• Home
  • Profil
  • Others
    • Review
    • Culture
    • Story
  • Wildlife
  • Travel
facebook twitter instagram Email

Part Time Veterinarian

Apa yang menjadi impian semua anak-anak?
Tentu saja Taman Bermain. Saya masih bisa mengingat jelas pada awal abad ke-21 uni yang baru pulang dari karya wisata Sumatera-Jawa bilang "Disana ada istana boneka yang menyimpan koleksi boneka dari seluruh Indonesia dan beberapa negara di dunia". Dan tentunya, saya yang saat itu masih duduk di bangku sekolah dasar punya impian untuk berkeliling dengan sebuah perahu mengelilingi replika budaya nusantara dan beberapa negara di dunia seperti yang diceritakan oleh uni saya tentang Istana Boneka. Saya baru berkesempatan untuk datang ke Taman Bermain ini setelah memasuki usia kepala dua dan saya percaya bahwa Taman Bermain bukan hanya untuk anak-anak tapi diciptakan untuk semua rentang usia.
Dan, apa impian terbesarmu?
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Ilustrasi Bahtera Nuh: Wikimedia Common
Jika saya harus memilih sebuah alkisah yang menjadi kesukaan, maka saya akan memilih kisah Nabi Nuh. Saya sangat senang ketika memahami bahwa Allah sang pencipta telah mengajarkan makna konservasi sejalan dengan perintah untuk taat kepadaNya. Nabi Nuh diperintahkan Allah untuk membuat satu buah kapal yang sangat besar di puncak bukit sebagai persiapan menghadapi banjir bandang yang akan menjadi azab Allah atas kaum yang ingkar padaNya. Allah memerintahkan agar Nabi Nuh membawa serta umatnya yang taat kepada Allah SWT beserta masing-masing sepasang satwa ke dalam Kapal tersebut. Secara tidak lamngsung kisah ini mengajarkan kita untuk memahami makna konservasi  menyelamatkan alam semesta beserta isinya bukan menyebabkan kerusakan terhadap alam.

Hablum Minallah, Hablum Minan Naas, Hablum Minal Alam
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Apa mimpi terbesar dalam hidupmu?

