• Home
  • Profil
  • Others
    • Review
    • Culture
    • Story
  • Wildlife
  • Travel
facebook twitter instagram Email

Part Time Veterinarian

 
Saya sangat menikmati masa-masa koas di daerah. Diluar lingkungan kampus, dengan tugas yang sama beratnya tapi terasa lebih bahagia. Bertemu orang-orang yang baru saya kenal dan mengenal saya. Belajar hal baru, berinteraksi langsung dengan hewan, dan khusus untuk bagian ini merasakan udara segar pegunungan disertai pemandangan indahnya pegunungan. Saya sedang di menjalani masa koas di Cisarua di kaki gunung tangkuban perahu. 
Saya masih belum tau bagaimana perjalanan koas  daerah 4 bulan berikutnya, tapi entah kenapa saya merasa bagian ini adalah yang terbaik. Selama lebih dari 6 tahun menempuh pendidikan di tanah sunda, berkelana belajar di beberapa tempat tentang sapi dan terutama satwa liar, tidak banyak orang yang akan mengingat nama saya apabila saya kembali lagi. Tapi tempat ini berbeda, saya yakin jika saya kembali 5 atau 6 tahun nanti mereka semua akan mengingat nama saya. Mungkin ini hanyalah hal sederhana, tapi dalam salah satu buku yang pernah saya baca bahwa namadan tanggal lahir adalah sesuatu yang harus kamu ingat tentang orang lain.
Share
Tweet
Pin
Share
2 Comments
Orang bilang tanah kita tanah surga, tongkat kayu dan batu jadi tanaman 

Borneo, salah satu impian masa depan saya. Salah satu pulau terbesar di Indonesia dengan kekayaan alam yang tak terhingga, dari dalam perut bumi hingga ekosistem yang hidup di permukaannya. Sebagai seorang calon dokter hewan saya memiliki minat di bidang konservasi dan satwa liar, hal ini yang memotivasi untuk menjadi bagian dari penyelamatan hutan Kalimantan dan kehidupan liar di dalamnya.

Hutan Kalimantan dengan berbagai satwa endemik Indonesia dalam satu atau dua tahun kedepan akan menjadi rumah kedua untuk saya. 
Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments
Ampuni saya yang saat ini malas nulis postingan untuk blog dan lagi lagi ampuni saya karena postingan dibawah gak konsisten karena tiba-tiba menggunakan kata ganti "gue". Sebenarnya tulisan dibawah hanyalah hasil copy paste dari postingan singkat saya di tumblr. Saya berinisiatif untuk menggunakan tumblr karena sering tidak sempat menulis di blog ini, karena tumbr lebih terkesan miniblog jadi ada keringanan ketika draft belum kelar ya udah deh posting aja.

Dulu waktu masih kuliah S1 gue dan dhani sering ngobrol dan bilang kita akan bikin 1 blog bersama tempat untuk berbagi tentang keseharian kita di dunia per”koas”an. Tapi mengingatkan pada satu dan banyak hal, “She left me” (Hahahhahaha..... itu cuma ekspresi ala biyol si drama queen). Sebenarnya gue tertinggal jauh dibelakang dhani karena kebodohan sendiri.
Nah.... nah.... ternyata dunia koas sangat melelahkan, banyak tekanan, banyak tugas, harus banyak belajar, lebih banyak tuntutan dari dosen tentunya agar kinerja kita di lapangan sangat baik. Namun dibalik semua itu dunia koas akan sangat teramat menyenangkan kalau kita bisa menempatkan diri pada posisi terbaik, seperti;
Share
Tweet
Pin
Share
4 Comments
Sampe lupa kapan terakhir kali menulis di blog ini, kalau di postingan terakhir sih tertulis 17 Januari 2015 (setidaknya di tahun 2015 ini saya sudah menulis 1 postingan).
om
Hari ini ketika saya sedang duduk manis di ruang patologi dan kurang kerjaan sehingga bisa blogwalking dan lirik-lirik perkembangan terbaru tentang satwa liar, kembali saya menemukan banyak poster tentang perburuan hiu #SOSSharks. Permasalahan satwa liar yang hampir punah memang terlihat sangat sederhana, mungkin banyak orang yang akan bilang "Ya udah sih kalau emang hiu punah apa ngaruhnya ke kehidupan manusia".
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments
Ini adalah late post yang benar-benar terlambat.
om
Waktu zaman harusnya sibuk nge-draft dan baca jurnal malah ketagihan nulis di blog ini dan otak-atik media sosial. Sekalinya di kasih kesempatan hampir satu semester (setelah SKL keluar) untuk bebas main, bebas menjelajah medsos, bebas baca novel, dan pastinya bebas nulis di blog, si empunya blog ini  malah memilih tidur seharian di kosan bangun dan nonton TV (baca: Mahabarata). 

