menjadi Duta Perdamaian PBB untuk Perubahan Iklim.

Kunjungan Leonardo DiCaprio ke Taman Nasional Gunung Leuser
"A Paradise That Has Been Degraded and Destroyed."
Kalimat tersebut mengawali Film Dokumenter yang tayang pada tahun 2016 lalu, Before The Flood. Banyak hal luar biasa yang dilakukan Leonardo Di Caprio dalam usaha mencegah atau mungkin lebih tepat disebut "mengurangi risiko" perubahan iklim yang dapat merusak keanekaragaman hayati di muka bumi, diantaranya adalah:

1. Keliling Dunia dan Bertemu Para Tokoh Dunia

Ditayangkan dalam Film Dokumenter, Leonardo Dicaprio bertemu dengan banyak tokoh dunia dalam hal melihat efek perubahan iklim yang terjadi. Turunnya ketinggian es di Greendland, populasi Orcha yang makin jarang terlihat, banjir rob di tengah kota Florida, polusi udara akibat industri di daratan Tiongkok, dan termasuk kerusakan hutan di Indonesia yang berpengaruh pada keanekaragaman hayati disekitarnya terutama satwa liar. Dan yang paling hebat adalah Leonardo Dicaprio mewawancarai Presiden Amerika Serikat Barrack Obama yang mengajak para pemimpin dunia untuk terlibat dalam Perjanjian Perubahan Iklim Internasional.

2. Melakukan Donasi dengan Tema "Pajak Karbon"

Salah satu pertanyaan besar dari film ini adalah, berapa banyak karbon yang disumbangkan Leonardo DiCaprio selama 3 tahun perjalanan berkeliling dunia? Leonardo DiCaprio membayar pajak karbon lewat donasi untuk lingkungan hidup dan satwa liar untuk tempat-tempat yang dia kunjungi. Salah satu donasi yang diberikan oleh DiCaprio adalah untuk pelestarian lingkungan dan kelangsungan hidup orang utan di Taman Nasional Gunung Leuser Aceh.

3. Sosialisasi dan Edukasi

Pada dasarnya semua yang dilakukan DiCaprio dalam Before The Flood adalah untuk melakukan sosialisasi dan edukasi pada masyarakat dunia tentang lingkungan hidup dan cara menyelamatkan bumi kita. Jika 20 tahun yang lalu dengan mengganti bola lampu hemat energi kita telah menyumbangkan banyak hal untuk kehidupan bumi yang lebih lama, maka hari ini lebih banyak usaha yang harus dilakukan untuk menyelamatkan bumi. Dan tentunya tidak bisa dilakukan sendiri, kita harus melakukan usaha penyelamatan bumi mulai saat ini dan bersama-sama. 
Karena bumi tak hanya milik kita yang hidup saat ini, Bumi adalah milik kita yang hidup di hari ini, mereka yang telah berusaha pada masa lampau, dan generasi mendatang yang akan melanjutkan estafet penyelamatan bumi.

Jika diatas adalah sedikit keajaiban yang dilakukan oleh Leonardo Dicaprio untuk mengajak masyarakat dunia ikut serta menyelamatkan bumi untuk masa depan yang lebih baik. Lalu apa yang saya lakukan?

  • Menonton Before The Flood 

Menonton dan mengajak teman-teman untuk menonton film serupa agar lebih banyak yang berusaha menyelamatkan bumi. Karena tidak banyak orang yang memahami bahwa sejak abad ke-16 sudah ada manusia yang memahami bahwa manusia akan menjadi serakah. Peningkatan jumlah populasi dan keinginan untuk sebuah pencapaian dunia sehingga menyebabkan akses yang berlebihan terhadap sumber daya alam dan ekosistem.
Sebuah surga yang direndahkan dan dihancurkan!
The Garden of Delightful Earths (Hieronymus Bosch)


Bagi saya mengajak masyarakat dunia untuk menyelamatkan bumi, menjadi lebih menarik melalui efek visual yang benar-benar nyata dan berasal hampir dari seluruh penjuru dunia