Saya masih mengingat jelas pada masa perkenalan mahasiswa baru dimana kami diberikan banyak motivasi tentang mimpi oleh senior-senior yang berprestasi dibidang akademik dan non akademik serta mereka-mereka yang menempuh perjalanan jauh hingga ke luar negeri untuk mengharumkan nama kampus maupun bangsa ini. Saat ini adik saya memasuki semester 3 di tempat yang sama dengan saya menempuh pendidikan tinggi, dan dia sepertinya kena pengaruh masa perkenalan itu hingga disibukkan dengan semua urusan essai, simposium, atau apalah. Dan dia tak mendapat satu jawabanpun dari saya.
Share
Tweet
Pin
Share
6 Comments
Seratus ekor tukik berjalan perlahan keluar dari lubang yang dibuat oleh induk mereka menuju deburan ombak di lautan. Mereka berusaha keluar dari telur dalam sarang yang ditinggalkan oleh induk mereka yang kembali ke lautan lepas setelah memastikan anak-anaknya berada pada tempat yang aman.
Sumber: http://balinewsnetwork.com
Jika diperhatikan lagi, induk tukik seperti seorang remaja yang melahirkan anaknya secara sembunyi-sembunyi kemudian meninggalkan mereka. Tapi, entahlah kita tidak tahu apa yang dipertimbangkan oleh sang pencipta ketika menentukan nasib untuk hidup dengan siklus ini kepada spesies penyu. Seekor penyu betina akan berenang menuju tepi pantai pada malam hari, kemudian dia akan menggali pasir dengan sirip belakangnya dengan kedalaman 50-70 cm dan mengeluarkan 80-120 butir telur dan kembali menutup sarangnya dengan pasir. Sebelum matahari menunjukkan secercah sinarnya di ufuk timur, induk penyu akan kembali ke lautan meninggalkan telur-telur yang akan menetas.
Share
Tweet
Pin
Share
46 Comments
Amir Hasan merupakan putra Sunan Kudus yang diusir karena melalaikan tugas untuk memimpin pesantren ketika ayahnya ditugaskan mengantarkan jemaah haji ke Mekkah dan Madinah. Kemudian Amir Hasan berguru pada Sunan Muria. Setelah ilmu agamanya dirasa cukup, Amir Hasan dikirim oleh Sunan Kudus dan Sunan Muria untuk menyebarkan agama islam ke daerah baru. Amir Hasan dan dua orang santri berangkat ke utara laut jawa dan setelah tiba di kawasan baru beliau meminta kedua santri tersebut menyampaikan kabar tersebut kepada Sunan Kudus dan Sunan Muria. Sunan Kudus dan Sunan Muria bahagia menerima kabar tersebut dan mengirimkan hadiah berupa mustaka (pucuk mesjid), pecel lele, pepes siput, satu buah nangka besar, dan seunting padi. Namun pecel lele dan pepesan siput dibuang oleh Amir Hasan ke kali kecil di dekatnya sambil berkata "Siapa tahu lele dan siput tersebut akan menjadi sumber kehidupan anak cucu kita di tanah yang baru". Saat ini daerah tersebut diberi nama Legon Lele dan terdapat lele tanpa patil yang hidup di air payau. Konon katanya, lele tanpa patil di Karimun Jawa ada karena Amir Hasan membuang pecel lele yang sudah di masak dan dibuang patilnya ke dalam kali.
Sangat disayangkan, saya tidak sempat mencicipi masakan lele yang konon merupakan biakan dari pecel lele hadiah untuk Amir Hasan dari dua sunan terbesar di pulau jawa. Namun, saya termasuk orang yang beruntung karena berkunjung ke kepulauan Karimun Jawa saat dilaksanakan Festival Jajanan dan Makanan Pesisir. Karimun jawa merupakan kepulauan di utara pulau jawa yang namanya bermakna samar-samar terlihat dari pulau jawa. Selain itu, karimun jawa juga memiliki makna yang mulia di laut jawa. Tak hanya tujuan mulia Amir Hasan untuk menyebarkan agama islam di daerah baru tersebut, namun Karimun Jawa juga memiliki kemuliaan untuk kekayaan biota lautnya.
Share
Tweet
Pin
Share
8 Comments
Beberapa hari setelah perayaan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang ke-9 dibentuk panitia yang akan mempersiapkan sebuah monumen yang merupakan karya budaya setinggi-tingginya, menggambarkan kalbu dan keluhuran  budaya Indonesia, menunjukkan kepribadian bangsa Indonesia, serta menimbulkan semangat kepahlawanan. Pembangunan monas dikelola oleh Tim Yuri yang dipimpin langsung oleh presiden Soekarno. Awalnya, tim Yuri melakukan sayembara untuk design monas tapi tidak menemukan karya yang menggambarkan harapan pendirian monas. Presiden Soekarno lalu menunjuk Soedarsono dan Frederick Silaban untuk membuat design monumen yang sesuai harapan tim Yuri. Kemudian dipilih design dari Soedarsono yang mengandung makna Lingga dan Yoni yang menggambarkan kehidupan abadi, Lingga dan Yoni yang serupa dengan Alu dan Lumpang yang menggambarkan tradisi masyarakat Indonesia, dan sebuah monumen yang menjulang ke langit dengan lidah api yang menggambarkan semangat kebangsaan diatasnya.
Jika bisa memilih saya ingin diajak berwisata menjelajahi waktu tapi itu tidak mungkin. Mungkin ide gila menjelajahi waktu yang mendorong pembangunan banyak museum di berbagai penjuru dunia. Hari sabtu 22 Oktober 2016 lalu, saya diajak berwisata menjelajahi waktu bersama Indonesia Corners yang disponsori oleh Asus Indonesia. Kami mengunjungi Balai Kota dan Jakarta Smart City, Kawasan Kota Tua dengan Bus City Tour Jakarta, dan menikmati angin malam di puncak Monumen Nasional.
Teras Balai Kota DKI Jakarta (Foto: Bandung Diary)
Share
Tweet
Pin
Share
14 Comments
Menjadi dokter hewan tinggal selangkah lagi tapi menjadi seorang blogger butuh perjuangan yang lebih besar. Beberapa tahun yang lalu, saya membaca sebuah novel dan terinspirasi untuk memberi nomor urut pada setiap artikel yang saya tulis. Positifnya, saya tidak bisa menghapus satu tulisan ketika tidak lagi dibutuhkan atau dapat merugikan karena akan pasti akan ketahuan. Tapi negatifnya, judul artikel jadi kepanjangan. Selain itu, salah satu artikel yang saya tulis tentang kesan operasi pertama yang saya lakukan mendapat viewer terbanyak dan sering kali saya diprotes oleh adik kelas yang nyasar ketika mencari literatur laparotomi untuk laporan mereka.
