• Home
  • Profil
  • Others
    • Review
    • Culture
    • Story
  • Wildlife
  • Travel
facebook twitter instagram Email

Part Time Veterinarian

Salah satu program yang harus saya jalani di Program Pendidikan Dokter Hewan (PPDH) adalah Magang Profesi Pilihan (Mapropil). Hal paling indah tentang Mapropil adalah kamu bisa memilih lokasi magang sesuai minat dan bisa memilih dosen pembimbing yang paling baik, gampang ngasih nilai, dan paling cocok dengan kepribadian kamu. Awalnya, saya ingin memilih mapropil di konservasi insitu orang utan. Tapi lembaga yang ingin saya tuju tidak memberikan respon jadilah saya mapropil di tempat favorit seantero Jakarta, Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Entah apa yang ada di TMR yang selalu menarik saya untuk datang. November 2015 adalah kali ketiga saya mengajukan dan diterima untuk magang di TMR dan entah untuk kali keberapa hanya sekedar datang dan berkunjung bertemu para sahabat.
Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments
RA, dewa matahari dengan kepala elang, dewa dari seluruh dewa dari peradaban Mesir Kuno. Ra bertugas memimpin sebuah perahu yang ditempati oleh banyak dewa melintasi langit untuk menyinari bumi. Setibanya di ufuk barat, Ra melintasi akhirat  membawa cahaya untuk jiwa-jiwa yang telah mati kemudian kembali ke timur dan menyinari bumi di siang hari. Perjalanan yang dilalui oleh Ra penuh bahaya dari Apep, dewa ular yang jahat. Suatu waktu Apep mampu menghentikan perjalanan Ra dan mereka bertarung. Dalam pertarungan inilah bumi menjadi gelap gulita pada siang hari. Ada banyak mahluk yang mengawasi perjalanan Ra dan Apep. Seekor Naga dari daratan Cina, Rahu dan Kelu dari India, dan Batara Kala dari Tanah Jawa. Mereka hanyalah sosok yang membayangi perjalanan Ra  dan Apep, kemudian menelan mereka ketika sedang lenggah di tengah pertarungan.

Bara Kala sudah menunggu selama 21 tahun sejak 24 Oktober 1995, menantikan pertarungan antara Ra dan Apep. Tahun ini Ra melewati langit nusantara dan di suatu titik Apep mampu menghalangi perjalanan Ra, ketika itu Batara Kala muncul dan menelan mereka. Namun dari tanah jawa kondisi ini terlihat seperti Batara Kala menelan kepala dewi Ratih.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Minggu lalu saya mendapat kesempatan bergabung bersama teman-teman blogger dan tim dari ICITY Indosat Ooredoo (read: u-ri-du) untuk membahas digital komik. Ngomong-ngomong soal komik, saat kecil saya suka membaca komik. Komik Jepang seperti Doraemon, Cherry, Detektif Conan, dan Sinchan merupakan  sahabat setia anak gaul 90-an seperti saya. Komik Jepang yang paling saya suka adalah serial Wildlife yang mengangkat cerita tentang seorang dokter hewan. Saya ingin seperti Thesso Iwashiro yang memiliki jiwa besar dan keikhlasan hati membantu hewan terutama satwa liar. Komik karya penulis Indonesia yang saya ingat terbit diakhir 90-an adalah komik Petruk Gareng karya Tatang S. Komik karya Tatang S, ini mampu mengenalkan tokoh perwayangan (Petruk , Gareng, Semar, dkk) dalam kehidupan sehari-hari dan memberi banyak pesan moral melalui kisah komedi dan terkadang horor.
Digital komik yang dibahas adalah Cronicle Of Calonarang Baladewa yang diterbitkan dalam dua versi yaitu versi dewasa dan versi anak-anak dengan multimedia yang lebih ceria khas anak-anak. Pertama kali melihat cuplikan komik yang terlintas dalam pikiran saya, He's Samsons. Hei... siapa yang tak kenal Samson laki-laki kuat yang mampu mengalahkan seekor singa namun tunduk pada pesona si cantik Delilah. Tapi ternyata saya salah....
Share
Tweet
Pin
Share
12 Comments
 