  • Sosialisai tentang Kekayaan Fauna Indonesia
Jika boleh memilih kehidupan paling saya impikan adalah menjadi seorang Dolittle yang ada diantara satwa liar atau ikut serta dalam penyelamatan satwa langka yang dilakukan oleh Nabi Nuh ribuan tahun silam. Bahkan sang pencipta dan penguasa dunia ini telah mengajarkan kita untuk melakukan aksi konservasi dalam menyelamatkan satwa langka yang dituangkan dalam kisa kapal nuh. Sebuah kisah yang tak pernah bosan untuk saya sampaikan untuk mengajak orang-orang terdekat lebih mencintai satwa liar, memahami kehidupan yang mereka inginkan, dan ikut serta dalam upaya pelestarian satwa liar. 
Sumber: IMDB
  • Banyak hal yang ingin saya lakukan, tapi sulit ......
Saya akan berkata jujur, sangat sulit untuk saya melakukan hal sederhana yang bisa menyelamatkan bumi dan melindungi keanekaragaman hayati di dalamnya. 
  1. Saya bukan orang yang selalu membawa kantong belanja tapi saya beruntung berdomisili disebuah kota yang melarang toko menyediakan kantong plastik. Jadi ya mau gak mau saya akan mencari tempat untuk bisa menyelipkan belanjaan atau memohon pada pegawai toko untuk meminjamkan keranjang mereka. Harapannya, saya akan menjadi terbiasa dan jika saya berkunjung ke kota lain tidak pernah lupa membawa kantong belanja sendiri.
  2. Berusaha meyakinkan diri bahwa memiliki botol minum atau tempat makan official adalah aksi penghematan untuk rekening dan juga bumi.
  3. Mengurangi penggunaan kendaraan bermotor adalah hal tersulit yang dilakukan oleh si pemalas ini. Tapi saya memilih mengontrak rumah yang tidak jauh dari kantor untuk mengurangi penggunaan kendaraan dan menghasilkan karbon yang akan di koleksi oleh atmosfer.
  4. Pendapat pribadi saya tentang memilah sampah organik dan non organik tidak berguna untuk di Negara +62 karena pada akhirnya sampah-sampah itu akan disatukan di Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sering kali saya berpendapat menyediakan dua tempat sampah dengan warna dan fungsi berbeda adalah pemborosan. Untungnya sampah plastik berbentuk botol sangat bermanfaat untuk pelatihan anjing pelacak di kantor saya, jadi suka gak suka ada yang menagih botol plastik bekas yang saya miliki.
Sulit dan mungkin sangat sulit menghilangkan kebiasaan yang sudah mengakar dalam hidup ini. Tapi ada banyak hal kecil yang bisa menjadi salah satu kepingan puzzle dari saya untuk menyelamatkan bumi. Saat ini yang menjadi harapan terbesar saya adalah selalu membawa botol minum serba guna dan membawa kotak makanan saat akan membeli.


Banyak yang tidak percaya kalau saya melakukan ini untuk bumi, karena memang bukan itu tujuan saya. Tujuan saya adalah menghemat pengeluaran dan membantu para pedangang mengurangi biaya produksi (plastik atau sterofoam untuk membungkus makanan).

Satu hal yang tidak akan pernah lupa saya upayakan untuk menjaga bumi dan keanekaragaman hayati adalah kekayaan fauna Indonesia. Saya menyadari bahwa tidak ada manusia yang mampu menguasai seluruh bidang ilmu di dunia, oleh karena itu saya menyadari dan memilih untuk menjadi "Suara dari satwa liar dan mereka yang ingin rumahnya diselamatkan". Hal yang selalu saya upayakan adalah menulis dan ngebacot hingga teman-teman terdekat hapal perbedaannya harimau dan macan (Banyak lo orang awam yang suka menyamakan dua spesies ini). Tapi entah kenapa saya percaya (atau kepedean) bahwa mereka menyukai topik yang saya angkat.

Indonesia Initiatives (sumber: MSIG)
Pertanyaan yang terlintas saat saya menulis artikel ini adalah, Bagaimana jika bumi diasuransikan?
Sebuah asuransi umum MSIG yang akan memberikan ganti rugi terhadap kerusakan dan kerugian harta benda. Berapa banyak yang harus kita bayarkan untuk mengasuransikan bumi tapi bumi tak pernah memerlukan uang dari manusia yang serakah. Karena langkah paling tepat untuk sebuah asuransi umum bagi bumi adalah kesadaran manusia yang hidup diatasnya untuk memulai sebuah langkah kecil untuk menjadikan bumi lebih baik dan hidup berdampingan dengan seluruh ekosistem di muka bumi terutama satwa liar.

***

Artikel ini diikutsertakan dalam Kompetisi Penulisan Blog MSIG Indonesia "Nyatakan Kepedulianmu Untuk Bumi" yang diselenggarakan oleh PT MSIG Indonesia

You May Also Like

1 Comments

  1. Oke noted film-film yang kak feby tulis disini (walaupun gue cari di netflix gak ada huhu). Gue juga sering berpikir, "Kalau semua orang beranggapan aksi kecil mereka tidak mampu memperbaiki lingkungan, lalu siapa yang akan memperbaiki lingkungan?" Artinya aksi sekecil apapun itu akan berguna. Btw kak feby pasti lagi di Bogor makanya gak dikasih kantong plastik ya, karena gue juga kalau pulang ke Bogor sering lupa regulasi disini dan akhirnya beli kantong khusus belanja mereka haha.

    BalasHapus