Cita-cita saya adalah seorang penyampai berita tentang konservasi, mengajak masyarakat lebih mengenal dan mencintai satwa liar. 
Saya bukan orang yang hebat ataupun memiliki kekuasaan untuk mengurangi tindakan eksploitasi terhadap lingkungan dan satwa liar karena itulah saya ingin menjadi seorang yang sering membagi sedikit ilmu yang saya miliki. Saat sidang sarjana dua tahun yang lalu, dosen pembimbing skripsi saya bertanya "Kamu mau jadi apa setelah lulus? Kamu suka menulis kan?". Jawaban saya saat itu adalah "Saya suka menulis blog pak dan tidak mampu untuk tulisan ilmiah karena saya bukan orang cerdas dan telaten yang sering melakukan penelitian dan menuliskan sebuah jurnal ilmiah. Dan setelah lulus saya ingin menjadi blogger yang berbagi tentang konservasi satwa liar.".
Semoga sejak saat ini saya bisa tetap konsisten dalam menulis dan berbagi minat tentang satwa liar di halaman ini.
Postingan ini bukan tulisan terakhir yang saya tulis disini, tapi merupakan tulisan terakhir dengan membawa kata jurnal dalam judulnya. 
Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
~Jika boleh jujur, waktu terbaik untuk melestarikan orang utan adalah 20 tahun silam. Namun, waktu terbaik berikutnya adalah sekarang, mulai detik ini~
Saya sangat menyukai kalimat yang dijadikan clossing untuk pengumuman lomba blog Save Orang Utan yang dilaksanakan oleh Phinemo bekerja sama dengan Be Borneo Tour. Ketika mendengar kata orang utan, yang saya pikirkan adalah masa depan. Sejak menjadi mahasiswa kedokteran hewan dan bergabung dalam himpunan minat satwa liar, saya selalu membayangkan bekerja di hutan Borneo dan membantu pelestarian orang utan.
Orang utan merupakan satu dari empat jenis kera besar yang hidup di dunia. Orang utan merupakan satwa endemik dari Andalas dan Borneo. Orang utan terbagi menjadi dua spesies yaitu Pongo pygmaeus (Orang Utan Kalimantan) dan Pongo abelii (Orang Utan Sumatera). Orang utan merupakan spesies yang terancam punah berdasarkan klasifikasi yang ditetapkan oleh World Conservation Union dalam IUCN Red List 2007. Status perdagangan dan pemanfaatan orang utan yang diatur oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITES) termasuk dalam kategori Appendix 1 yaitu daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional. 
~Lalu, apa manfaat dan mudarat keberadaan orang utan dalam ekosistem sehingga perlu diatur dalam dua aturan internasional?~
Saat masih duduk di bangku SMA saya akan menjawab, orang utan perlu dipertahankan agar tidak punah agar mereka tetap lestari dan dapat dilihat oleh anak cucu kita kelak. Ratusan atau ribuan tahun kelak, anak-anak tetap bisa melihat orang utan di kebun binatang atau kebetulan bertemu di hutan bukan hanya menonton dalam film sains fiction yang berjudul Jurrasic Park. Setelah belajar, berdiskusi, dan membaca literatur, saya semakin sadar keberadaan orang utan di hutan Andalas dan hutan Borneo bukan hanya sebatas koleksi yang perlu dipertahankan keberadaanya. Orang utan merupakan bagian dari ekosistem dan mereka mengenggam kelestarian ekosistem yang ada di hutan.
Orang utan merupakan satwa arboreal yang hidup diatas pohon. Selama kehidupanya, orang utan akan makan, beraktivitas, dan selama proses tersebut mereka juga menyebarkan bibit tanaman di hutan. Populasi orang utan terus berkurang secara signifikan. Kondisi ini diakibatkan oleh hilangnya habitat, pembalakan liar, kebakaran hutan, perburuan, dan perdagangan orang utan untuk dijadikan pet animal.
Kita mungkin bukan orang yang memiliki kekuasaan seperti pemerintah yang mampu mengeluarkan aturan dan keputusan untuk perlindungan orang utan. Kita juga belum tentu memiliki kemampuan materil untuk membantu NGO dalam bidang konservasi orang utan. Dan, tidak semua dari kita memiliki waktu dan kesempatan untuk turun langsung ke lokasi untuk menyelamatkan orang utan yang menjadi korban keserakahan manusia. Namun, kita semua memiliki media yang tak terbatas untuk melakukan kampanye perlindungan dan penyelamatan orang utan.
~Tri Hita Karana
Good relationship with almighty god
Good relationship with human
Good relationship withenvironment
Orang utan merupakan satwa liar endemik Indonesia yang perlu dilindungi oleh semua kalangan. Orang utan merupakan salah satu agen yang akan mempertahankan keberadaan hutan Indonesia yang katanya paru-paru dunia. Orang utan bukan pet animal, mereka adalah satwa liar yang lebih bahagia hidup bersama kelompoknya dalam hutan Borneo. Cerita perjalanan terbaik bagi seekor orang utan adalah hidup bersama kelompoknya bermain, berkelahi, dan secara tidak langsung menebar bibit di penjuru hutan.
Cara terbaik untuk pelestarian orang utan adalah tidak pernah merusak habitat mereka dan tak pernah membawa mereka keluar dari habitatnya. Akibat keserakahan manusia banyak orang utan menjadi korban sehingga perlu dibentuk konservasi orang utan di luar habitat alaminya. Salah satu kawasan perlindungan orang utan di Kalimantan terdapat di Taman Nasional Tanjung Puting. Pusat konservasi ini diharapkan mampu melindunggi orang utan dari kepunahan.
Tak hanya Orang utan yang harus kita lindungi, ada banyak satwa liar yang hidup di Indonesia yang terancam kepunahan. Salah satu kawasan konservasi satwa liar yang penting di Borneo terdapat di Kepulauan Derawan. Kepulauan derawan penting untuk perlindungan satwa aquatik seperti penyu hijau, penyu sisik, paus, duyung, dan lumba-lumba .