Saya sangat menikmati masa-masa koas di daerah. Diluar lingkungan kampus, dengan tugas yang sama beratnya tapi terasa lebih bahagia. Bertemu orang-orang yang baru saya kenal dan mengenal saya. Belajar hal baru, berinteraksi langsung dengan hewan, dan khusus untuk bagian ini merasakan udara segar pegunungan disertai pemandangan indahnya pegunungan. Saya sedang di menjalani masa koas di Cisarua di kaki gunung tangkuban perahu. 
Saya masih belum tau bagaimana perjalanan koas  daerah 4 bulan berikutnya, tapi entah kenapa saya merasa bagian ini adalah yang terbaik. Selama lebih dari 6 tahun menempuh pendidikan di tanah sunda, berkelana belajar di beberapa tempat tentang sapi dan terutama satwa liar, tidak banyak orang yang akan mengingat nama saya apabila saya kembali lagi. Tapi tempat ini berbeda, saya yakin jika saya kembali 5 atau 6 tahun nanti mereka semua akan mengingat nama saya. Mungkin ini hanyalah hal sederhana, tapi dalam salah satu buku yang pernah saya baca bahwa namadan tanggal lahir adalah sesuatu yang harus kamu ingat tentang orang lain.
Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman 

Borneo, salah satu impian masa depan saya. Salah satu pulau terbesar di Indonesia dengan kekayaan alam yang tak terhingga, dari dalam perut bumi hingga ekosistem yang hidup di permukaannya. Sebagai seorang calon dokter hewan saya memiliki minat di bidang konservasi dan satwa liar, hal ini yang memotivasi untuk menjadi bagian dari penyelamatan hutan Kalimantan dan kehidupan liar di dalamnya.

Hutan Kalimantan dengan berbagai satwa endemik Indonesia dalam satu atau dua tahun kedepan akan menjadi rumah kedua untuk saya. 
Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Ampuni saya yang saat ini malas nulis postingan untuk blog dan lagi lagi ampuni saya karena postingan dibawah gak konsisten karena tiba-tiba menggunakan kata ganti "gue". Sebenarnya tulisan dibawah hanyalah hasil copy paste dari postingan singkat saya di tumblr. Saya berinisiatif untuk menggunakan tumblr karena sering tidak sempat menulis di blog ini, karena tumbr lebih terkesan miniblog jadi ada keringanan ketika draft belum kelar ya udah deh posting aja.

Dulu waktu masih kuliah S1 gue dan dhani sering ngobrol dan bilang kita akan bikin 1 blog bersama tempat untuk berbagi tentang keseharian kita di dunia per”koas”an. Tapi mengingatkan pada satu dan banyak hal, “She left me” (Hahahhahaha..... itu cuma ekspresi ala biyol si drama queen). Sebenarnya gue tertinggal jauh dibelakang dhani karena kebodohan sendiri.
Nah.... nah.... ternyata dunia koas sangat melelahkan, banyak tekanan, banyak tugas, harus banyak belajar, lebih banyak tuntutan dari dosen tentunya agar kinerja kita di lapangan sangat baik. Namun dibalik semua itu dunia koas akan sangat teramat menyenangkan kalau kita bisa menempatkan diri pada posisi terbaik, seperti;
Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments
Sampe lupa kapan terakhir kali menulis di blog ini, kalau di postingan terakhir sih tertulis 17 Januari 2015 (setidaknya di tahun 2015 ini saya sudah menulis 1 postingan).
om
Hari ini ketika saya sedang duduk manis di ruang patologi dan kurang kerjaan sehingga bisa blogwalking dan lirik-lirik perkembangan terbaru tentang satwa liar, kembali saya menemukan banyak poster tentang perburuan hiu #SOSSharks. Permasalahan satwa liar yang hampir punah memang terlihat sangat sederhana, mungkin banyak orang yang akan bilang "Ya udah sih kalau emang hiu punah apa ngaruhnya ke kehidupan manusia".
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Ini adalah late post yang benar-benar terlambat.
om
Waktu zaman harusnya sibuk nge-draft dan baca jurnal malah ketagihan nulis di blog ini dan otak-atik media sosial. Sekalinya di kasih kesempatan hampir satu semester (setelah SKL keluar) untuk bebas main, bebas menjelajah medsos, bebas baca novel, dan pastinya bebas nulis di blog, si empunya blog ini  malah memilih tidur seharian di kosan bangun dan nonton TV (baca: Mahabarata). 

