Banyak hal yang berubah dalam tatanan hidup bermasyarakat selama Pandemi yang telah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Banyak tradisi baru yang berkembang dalam menyelaraskan hidup dengan pandemi yang sedang berlangsung. Banyak bermunculan istilah-istilah kekinian dalam rangka usaha beradaptasi manusia dengan pandemi ini, Work From Home bagi orang-orang yang harus bekerja dari rumah atau siswa-siswa yang kehilangan banyak waktu untuk bersosialisasi di sekolah karena harus menempuh pendidikan jarak jauh dengan para pengajar. Pandemi ini tidak hanya mengubah gaya hidup sehari-hari yang kita jalani, ada banyak kebiasaan lain yang harus menyesuaikan agar kita dapat terbiasa dan berdampingan dengan pandemi. Saya suka Jakarta saat weekend karena ada banyak tempat menyenangkan untuk dikunjungi dan ada 3 tempat yang menjadi favorit saya; Taman Margasatwa Ragunan, Dunia Fantasi Ancol, dan Perpustakaan Nasional. Tapi sejak pandemi, saya dan mungkin kita kehilangan waktu untuk merehatkan diri dari pekerjaan dan harus menemukan ide agar tidak bosan di rumah dan dengan rutinitas yang itu-itu saja.
Pernah gak sih Lebaran tetap bekerja yang menyebabkan tidak mudik?
![]() |
| Sumpah ya, mau kerja pas lebara kek atau kerja tanpa hari libur. Aku selalu happy asal ada satwa liar |
Saya menemukan keluarga baru
Saya menyukai Leonardo DiCaprio sebagai aktor entah sejak kapan? Setelah menonton Film Box Office sepanjang masa, Titanic? atau karena memang beliau adalah seorang aktor yang hebat dan juga tampan? Tapi saya menyukai Leonardo DiCaprio lebih banyak setelah menyaksikan banyak perjuangannya dalam menyuarakan global warming dan usaha yang perlu kita lakukan untuk menyelamatkan bumi terutama setelah Film Dokumenter yang dia produseri saat menjadi Duta Perdamaian PBB untuk Perubahan Iklim.
![]() |
| Kunjungan Leonardo DiCaprio ke Taman Nasional Gunung Leuser |
"A Paradise That Has Been Degraded and Destroyed."
Indonesia merupakan Negara yang kaya akan keanekaragaman hayati. Lokasi yang terletak antara 2 Samudera dan 2 Benua menjadikan Indonesia memiliki kedua jenis ragam fauna dari kedua benua. Penyebaran fauna Indonesia dibagi menjadi 3 wilayah yang dibatasi oleh garis abstrak yang disebut Garis Walace dan Garis Weber. Berdasarkan hal tersebut, keanegaragama fauna di Indonesia dibagi menjadi 3 zona, yaitu: Zona Asia, Zona Australia, dan Zona Peralihan. Sabagian besar wilayah Indonesia yang ada pada zona asia, australia, dan sulawesi di zona peralihan merupakan hutan hujan tropis yang terdiri atas banyak pepohonan tinggi, kawasan lembah dan bukit dengan berbagai ketinggian. Pada zona peralihan bagian selatan di kepulauan nusa tenggara terdapat hutan savana yang terdiri atas semak dan padang rumput yang luas.
![]() |
| Peta Zona Penyebaran Satwa Indonesia |
Menikmati Keindahan Fauna di SurabayaKonon katanya Kebun Binatang Surabaya (KBS) memiliki komodo terbaik yang ada di konservasi eksitu. Jika dulu saya sering mendengar isu buruk tentang kebun binatang ini tapi berbeda dengan sekarang. Saya adalah pengunjung setia kebun binatang dan sangat ingin mengunjungi KBS karena ingin melihat komodo komodo terbaik yang tumbuh seperti hidup di alamnya. tapi saat ini KBS mampu menampilkan naga terakhir Indonesia yang tumbuh dan berkembang biak dengan baik di dalam kawasannya.
