• Home
  • Profil
  • Others
    • Review
    • Culture
    • Story
  • Wildlife
  • Travel
facebook twitter instagram Email

Part Time Veterinarian


Konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan kolesterol telah menjadi pola hidup masyarakat secara umum. Kondisi ini meningkatkan resiko sindrom metabolik seperti obesitas. Masalah obesitas dalam 20 tahun terakhir ini telah menjadi masalah endemik masyarakat perkotaan. Obesitas ditandai dengan peningkatan bobot badan (>30%) akibat penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Kondisi obesitas biasanya disebabkan ketidakseimbangan jumlah kalori konsumsi dibandingkan dengan Dewasa ini jumlah kalori yang dibakar. Obesitas merupakan faktor utama perkembangan penyakit kronis, seperti penyakit kardiovaskular, aterosklerosis, osteoarthritis, dan penyakit lainnya. Kondisi kardio-obesitas dapat berakhir dengan kematian. (Iseng ngutip paragraf pertama dari skripsi saya)
Pola konsumsi masyarakat saat ini sangat dekat dengan fast food dan makanan berkalori tinggi lainnya. Kondisi ini menyebabkan tingginya kasus penyakit metabolisme. Penyakit metabolisme umumnya sangat terkait dengan pola makan dan gaya hidup. Penyakit metabolisme bukanlah penyakit infeksius yang dapat menyebar dan menjadi wabah, serta menyebabkan angka kematian yang tinggi ataupun kerugian ekonomi. Namun, penyakit metabolisme dapat dicegah apabila masyarakat dapat menerapkan pola hidup yang sehat dan melakukan tindakan preventif sehingga terhindar dari sakit dan penyakit. Tindakan preventif merupakan usaha yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit. Dalam perkuliahan terutama terkait kesehatan satwa liar, Preventif merupakan program utama dalam manajemen kesehatan satwa. 

Umumnya, kita akan datang ke dokter ketika sakit dan membutuhkan terapi ataupun pengobatan. Namun, bukankah lebih baik ketika kita melakukan tindakan preventif sehingga tidak sakit. Tindakan preventif akan menghasilkan peningkatan kualitas kesehatan individu maupun masyarakat. Dalam beberapa artikel yang saya baca terkait tindakan preventif dalam kesehatan masyarakat berhubungan dengan penyuluhan dan konsultasi. Kedua hal tersebut apabila diaplikasikan dengan baik akan mewujudkan kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik. Namun prakteknya sulit, Mengapa? Karena kesibukan, jarak, dan waktu menjadi jurang pemisah antara masyarakat dan tenaga kesehatan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dibutuhkan sebuah inovasi yang bisa memudahkan masyarakat dan tenaga kesehatan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih sehat.




Mereka merupakan 3 orang anak bangsa yang berinisiatif untuk mengembangkan teknologi dan informatika sebagai jembatan penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Shinta Nurfauzia bersama dua rekannya Johannes dan Ronald bekerja sama membangun sebuah health marketplace  yang menghubungkan masyarakat dengan penyedia produk dan jasa kesehatan seperti dokter, klinik, rumah sakit, dan laboratorium. Health marketplace ini dikenal dengan nama Konsula. Sejak diluncurkan pada akhir tahun 2015 lalu, Konsula telah bekerja sama dengan 2371 dokter dan 940 klinik di Indonesia. Jasa yang disediakan berupa konsultasi kesehatan online melalui fitur chat dengan dokter, telepon dengan dokter, cari dan buat janji dokter, serta fitur terbaru konsula berupa E-Store. 
 
Konsula merepakan helath marketplace terlengkap di Indonesia. Konsula telah menambahkan fitur E-Store untuk memudahkan pengguna menemukan paket kesehatan dan kecantikan terbaik dengan harga yang lebih murah. Fitur E-Store sangat mudah digunakan, pengguna dapat membeli paket hanya dalam satu kali klik dan mendapat elektronik voucher dalam aplikasi yang berguna sebagai alat pembayaran pelayanan kesehatan pada mitra Konsula yang bersangkutan.

Nah.... Tunggu apa lagi?? Kamu bisa mendownload aplikasi Konsula langsung di handphone kamu dan dapatkan kesempatan berkonsultasi dengan dokter-dokter terbaik dibidangnya. Tidak perlu ada keraguan terkait kualitas dan kinerja dokter-dokter yang bergabung dalam konsula. Karena konsula bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memverifikasi setiap data calon dokter yang akan bergabung. Selain itu, sudah ada 20 dokter yang siap menjawab keluhan kamu ketika menggunakan fitur chat dengan dokter.