Yep... Right....
Manusia itu adalah saya Feby Yolanda Wulandari, SKH (Ciiiieeee yang namanya udah ada gelar ikutannya)
Akhirnya saya bisa menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran hewan setelah menghabiskan satu tahun untuk main, mencari arah, pengalaman, dan entah apalagi yang saya kerjakan. Semua ini tentunya tak akan tercapai tanpa kesehatan, kesempatan, dan pencerahan untuk kembali membuka laptop, menghitung dan mengolah data sel radang pada pembuluh darah 11 ekor monyet. Dan yang paling saya syukuri dalam hidup ini adalah memiliki dosen pembimbing paling baik dan paling sabar dalam menghadapi mahasiswa yang suka menghindari skripsi.
Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments


Jika ratusan tahun yang lalu tidak terjadi ekspedisi pencarian rempah-rempah oleh bangsa Eropa sehingga menimbulkan kolonialisme di Nusantara. Apakah akan lahir sebuah negeri bernama Indonesia?
Rempah-rempah menjadi lebih berharga karena asal-usulnya yang tidak jelas dan telah memberikan nilai kekayaan bagi bangsa-bangsa di timur tengah. Pada abad ke-16 rempah rempah menjadi simbol kekayaan dan status sosial. Kalangan bangsawan Eropa dianggaplebih sukses ketika mengadakan sebuah pesta dengan rempah-rempah yang berlimpah dan rempah-rempah menjadi aset kekayaan yang disimpan setara dengan permata. Namun, kekaisaran Ottoman menutup jalur perdangan rempah-rempah dan menaikkan harga sehingga terjadi kelangkaan rempah-rempah di daratan Eropa.
Kelangkaan rempah-rempah mengundang minat bangsa Eropa untuk menemukan sendiri wilayah tempat rempah-rempah berasal. Penjelajahan Samudera ini dimulai ketika Chrispher Colombus memberikan pernyataan berani "bahwa Hindia adalah wilayah terkaya didunia dan saya bicara terkait rempah-rempah". Colombus memang bukan orang yang menemukan tempat dimana asal rempah-rempah, namun perjalanan kembali ke Eropa dengan tumbuhan cabai dan orang Indian membangkitkan minat para investor untuk membiayai perjalanan menemukan daerah asal rempah-rempah.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Newer Posts
Older Posts

Hi, I am Feby!

Hi, I am Feby!
The Greatness of a nation can be judged by the way its animals are treated ~Mahatma Gandhi

Join This Site

Member Of

Member Of

Blog Archive

  • Januari 2023 (1)
  • April 2021 (5)
  • Maret 2021 (1)
  • Agustus 2020 (2)
  • April 2020 (1)
  • Januari 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • September 2019 (1)
  • Mei 2019 (1)
  • April 2019 (1)
  • Maret 2019 (1)
  • Februari 2019 (1)
  • September 2017 (1)
  • Maret 2017 (1)
  • November 2016 (1)
  • Oktober 2016 (3)
  • Juni 2016 (1)
  • Februari 2016 (3)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juni 2015 (1)
  • Mei 2015 (1)
  • Januari 2015 (1)
  • Oktober 2014 (1)
  • Agustus 2014 (2)
  • Juni 2014 (1)
  • Mei 2014 (1)
  • April 2014 (2)
  • Maret 2014 (1)
  • Februari 2014 (9)
  • Januari 2014 (2)
  • Desember 2013 (3)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (3)
  • September 2013 (8)
  • Agustus 2013 (5)
  • Juli 2013 (3)
  • Juni 2013 (1)
  • Mei 2013 (2)
  • April 2013 (1)
  • Maret 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Desember 2012 (1)
  • November 2012 (1)
  • Oktober 2012 (1)
  • September 2012 (3)
  • Agustus 2012 (1)
  • Juli 2012 (4)
  • Juni 2012 (11)
  • Mei 2012 (8)
  • April 2012 (8)
  • Maret 2012 (6)
  • Februari 2012 (2)
  • Desember 2011 (1)
  • November 2011 (27)

Created with by ThemeXpose