![]() |
| Sumber: Reza Iqbal (IDN Times) |
Menikmati Keindahan Fauna di Taman Nasional Baluran
![]() |
| Taman Nasional Baluran (Sumber: detik.com) |
Foto diatas mengingatkan saya pada Leonardo Dicaprio dalam behind the scene film The Revenant yang ditayangkan lewat film dokumenter Before The Flood. Dicaprio berfoto didepan tumbukan tanduk kerbau atau hewan bertanduk lainnya dengan ketinggian hampir 5 meter dan mengatakan "Betapa hebatnya para kru menyiapkan scene ini dan mungkin bisa menjadi pengingat berapa banyak sumber daya alam yang telah kita manfaatkan". Dalam perjalanan saya ke Cina berapa waktu lalu, Suku Li dan Miou di Pulau Hainan juga mengumpulkan tanduk kerbau dengan cara yang sama untuk menjadi pengingat sumber daya dari alam yang telah kita manfaatkan. Taman Nasional Baluran memiliki monumen yang sama untuk mengingat satwa khasnya. Taman Nasional Baluran sangat identik sebagai habitat alami Banteng Jawa yang merupakan asal muasal Sapi Bali.
Semesta Alam Liar Baluran (Sumber: CNN Indonesia)
Tak hanya banteng, banyak pertualangan seru yang berhubungan dengan satwa liar bisa kita saksikan di Taman Nasional Baluran. Africa Van Java menawarkan pertualangan seru karena kita bisa menyaksikan langsung aktivitas satwa di zona pariwisata yang disediakan oleh pemerintah agar tidak menganggu aktivitas para satwa. Jadi apa saja yang bisa disaksikan para wisatawan:
- Kawasan Wisata Mangroove
- Pusat Konservasi Semi Alami Banteng Jawa
- Pengamatan Burung Liar terutama Merak
- Pengamatan Kawanan Rusa
Menarik bukan? Dengan satu kali perjalanan terbang dari Jakarta ke Surabaya kita bisa menikmati keindahan flora dan fauna Indonesia yang ada di konservasi eksitu Komodo di Kebun Binatang Surabaya dan konservasi insitu Banteng Jawa di Taman Nasional Baluran.
Perkembangan teknologi dan komunikasi banyak memudahkan kita untuk mempermudah perjalanan dari pemesanan tiket pesawat ke Surabaya serta pemesanan akomodasi hotel dan transportasi perjalanan lainnya. Saya sering kali menghabiskan waktu untuk mencari promo dan discount terbaik yang ditawarkan dan saat ini tak perlu lagi melakukan banyak survey karena Pegipegi menawarkan 4 jaminan bagi konsumen:
- Kemudahan Pembayaran merupakan hal pertama yang dicari oleh konsumen dan Pegipegi memberikan pilihan pembayaran yang lengkap melalui transfer bank, kartu kredit, pembayaran di swalayan, internet banking, dan cicilan.
- Diskon dan Promo tak perlu diragukan karena Pegipegi memberikan banyak potongan pembayaran untuk berbagai metode pemesanan maupun pembayaran.
- Pepepoin merupakan favorit saya karena semakin banyak poin yang terkumpul bisa dijadikan tabungan untuk potongan pembayaran berikutnya.
- Best Price Guarantee, Pegipegi juga memberu jaminan bahwa kita akan mendapatkan harga terbaik yang ditawarkan.
Yuk, mulai travelling mengunjungi keindahan flora dan fauna Indonesia karena kalau bukan kita yang mencintai dan melindungi mereka,
siapa yang harus melakukannya?
Dalam catatan perjalanannya di pertengahan abad ke-13, Marcopolo menuliskan bahwa dia bertemu dengan hewan yang dianggap hanya sekedar mitos oleh bangsa Eropa. Marcopolo menuliskan bahwa dia bertemu dengan seekor kuda yang memiliki satu tanduk di kepalanya, Unicorn.Tahukah kamu!Unicorn yang diceritakan oleh Marcopolo berbeda karena memiliki kaki seperti gajah, bulu seperti kerbau, dan memiliki satu tanduk hitam dikeningnya, serta senang berkubang di dalam lumpur. Kemudian diketahui bahwa Unicorn yang terdapat dalam catatan perjalanan Marcopolo adalah salah satu kekayaan bangsa Indonesia, yaitu Badak Sumatera.