Saya adalah seorang mahasiswa yang akan menjadi dokter hewan, namun cita-cita saya adalah menjadi seorang blogger konservasi. Seorang yang konsisten menulis tentang satwa liar dan pelestariannya serta mengajak orang-orang agar memiliki visi untuk melindungi satwa liar di habitatnya. Tapi hingga saat ini, cita-cita tersebut hanya sebuah tulisan ada banyak kondisi yang menghalangi saya untuk konsisten menulis. Semoga tulisan ini bisa menjadi awal bagi saya untuk menjadi blogger yang konsisten untuk berbagi tentang satwa liar.
Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments

Konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan kolesterol telah menjadi pola hidup masyarakat secara umum. Kondisi ini meningkatkan resiko sindrom metabolik seperti obesitas. Masalah obesitas dalam 20 tahun terakhir ini telah menjadi masalah endemik masyarakat perkotaan. Obesitas ditandai dengan peningkatan bobot badan (>30%) akibat penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Kondisi obesitas biasanya disebabkan ketidakseimbangan jumlah kalori konsumsi dibandingkan dengan Dewasa ini jumlah kalori yang dibakar. Obesitas merupakan faktor utama perkembangan penyakit kronis, seperti penyakit kardiovaskular, aterosklerosis, osteoarthritis, dan penyakit lainnya. Kondisi kardio-obesitas dapat berakhir dengan kematian. (Iseng ngutip paragraf pertama dari skripsi saya)
Pola konsumsi masyarakat saat ini sangat dekat dengan fast food dan makanan berkalori tinggi lainnya. Kondisi ini menyebabkan tingginya kasus penyakit metabolisme. Penyakit metabolisme umumnya sangat terkait dengan pola makan dan gaya hidup. Penyakit metabolisme bukanlah penyakit infeksius yang dapat menyebar dan menjadi wabah, serta menyebabkan angka kematian yang tinggi ataupun kerugian ekonomi. Namun, penyakit metabolisme dapat dicegah apabila masyarakat dapat menerapkan pola hidup yang sehat dan melakukan tindakan preventif sehingga terhindar dari sakit dan penyakit. Tindakan preventif merupakan usaha yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit. Dalam perkuliahan terutama terkait kesehatan satwa liar, Preventif merupakan program utama dalam manajemen kesehatan satwa. 