Yep... Right....
Manusia itu adalah saya Feby Yolanda Wulandari, SKH (Ciiiieeee yang namanya udah ada gelar ikutannya)
Akhirnya saya bisa menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran hewan setelah menghabiskan satu tahun untuk main, mencari arah, pengalaman, dan entah apalagi yang saya kerjakan. Semua ini tentunya tak akan tercapai tanpa kesehatan, kesempatan, dan pencerahan untuk kembali membuka laptop, menghitung dan mengolah data sel radang pada pembuluh darah 11 ekor monyet. Dan yang paling saya syukuri dalam hidup ini adalah memiliki dosen pembimbing paling baik dan paling sabar dalam menghadapi mahasiswa yang suka menghindari skripsi.
Share
Tweet
Pin
Share
1 Comments


Jika ratusan tahun yang lalu tidak terjadi ekspedisi pencarian rempah-rempah oleh bangsa Eropa sehingga menimbulkan kolonialisme di Nusantara. Apakah akan lahir sebuah negeri bernama Indonesia?
Rempah-rempah menjadi lebih berharga karena asal-usulnya yang tidak jelas dan telah memberikan nilai kekayaan bagi bangsa-bangsa di timur tengah. Pada abad ke-16 rempah rempah menjadi simbol kekayaan dan status sosial. Kalangan bangsawan Eropa dianggaplebih sukses ketika mengadakan sebuah pesta dengan rempah-rempah yang berlimpah dan rempah-rempah menjadi aset kekayaan yang disimpan setara dengan permata. Namun, kekaisaran Ottoman menutup jalur perdangan rempah-rempah dan menaikkan harga sehingga terjadi kelangkaan rempah-rempah di daratan Eropa.
Kelangkaan rempah-rempah mengundang minat bangsa Eropa untuk menemukan sendiri wilayah tempat rempah-rempah berasal. Penjelajahan Samudera ini dimulai ketika Chrispher Colombus memberikan pernyataan berani "bahwa Hindia adalah wilayah terkaya didunia dan saya bicara terkait rempah-rempah". Colombus memang bukan orang yang menemukan tempat dimana asal rempah-rempah, namun perjalanan kembali ke Eropa dengan tumbuhan cabai dan orang Indian membangkitkan minat para investor untuk membiayai perjalanan menemukan daerah asal rempah-rempah.
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments

Kopi merupakan komoditi asal pegunungan di Ethopia pada 800 SM. Namun kopi mulai di kenal masyarakat dunia setelah dikembangkan di wilayah Yaman oleh saudagar Arab. Kata kopi berasal dari bahasa arab yang memiliki makna "kekuatan", karena pada awal pengembangannya kopi digunakan sebagai salah satu minuman berenergi. Di Indonesia kopi dibawa oleh VOC dan mulai dikembangkan di Pulau jawa. Hasil dari tanaman kopi dipandang cukup menguntungkan oleh VOC sehingga perkebunan kopi mulai dikembangkan di luar pulau Jawa.

Kopi merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi. Kopi merupakan salah satu sumber devisa negara dan merupakan sumber  penghasilan bagi tidak kurang dari satu setengah juta jiwa petani kopi di Indonesia.   Saat ini Indonesia merupakan negara penghasil kopi terbesar ketiga di dunia, setelah Brazil dan Vietnam. Namun, jika kita lihat lebih detail masyarakat Indonesia tidak mengenal potensi tersebut dan banyak masyarakat awam yang tidak mengetahui wilayah-wilayah yang menghasilkan kopi terbaik di Indonesia. Masyarakat lebih banyak mengenal jenis-jenis kopi yang berasal dari luar negeri seperti latte, cappucino, dan sejenisnya. Orang Indonesia seolah lupa bahwa kopi terbaik dunia banyak tersebar di seluruh wilayah Indonesia seperti kopi luwak, kopi mandailing, kopi gayo aceh, ataupun kopi wamena. Jenis kopi yang memiliki aroma dan rasa yang tepat bukan kopi yang dengan rasa lezat setelah ditambahkan susu, cokelat, dan foam.

Pada tahun 2012, Daihatsu menjelajahi keindahan alam Indonesia dengan mengusung tema "Sumatrera Coffee Paradise". Ekspedisi ini bertujuan untuk menggambarkan brand Terios sebagai "sahabat petualang". Dengan 3 unit Daihatsu Terios Hi-Grade Type TX AT dan TX MT para petualang dan jurnalis penikmat kopi memulai perjalanan panjang menikamati keindahan alam dan cita rasa kopi di pulau sumatera. Perjalanan 15 hari menyusuri bukit barisan hingga ke titik 0 KM Indonesia bukanlah hal yang mudah. Oleh karena itu, tim dari bengkel Daihatsu bekerja keras dalam mepersiapkan Terios yang akan digunakan untuk menempuh perjalanan 3600 KM tersebut. Tim ekspedisi yang terdiri atas orang-orang dari media cetak, media elektronik, dan media online. Untuk mengakomodasi perlengkapan yang akan dibawa oleh anggota tim, Daihatsu Terios telah dilengkapi dengan roof  bag dan roof box. Kondisi dengan perlengkapan ekstra ini menunjukkan Daihatsu Terios memiliki performa yang baik untuk perjalanan di berbagai medan dan memiliki ruang yang cukup untuk ekstra bagasi dengan tetap mengutamakan safety.
Share
Tweet
Pin
Share
3 Comments