So,  Adakah aplikasi Konsula dalam smartphone kamu? 

Saya sudah mencoba menggunakan fasilitas chat dengan Dokter dan hasilnya keren. Prinsipnya sama saja ketika kamu datang ke dokter. Dokter akan menanyakan keluhan yang kamu hadapi dan anamnesa (sejarah keluhan,  gaya hidup, dan penyakit yang pernah kamu alami sebelumnya). Lalu apakah ada tindakan lanjut?  Tentu saja ada,  kamu bisa memilih fitur Telepon dengan dokter dan dokter dari Konsula akan menghubungi kamu. Setiap pengguna mendapat kesempatan 15 menit konsultasi setiap menggunakan fitur ini. Jika keluhan kamu membutuhkan terapi atau pengobatan lanjutan,  kamu akan mendapat informasi terkait pemeriksaan yang harus dilakukan. Melalui aplikasi yang sama,  kamu bisa memilih rumah sakit dan dokter sesuai pilihan kamu disertai informasi terkait biaya pengobatan. 
 
Pertanyaan yang singgah di benak kamu saat ini pasti,  Berapa biaya yang harus dibayar untuk layanan ini?  Hingga beberapa minggu ke depan kamu bisa menikmati layanan ini secara GRATIS. So,  tunggu apa lagi??? Mumpung lagi ada promosi.
Nah... ini halaman depan aplikasi Konsula dan kode promosi yang bisa kamu pake


Ketiga co-faunder Konsula adalah orang yang luar biasa dengan sebuah ide cerdas yang memudahkan masyarakat Indonesia untuk mendapat jasa konsultasi kesehatan. Aplikasi inipun turut berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tindakan preventif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Ngomong-ngomong soal kesehatan masyarakat, saya sangat senang konsula menyajikan kesehatan masyarakat secara utuh dengan mengikutsertakan peran dokter hewan. Kesehatan masyarakat bukan hanya kesehatan manusia tapi juga melibatkan kesehatan hewan dan lingkungan. Melalui Konsula kamu bisa mendapat informasi tentang dokter hewan dan klinik terdekat untuk mendapatkan layanan terbaik bagi hewan kesayangan kamu.


Ketiga co-founder Konsula dengan perwakilan dokter yang melayani chat dengan dokter. Mungkin suatu hari nanti aku ada disana dan ada fitur konsultasi kesehatan hewan kesayangan di Konsula.
Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Salah satu program yang harus saya jalani di Program Pendidikan Dokter Hewan (PPDH) adalah Magang Profesi Pilihan (Mapropil). Hal paling indah tentang Mapropil adalah kamu bisa memilih lokasi magang sesuai minat dan bisa memilih dosen pembimbing yang paling baik, gampang ngasih nilai, dan paling cocok dengan kepribadian kamu. Awalnya, saya ingin memilih mapropil di konservasi insitu orang utan. Tapi lembaga yang ingin saya tuju tidak memberikan respon jadilah saya mapropil di tempat favorit seantero Jakarta, Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Entah apa yang ada di TMR yang selalu menarik saya untuk datang. November 2015 adalah kali ketiga saya mengajukan dan diterima untuk magang di TMR dan entah untuk kali keberapa hanya sekedar datang dan berkunjung bertemu para sahabat.
Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments
RA, dewa matahari dengan kepala elang, dewa dari seluruh dewa dari peradaban Mesir Kuno. Ra bertugas memimpin sebuah perahu yang ditempati oleh banyak dewa melintasi langit untuk menyinari bumi. Setibanya di ufuk barat, Ra melintasi akhirat  membawa cahaya untuk jiwa-jiwa yang telah mati kemudian kembali ke timur dan menyinari bumi di siang hari. Perjalanan yang dilalui oleh Ra penuh bahaya dari Apep, dewa ular yang jahat. Suatu waktu Apep mampu menghentikan perjalanan Ra dan mereka bertarung. Dalam pertarungan inilah bumi menjadi gelap gulita pada siang hari. Ada banyak mahluk yang mengawasi perjalanan Ra dan Apep. Seekor Naga dari daratan Cina, Rahu dan Kelu dari India, dan Batara Kala dari Tanah Jawa. Mereka hanyalah sosok yang membayangi perjalanan Ra  dan Apep, kemudian menelan mereka ketika sedang lenggah di tengah pertarungan.