Umumnya, kita akan datang ke dokter ketika sakit dan membutuhkan terapi ataupun pengobatan. Namun, bukankah lebih baik ketika kita melakukan tindakan preventif sehingga tidak sakit. Tindakan preventif akan menghasilkan peningkatan kualitas kesehatan individu maupun masyarakat. Dalam beberapa artikel yang saya baca terkait tindakan preventif dalam kesehatan masyarakat berhubungan dengan penyuluhan dan konsultasi. Kedua hal tersebut apabila diaplikasikan dengan baik akan mewujudkan kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik. Namun prakteknya sulit, Mengapa? Karena kesibukan, jarak, dan waktu menjadi jurang pemisah antara masyarakat dan tenaga kesehatan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dibutuhkan sebuah inovasi yang bisa memudahkan masyarakat dan tenaga kesehatan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih sehat.




Mereka merupakan 3 orang anak bangsa yang berinisiatif untuk mengembangkan teknologi dan informatika sebagai jembatan penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Shinta Nurfauzia bersama dua rekannya Johannes dan Ronald bekerja sama membangun sebuah health marketplace  yang menghubungkan masyarakat dengan penyedia produk dan jasa kesehatan seperti dokter, klinik, rumah sakit, dan laboratorium. Health marketplace ini dikenal dengan nama Konsula. Sejak diluncurkan pada akhir tahun 2015 lalu, Konsula telah bekerja sama dengan 2371 dokter dan 940 klinik di Indonesia. Jasa yang disediakan berupa konsultasi kesehatan online melalui fitur chat dengan dokter, telepon dengan dokter, cari dan buat janji dokter, serta fitur terbaru konsula berupa E-Store. 
 
Konsula merepakan helath marketplace terlengkap di Indonesia. Konsula telah menambahkan fitur E-Store untuk memudahkan pengguna menemukan paket kesehatan dan kecantikan terbaik dengan harga yang lebih murah. Fitur E-Store sangat mudah digunakan, pengguna dapat membeli paket hanya dalam satu kali klik dan mendapat elektronik voucher dalam aplikasi yang berguna sebagai alat pembayaran pelayanan kesehatan pada mitra Konsula yang bersangkutan.

Nah.... Tunggu apa lagi?? Kamu bisa mendownload aplikasi Konsula langsung di handphone kamu dan dapatkan kesempatan berkonsultasi dengan dokter-dokter terbaik dibidangnya. Tidak perlu ada keraguan terkait kualitas dan kinerja dokter-dokter yang bergabung dalam konsula. Karena konsula bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memverifikasi setiap data calon dokter yang akan bergabung. Selain itu, sudah ada 20 dokter yang siap menjawab keluhan kamu ketika menggunakan fitur chat dengan dokter.

So,  Adakah aplikasi Konsula dalam smartphone kamu? 