"Sekali seduh kita bersaudara, karenanya Ranin adalah rumah pembebasan dari segala hegemoni modal dan kekuasaan. Di Ranin kita duduk sama rendah, menanggalkan segala predikat yang tidak menambah nikmat cita rasa kopi. Ngopi di Ranin adalah menikmati kopi sambil merajut kembali aspek kemanusiaan dan ekologi yang sering ditinggalkan" --Rumah Kopi Ranin
Akhir nya saya merasakan kalau tidur-tiduran di kosan gak akan menghasilkan apapun selain kepala yang makin berat karena kebanyakan tidur, perut yang kelaparan karena gak mau masak atau beli makanan di bara,  senyum-senyum sendiri ketika banyakan nonton korea, atau perasaan puas yang muncul ketika berhasil ngelewatin episode Mahabarata yang lagi tayang di TV. Jadi tadi siang setelah shalat zhuhur dengan langkah yang cukup berat saya melangkahkan kaki untuk mencari tempat yang bisa meningkatkan kreativitas otak dan menghasilkan sesuatu yang mungkin berarti. So... disinilah saya berada, duduk cantik dengan segelas ice coffee latte dan sepiring kentang goreng di "Rumah Kopi Ranin".
Share
Tweet
Pin
Share
No Comments


Liebster Award....
Yeay... saya jadi ngerasa semacam selebritis yang mendapat award dan pulang-pulang bawa tropi semacam Grammy Award, Panasonic Award, MTV Music Award, dan bla... bla... Award lainnya. Sebelumnya saya harus mengucapkan terima kasih kepada Ailsa Fathir Humaira, kak Siti Nurjanah, dan Pertiwi Yuliana yang telah menyelipkan nama saya diantara 11 blogger Liebster Award kalian. Karena nama saya udah muncul tiga kali dan angka favorit saya adalah 3 "kebangetan" kalau 11 pertanyaan dari mereka bertiga belum di jawab. So... siapapun yang pertama kali mengusung Liebster Award ini, "tolong ampuni saya yang sedang sok sibuk ngerjain skripsi ini karena melanggar aturan nomor 2 Liebster award, karena saya harus menjawab 33 pertanyaan yang diberikan oleh 3 blogger diatas."
Share
Tweet
Pin
Share
7 Comments
Newer Posts
Older Posts

Hi, I am Feby!

Hi, I am Feby!
The Greatness of a nation can be judged by the way its animals are treated ~Mahatma Gandhi

Join This Site

Member Of

Member Of

Blog Archive

  • Januari 2023 (1)
  • April 2021 (5)
  • Maret 2021 (1)
  • Agustus 2020 (2)
  • April 2020 (1)
  • Januari 2020 (1)
  • Desember 2019 (1)
  • September 2019 (1)
  • Mei 2019 (1)
  • April 2019 (1)
  • Maret 2019 (1)
  • Februari 2019 (1)
  • September 2017 (1)
  • Maret 2017 (1)
  • November 2016 (1)
  • Oktober 2016 (3)
  • Juni 2016 (1)
  • Februari 2016 (3)
  • Agustus 2015 (2)
  • Juni 2015 (1)
  • Mei 2015 (1)
  • Januari 2015 (1)
  • Oktober 2014 (1)
  • Agustus 2014 (2)
  • Juni 2014 (1)
  • Mei 2014 (1)
  • April 2014 (2)
  • Maret 2014 (1)
  • Februari 2014 (9)
  • Januari 2014 (2)
  • Desember 2013 (3)
  • November 2013 (3)
  • Oktober 2013 (3)
  • September 2013 (8)
  • Agustus 2013 (5)
  • Juli 2013 (3)
  • Juni 2013 (1)
  • Mei 2013 (2)
  • April 2013 (1)
  • Maret 2013 (5)
  • Januari 2013 (4)
  • Desember 2012 (1)
  • November 2012 (1)
  • Oktober 2012 (1)
  • September 2012 (3)
  • Agustus 2012 (1)
  • Juli 2012 (4)
  • Juni 2012 (11)
  • Mei 2012 (8)
  • April 2012 (8)
  • Maret 2012 (6)
  • Februari 2012 (2)
  • Desember 2011 (1)
  • November 2011 (27)

Created with by ThemeXpose