Bara Kala sudah menunggu selama 21 tahun sejak 24 Oktober 1995, menantikan pertarungan antara Ra dan Apep. Tahun ini Ra melewati langit nusantara dan di suatu titik Apep mampu menghalangi perjalanan Ra, ketika itu Batara Kala muncul dan menelan mereka. Namun dari tanah jawa kondisi ini terlihat seperti Batara Kala menelan kepala dewi Ratih.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Minggu lalu saya mendapat kesempatan bergabung bersama teman-teman blogger dan tim dari ICITY Indosat Ooredoo (read: u-ri-du) untuk membahas digital komik. Ngomong-ngomong soal komik, saat kecil saya suka membaca komik. Komik Jepang seperti Doraemon, Cherry, Detektif Conan, dan Sinchan merupakan  sahabat setia anak gaul 90-an seperti saya. Komik Jepang yang paling saya suka adalah serial Wildlife yang mengangkat cerita tentang seorang dokter hewan. Saya ingin seperti Thesso Iwashiro yang memiliki jiwa besar dan keikhlasan hati membantu hewan terutama satwa liar. Komik karya penulis Indonesia yang saya ingat terbit diakhir 90-an adalah komik Petruk Gareng karya Tatang S. Komik karya Tatang S, ini mampu mengenalkan tokoh perwayangan (Petruk , Gareng, Semar, dkk) dalam kehidupan sehari-hari dan memberi banyak pesan moral melalui kisah komedi dan terkadang horor.
Digital komik yang dibahas adalah Cronicle Of Calonarang Baladewa yang diterbitkan dalam dua versi yaitu versi dewasa dan versi anak-anak dengan multimedia yang lebih ceria khas anak-anak. Pertama kali melihat cuplikan komik yang terlintas dalam pikiran saya, He's Samsons. Hei... siapa yang tak kenal Samson laki-laki kuat yang mampu mengalahkan seekor singa namun tunduk pada pesona si cantik Delilah. Tapi ternyata saya salah....
Share
Tweet
Pin
Share
12 Comments
 
Saya sangat menikmati masa-masa koas di daerah. Diluar lingkungan kampus, dengan tugas yang sama beratnya tapi terasa lebih bahagia. Bertemu orang-orang yang baru saya kenal dan mengenal saya. Belajar hal baru, berinteraksi langsung dengan hewan, dan khusus untuk bagian ini merasakan udara segar pegunungan disertai pemandangan indahnya pegunungan. Saya sedang di menjalani masa koas di Cisarua di kaki gunung tangkuban perahu. 
Saya masih belum tau bagaimana perjalanan koas  daerah 4 bulan berikutnya, tapi entah kenapa saya merasa bagian ini adalah yang terbaik. Selama lebih dari 6 tahun menempuh pendidikan di tanah sunda, berkelana belajar di beberapa tempat tentang sapi dan terutama satwa liar, tidak banyak orang yang akan mengingat nama saya apabila saya kembali lagi. Tapi tempat ini berbeda, saya yakin jika saya kembali 5 atau 6 tahun nanti mereka semua akan mengingat nama saya. Mungkin ini hanyalah hal sederhana, tapi dalam salah satu buku yang pernah saya baca bahwa namadan tanggal lahir adalah sesuatu yang harus kamu ingat tentang orang lain.
Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman 

Borneo, salah satu impian masa depan saya. Salah satu pulau terbesar di Indonesia dengan kekayaan alam yang tak terhingga, dari dalam perut bumi hingga ekosistem yang hidup di permukaannya. Sebagai seorang calon dokter hewan saya memiliki minat di bidang konservasi dan satwa liar, hal ini yang memotivasi untuk menjadi bagian dari penyelamatan hutan Kalimantan dan kehidupan liar di dalamnya.

Hutan Kalimantan dengan berbagai satwa endemik Indonesia dalam satu atau dua tahun kedepan akan menjadi rumah kedua untuk saya. 
Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Ampuni saya yang saat ini malas nulis postingan untuk blog dan lagi lagi ampuni saya karena postingan dibawah gak konsisten karena tiba-tiba menggunakan kata ganti "gue". Sebenarnya tulisan dibawah hanyalah hasil copy paste dari postingan singkat saya di tumblr. Saya berinisiatif untuk menggunakan tumblr karena sering tidak sempat menulis di blog ini, karena tumbr lebih terkesan miniblog jadi ada keringanan ketika draft belum kelar ya udah deh posting aja.

