Sabtu, 31 Maret 2012

Jurnal 5, Adik

1 April 1998, saat itu usia saya masih 6 tahun. Setelah selesai sekolah saya selalu mengekori siapapun yang akan ke klinik bersalin untuk menjenguk mama, ketika itu tujuan saya hanya untuk bermain bukan menantikan kehadiran seorang adik.
Empat belas tahun yang lalu nenek membawakan nasi bungkus dengan lauk hati untuk makan siang saya di klinik bersalin, Semua orang mulai memanggil saya dengan sebutan "kakak", tapi hari itu saya tetap merasa seperti hari-hari lainnya yang berbeda adalah saya punya adik. Saat ini saya tidak bisa menggambarkan secara tepat bagaimana perasaan saya ketika itu, yang saya ingat hanya lah saya merasa diabaikan karena setiap orang yang datang hanya ingin melihat adik bukan lagi saya.
Seiring dengan berjalannya waktu, saya mulai menyesuaikan diri dari kehidupan anak tunggal yang menjadi pusat perhatian . Mulai harus berbagi orang tua, berbagi fasilitas, dan banyak hal yang harus kami bagi bersama. Terkadang kami bisa menjadi sahabat yang baik, berbagi cerita dan saling bahu membahu dalam mengerjakan banyak hal, tapi dalam banyak hal kami berbeda pendapat dan bertengkar lalu diakhiri dengan omelan mama tentang arti saudara.

Sabtu, 17 Maret 2012

Jurnal 4, Sahabat

Pernahkan kamu memiliki seorang sahabat?? mungkin hanya beberapa orang di dunia ini yang menjawab 'Tidak'. Bukan berarti saya termasuk salah satu diantaranya, hanya saja hari ini saya kembali diingatkan pada pernyataan ka ade satu tahun yang lalu. 'Walau kamu ada diantara banyak orang, berbagi cerita dengan banyak orang, tapi tak satupun diantara mereka yang benar-benar kamu percaya.'
Pernyataan itu benar!! Sekaligus salah. Saya memiliki banyak sahabat dan saya mempercayai mereka. Tapi saya tidak pernah memberi secara utuh, saya hanya memberi satu potongan informasi pada seseorang dan potongan-potongan lainnya pada orang lain. 
Saya tidak tau kapan semua ini dimulai, mungkin sejak saya kehilangan sahabat pertama yang saya miliki. Terkadang saya berpikir, Bagaimana mungkin saya bisa percaya lagi setelah setiap hari mencari sahabat yang hilang tapi tidak mendapat jawaban, saat itu yang saya temui hanya ibunya yang meneteskan air mata setiap melihat saya. Apakah saat itu saya terlalu kecil untuk tau arti kematian?? 

Rabu, 14 Maret 2012

Jurnal 3, Kenapa Satwaliar??

Pertanyaan ini diajukan pada saya satu tahun yang lalu saat pertama kalinya saya bergabung dengan Himpro Satwaliar FKH IPB. Saat itu saya menjawab "Karena sejak petama kali di IPB, saya telah dipengaruhi". Apapun alasan awal yang mendasari, saya sadar bahwa saya tidak pernah menyesal. Walaupun sebelum memasuki ruang ujian masuk HIMPRO saya dengan yakin memilih himpro lain, tapi saat keluar ruangan saya bilang "Saya pilih SATLI". Dan sekarang, saya adalah seorang Satlier

Bergabung dalam Himpro Satwaliar tentunya tidak lepas dari pengaruh beberapa hal, yaitu kakak kelas omda (organisasi mahasiswa daerah), kakak-kakak SATLI yang berkeliaran dengan jaket kebanggaan kita, dan tentu saja Bu Ligaya (Pembina Himpro SATLI, yang membuat saya kagum sejak pertama kali bertemu di SEMNAS SATLI 2010).

Minggu, 11 Maret 2012

Jurnal 2, Pelantikan SATLI 47

Satliers 47

Walau wajah saya tidak terabadikan di foto ini, tapi setiap gambar, setiap kenangan, dan setiap tugas terkait Pelantikan 47 sangat berharga bagi saya. Bahkan mungkin lebih berharga dibandingkan kenangan satu tahun yang lalu saya diresmikan menjadi anggota himpro Satwaliar.

Jurnal 1, Feby 2012

Beberapa waktu lalu saya membaca novel yang menceritakan tentang kehidupan seorang blogger. Sebenarnya blogger bukan fokus utama dalam cerita itu hanya saja blogger yang menjadi fokus utama saya saat membaca novel itu. Saya suka berimajinasi dan saya suka menulis, tapi saya selalu beralasan sibuk kuliah dan melupakan kegiatan ini. Saya ingin berusaha, berusaha membagi waktu dengan baik tanpa meninggalkan kuliah, tugas, dan blog ini.

Kehidupan saya selama 2012 cukup kompleks, cukup melelahkan, dan sangat berarti bagi saya. Awal tahun ini saya dan teman-teman IPB lainnya langsung dihadapkan pada Ujian Akhir Semester (UAS) dan alhamdulillah hasil usaha saya selama semester 5 cukup memuaskan dibandingkan semester sebelumnya. Liburan semester diisi dengan kegiatan Magang di Kebun Binatang Gembiraloka Yogyakarta. Dua minggu bersama trio imbisil lainnya, belajar banyak hal dari pengalaman dan pelajaran dari dokter hewan dan para perawat satwa. Perjalanan wisata budaya di Keraton dan Taman Sari yang mengingatkan saya pada mata pelajaran favorite saya di Sekolah Menengah Atas (SMA). 

Minggu, 04 Maret 2012

Imbisil On Fire

Peserta magang: Andi Hiroyuki, Feby Yolanda, Risti Laily, dan Haryati Istiqomah
Yogyakarta, salah satu kota tujuan wisata di Indonesia. Tugu Jogja, Malioboro, Parangtritis, Candi Prambanan, dan banyak wisata alam dan budaya lainnya, tapi yang menjadi tujuan kami adalah Kebun Binatang Gembiraloka. Kesempatan selama Sembilan hari yang diberikan oleh pihak Gembiraloka bagi kami untuk menuntut ilmu, mencari pengalaman, berinteraksi dengan banyak satwa, dan belajar dari para dokter serta keeper di kebun binatang.