Saya sudah mencoba menggunakan fasilitas chat dengan Dokter dan hasilnya keren. Prinsipnya sama saja ketika kamu datang ke dokter. Dokter akan menanyakan keluhan yang kamu hadapi dan anamnesa (sejarah keluhan,  gaya hidup, dan penyakit yang pernah kamu alami sebelumnya). Lalu apakah ada tindakan lanjut?  Tentu saja ada,  kamu bisa memilih fitur Telepon dengan dokter dan dokter dari Konsula akan menghubungi kamu. Setiap pengguna mendapat kesempatan 15 menit konsultasi setiap menggunakan fitur ini. Jika keluhan kamu membutuhkan terapi atau pengobatan lanjutan,  kamu akan mendapat informasi terkait pemeriksaan yang harus dilakukan. Melalui aplikasi yang sama,  kamu bisa memilih rumah sakit dan dokter sesuai pilihan kamu disertai informasi terkait biaya pengobatan. 
 
Pertanyaan yang singgah di benak kamu saat ini pasti,  Berapa biaya yang harus dibayar untuk layanan ini?  Hingga beberapa minggu ke depan kamu bisa menikmati layanan ini secara GRATIS. So,  tunggu apa lagi??? Mumpung lagi ada promosi.
Nah... ini halaman depan aplikasi Konsula dan kode promosi yang bisa kamu pake


Ketiga co-faunder Konsula adalah orang yang luar biasa dengan sebuah ide cerdas yang memudahkan masyarakat Indonesia untuk mendapat jasa konsultasi kesehatan. Aplikasi inipun turut berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tindakan preventif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Ngomong-ngomong soal kesehatan masyarakat, saya sangat senang konsula menyajikan kesehatan masyarakat secara utuh dengan mengikutsertakan peran dokter hewan. Kesehatan masyarakat bukan hanya kesehatan manusia tapi juga melibatkan kesehatan hewan dan lingkungan. Melalui Konsula kamu bisa mendapat informasi tentang dokter hewan dan klinik terdekat untuk mendapatkan layanan terbaik bagi hewan kesayangan kamu.


Ketiga co-founder Konsula dengan perwakilan dokter yang melayani chat dengan dokter. Mungkin suatu hari nanti aku ada disana dan ada fitur konsultasi kesehatan hewan kesayangan di Konsula.
Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Newer Posts
Older Posts

Hi, I am Feby!

Hi, I am Feby!
The Greatness of a nation can be judged by the way its animals are treated ~Mahatma Gandhi

Join This Site

Member Of

Member Of

Blog Archive

  • Januari 2023 (1)
  • April 2021 (5)
  • Maret 2021 (1)
  • Agustus 2020 (2)
  • April 2020 (1)
  • Januari 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • September 2019 (1)
  • Mei 2019 (1)
  • April 2019 (1)
  • Maret 2019 (1)
  • Februari 2019 (1)
  • September 2017 (1)
  • Maret 2017 (1)
  • November 2016 (1)
  • Oktober 2016 (3)
  • Juni 2016 (1)
  • Februari 2016 (3)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juni 2015 (1)
  • Mei 2015 (1)
  • Januari 2015 (1)
  • Oktober 2014 (1)
  • Agustus 2014 (2)
  • Juni 2014 (1)
  • Mei 2014 (1)
  • April 2014 (2)
  • Maret 2014 (1)
  • Februari 2014 (9)
  • Januari 2014 (2)
  • Desember 2013 (3)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (3)
  • September 2013 (8)
  • Agustus 2013 (5)
  • Juli 2013 (3)
  • Juni 2013 (1)
  • Mei 2013 (2)
  • April 2013 (1)
  • Maret 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Desember 2012 (1)
  • November 2012 (1)
  • Oktober 2012 (1)
  • September 2012 (3)
  • Agustus 2012 (1)
  • Juli 2012 (4)
  • Juni 2012 (11)
  • Mei 2012 (8)
  • April 2012 (8)
  • Maret 2012 (6)
  • Februari 2012 (2)
  • Desember 2011 (1)
  • November 2011 (27)

Created with by ThemeXpose