![]() |
| Sumber: tenor.com |
Unicorn yang kita ketahui berasal dari dongeng merupakan hewan yang lucu, jinak, dan baik hati. Bahkan dalam serial Harry Potter diketahui bahwa Unicorn merupakan hewan suci yang jika kamu meminum darahnya maka akan mendapatkan kehidupan yang abadi tapi terkutuk. Selain, Unicorn milik bangsa kita yang hidup di selatan hutan Sumatera akan hadir banyak Unicorn baik hati dan lucu untuk menghibur kita di Dunia Fantasi.
Banyak alasan orang memilih untuk pergi. Saya pergi karena jenuh, lelah, dan bosan karena tidak memiliki rutinitas yang menyenangkan. Tapi, kekuatan yang paling sering menyeret saya untuk pergi dan meninggalkan rutinitas adalah keinginan untuk bertemu orang baru. Jadi saya memutuskan untuk mengajukan cuti tidak lebih dari 5 menit setelah Windy mengirimkan ajakan untuk berlibur di Hainan.
Hainan merupakan sebuah pulau di Laut Cina Selatan tempat diselenggarakan acara Miss World 2018. Pemerintah Cina saat ini sedang gencar dalam melakukan promosi wisata Hainan dan yang paling dibanggakan adalah keindahan pulau tropis di Laut Cina Selatan yang bebas polusi. Ada banyak tempat menarik yang bisa dikunjungi dalam perjalanan wisata di Hainan, salah satunya adalah "Time Traveler". Pemerintah Cina melakukan penataan ulang terhadap tata kota di Provinsi Hainan. Pulau Hainan pada awalnya merupakan lokasi untuk mengisolasi para tahanan politik. Namun seiring berjalannya waktu pemerintah sadar akan potensi wisata yang dimiliki oleh Pulau dengan luas 33.920 km².
"Andaikan saya meninggal, tidak apa saya meninggal di Hainan karena tempat ini indah" Perkataan terkenal dari Su Shi salah satu tahanan yang dibuang ke Pulau Hainan pada abad ke-11.
Saya ingin bercerita tentang Qilou Old Street, di Indonesia mungkin bisa diasosiasikan dengan Kawasan Kota Tua Jakarta dan Kota Lama Semarang. Menariknya Pemerintah Cina melakukan pemeliharaan secara rutin terhadap jalan-jalan yang memiliki nilai sejarah di dalamnya. Sebelum memasuki Qilou Old Street kita akan menemukan Tourism Information. Melalui informasi kita bisa tau mengenai sejarah-sejarah pembangunan Provinsi Hainan dan maafkan saya yang tidak mampu memahami banyak hal yang dijelaskan di kantor tersebut. Saya melihat terdapat maket yang terlihat seperti benteng pertahanan dan banyak poster-poster yang menggambarkan keindahan wisata Pulau Hainan yang saat ini gencar disebut sebagai Hawainya Cina. Salah satu hal yang saya pelajari melalui perjalanan ini adalah kamu harus bisa memahami Bahasa Mandarin sebagai bahasa asing kedua karena warga negara Cina sangat menghargai bahasa ibu mereka sehingga terkesan tidak English Friendly. Tapi tenang saja, saya bisa mendapat bantuan dari salah satu cleaning service di tempat wisata atau membeli oleh-oleh hanya berbekal bahasa tubuh dan mengeong.
Qilou Old Street menawarkan lokasi yang instagramable untuk mempercantik timeline dan tentu saja kita bisa mengagumi betapa indahnya arsitektur di masa lalu yang masih terawat. Saya rasa daerah di sekitar Jalan Gajah Mada Harmoni akan sama indahnya jika dirawat dan dipelihara dengan baik. Qilou Old Street tidak menunjukkan arsitektur Cina yang khas, malah lebih menunjukkan arsitektur Eropa dengan pilar tingginya. Saya tidak sempat mengelilingi keseluruhan Qilou Old Street karena terlanjur jatuh cinta pada Book and Coffee Shop yang terletak diujung jalan.