Dulu waktu masih kuliah S1 gue dan dhani sering ngobrol dan bilang kita akan bikin 1 blog bersama tempat untuk berbagi tentang keseharian kita di dunia per”koas”an. Tapi mengingatkan pada satu dan banyak hal, “She left me” (Hahahhahaha..... itu cuma ekspresi ala biyol si drama queen). Sebenarnya gue tertinggal jauh dibelakang dhani karena kebodohan sendiri.
Nah.... nah.... ternyata dunia koas sangat melelahkan, banyak tekanan, banyak tugas, harus banyak belajar, lebih banyak tuntutan dari dosen tentunya agar kinerja kita di lapangan sangat baik. Namun dibalik semua itu dunia koas akan sangat teramat menyenangkan kalau kita bisa menempatkan diri pada posisi terbaik, seperti;
Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments
Sampe lupa kapan terakhir kali menulis di blog ini, kalau di postingan terakhir sih tertulis 17 Januari 2015 (setidaknya di tahun 2015 ini saya sudah menulis 1 postingan).
om
Hari ini ketika saya sedang duduk manis di ruang patologi dan kurang kerjaan sehingga bisa blogwalking dan lirik-lirik perkembangan terbaru tentang satwa liar, kembali saya menemukan banyak poster tentang perburuan hiu #SOSSharks. Permasalahan satwa liar yang hampir punah memang terlihat sangat sederhana, mungkin banyak orang yang akan bilang "Ya udah sih kalau emang hiu punah apa ngaruhnya ke kehidupan manusia".
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Ini adalah late post yang benar-benar terlambat.
om
Waktu zaman harusnya sibuk nge-draft dan baca jurnal malah ketagihan nulis di blog ini dan otak-atik media sosial. Sekalinya di kasih kesempatan hampir satu semester (setelah SKL keluar) untuk bebas main, bebas menjelajah medsos, bebas baca novel, dan pastinya bebas nulis di blog, si empunya blog ini  malah memilih tidur seharian di kosan bangun dan nonton TV (baca: Mahabarata). 

Yep... Right....
Manusia itu adalah saya Feby Yolanda Wulandari, SKH (Ciiiieeee yang namanya udah ada gelar ikutannya)
Akhirnya saya bisa menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran hewan setelah menghabiskan satu tahun untuk main, mencari arah, pengalaman, dan entah apalagi yang saya kerjakan. Semua ini tentunya tak akan tercapai tanpa kesehatan, kesempatan, dan pencerahan untuk kembali membuka laptop, menghitung dan mengolah data sel radang pada pembuluh darah 11 ekor monyet. Dan yang paling saya syukuri dalam hidup ini adalah memiliki dosen pembimbing paling baik dan paling sabar dalam menghadapi mahasiswa yang suka menghindari skripsi.
Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Newer Posts
Older Posts

Hi, I am Feby!

Hi, I am Feby!
The Greatness of a nation can be judged by the way its animals are treated ~Mahatma Gandhi

Join This Site

Member Of

Member Of

Blog Archive

  • Januari 2023 (1)
  • April 2021 (5)
  • Maret 2021 (1)
  • Agustus 2020 (2)
  • April 2020 (1)
  • Januari 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • September 2019 (1)
  • Mei 2019 (1)
  • April 2019 (1)
  • Maret 2019 (1)
  • Februari 2019 (1)
  • September 2017 (1)
  • Maret 2017 (1)
  • November 2016 (1)
  • Oktober 2016 (3)
  • Juni 2016 (1)
  • Februari 2016 (3)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juni 2015 (1)
  • Mei 2015 (1)
  • Januari 2015 (1)
  • Oktober 2014 (1)
  • Agustus 2014 (2)
  • Juni 2014 (1)
  • Mei 2014 (1)
  • April 2014 (2)
  • Maret 2014 (1)
  • Februari 2014 (9)
  • Januari 2014 (2)
  • Desember 2013 (3)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (3)
  • September 2013 (8)
  • Agustus 2013 (5)
  • Juli 2013 (3)
  • Juni 2013 (1)
  • Mei 2013 (2)
  • April 2013 (1)
  • Maret 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Desember 2012 (1)
  • November 2012 (1)
  • Oktober 2012 (1)
  • September 2012 (3)
  • Agustus 2012 (1)
  • Juli 2012 (4)
  • Juni 2012 (11)
  • Mei 2012 (8)
  • April 2012 (8)
  • Maret 2012 (6)
  • Februari 2012 (2)
  • Desember 2011 (1)
  • November 2011 (27)

Created with by ThemeXpose