Awalnya saya hanya melirik tempat ini dari luar dan tidak berani masuk karena tempat ini terkesan ekslusif dan sangat tenang, tapi Rez bilang "Ya kalau mau masuk aja". Ternyata di dalamnya lebih indah dari yang saya kira. Atap toko ini dilukis dengan gambaran tata surya, saya melihat ada gambar bumi jadi tidak mengerti gambar ini diambil dari sudut planet mana mungkin Mars.Terdapat rak buku yang dipenuhi dengan berbagai judul buku yang akan dijual (dalam bahasa China jadi saya tidak bisa membeli apapun). Rak buku ini dibuat dengan konsep seperti pohon yang menyimpan banyak buku. Selain rak buku, toko ini menyediakan tempat yang nyaman bagi pembaca untuk duduk membaca sambil ngopi. Meja dan kursi yang disediakan memberi kesan kamu sedang di alam dan menikmati langit malam.
Satu hal yang saya pikirkan saat itu adalah "Ingin membawa pulang tempat itu"
Setelah 4 hari perjalanan di Cina saya menyadari bahwa konsep Book and Coffee Shop merupakan hal yang lazim di Cina, bahkan ada satu lobi hotel yang menciptakan konsep tersebut untuk memberi kenyamanan pada pengunjungnya. Dan mungkin saat ini saya mempunyai impian baru ingin memiliki sebuah Book and Coffee Shop yang memberi kenyamanan dan ketentraman bagi pengunjungnya seperti yang saya lihat di Qilou Old Street.
Adakah manusia yang lebih sering meratapi kesialannya dibanding saya?Bisa jadi iya dan bisa jadi tidak
Terkadang saya berpikir atas alasan apa Allah menempatkan saya disini, disebuah lembaga pemerintah yang seharusnya terhormat tapi malah karena beberapa personal menjadikan tempat ini sangat buruk di mata saya karena hal yang terjadi disini tidak seperti di lembaga pemerintah lainnya lebih ke persoalan moral yang mendobrak keunikan budaya timur Indonesia dan dianggap biasa saja oleh orang-orang dalam lingkungan ini. Saya tidak menjelekkan lembaga ini secara keseluruhan karena memang persoalan yang menurut saya tabu ini hanya tenggelam di cabang Lido tanpa ada yang mau melaporkan ke pihak pimpinan atau inspektorat untuk diselesaikan. (Maafkan saya yang menulis 1 paragraf kalimat mengeluh ini, padahal sebenanrnya mau membuatnya menjadi 1 proyek skenario sinetron hikmah di salah satustasiun Televisi swasta di Indonesia).
Apa yang menjadi impian semua anak-anak?Tentu saja Taman Bermain. Saya masih bisa mengingat jelas pada awal abad ke-21 uni yang baru pulang dari karya wisata Sumatera-Jawa bilang "Disana ada istana boneka yang menyimpan koleksi boneka dari seluruh Indonesia dan beberapa negara di dunia". Dan tentunya, saya yang saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar punya impian untuk berkeliling dengan sebuah perahu mengelilingi replika budaya nusantara dan beberapa negara di dunia seperti yang diceritakan oleh uni saya tentang Istana Boneka. Saya baru berkesempatan untuk datang ke Taman Bermain ini setelah memasuki usia kepala dua dan saya percaya bahwa Taman Bermain bukan hanya untuk anak-anak tapi diciptakan untuk semua rentang usia.
Dan, apa impian terbesarmu?
![]() |
| Ilustrasi Bahtera Nuh: Wikimedia Common |
Jika saya harus memilih sebuah alkisah yang menjadi kesukaan, maka saya akan memilih kisah Nabi Nuh. Saya sangat senang ketika memahami bahwa Allah sang pencipta telah mengajarkan makna konservasi sejalan dengan perintah untuk taat kepadaNya. Nabi Nuh diperintahkan Allah untuk membuat satu buah kapal yang sangat besar di puncak bukit sebagai persiapan menghadapi banjir bandang yang akan menjadi azab Allah atas kaum yang ingkar padaNya. Allah memerintahkan agar Nabi Nuh membawa serta umatnya yang taat kepada Allah SWT beserta masing-masing sepasang satwa ke dalam Kapal tersebut. Secara tidak lamngsung kisah ini mengajarkan kita untuk memahami makna konservasi menyelamatkan alam semesta beserta isinya bukan menyebabkan kerusakan terhadap alam.
Hablum Minallah, Hablum Minan Naas, Hablum Minal Alam








