Minggu, 20 Januari 2013

Jurnal 45, FKH 300 dan Film

FKH 300 merupakan kode mata kuliah yang wajib diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan IPB di semester 7. Mata kuliah tersebut adalah Pengelolaan Kesehatan Hewan dan Lingkungan atau biasa disingkat PKHL. Berdasarkan berita dan curhatan kakak kelas, mata kuliah ini termasuk yang menyebalkan, bukan karena materi atau dosennya tapi kesalahan terletak pada jadwal kuliah. Ya.. jadwal kuliah yang ditempatkan dihari sabtu atau lebih dikenal weekend. Beruntungnya untuk angkatan saya (46 atau 2009) jadwal untuk mata kuliah ini dipindahkan dari hari sabtu ke selasa dan rabu (Thanks to EPBM dan Bagian Mutu IPB yang selalu mengumpulkan keluh kesah mahasiswa lewat selembar kertas/mahasiswa/matakuliah).
Menurut saya (pribadi) mata kuliah ini sangat menarik, tidak terkotak pada 3 departemen di fakultas, dan diajari oleh dosen-dosen yang memang ahli di bidangnya. Mata kuliah ini memusatkan pembelajaran pada "Preventive Medicine" dimana dokter hewan berusaha untuk mempertahankan hewan dalam kondisi sehat, bukan lagi mengobati hewan yang sakit atau kasarnya menunggu ada pasien yang sakit atau dikenal dengan "Curative Medicine". Dalam satu semester kami mempelajari ilmu dasar iklim, ilmu tilik (sangat singkat, yang dulunya 1 semester sekarang jadi 1 pertemuan), Biosecurity, Animal Walfare, dan Pengelolaan kesehatan hewan kesayangan, satwa akuatik, satwa liar, unggas, dan ruminansia. Kelas kuliah tidak jauh berbeda dengan mata kuliah lainnya, namun banyak hal menarik dan berbeda selama pelaksanaan praktikum.
  • Praktikum pada minggu pertama dan kedua diisi dengan jadwal piket secara bergantian tiap satu jam untuk mengukur suhu dan kelembaban lingkungan di sekitar kampus atau kandang. Jujur saja, saya merasa bosan dengan pelaksanaan praktikum ini walaupun ada rasa senang karena tidak harus duduk di kelas praktikum. Setelah menyelesaikan mata kuliah ini, saya tahu kenapa kami dilatih untuk mengukur kelembaban dan suhu tersebut serta menghubungkan data dengan kondisi lingkungan tempat pengukuran.
  • Praktikum Biosecurity dan Animal walfare termasuk yang paling membosankan. Duduk di kelas dan menonton video yang dibuat oleh mahasiswa semester sebelumnya lalu melakukan penilaian sesuai kuisioner yang disiapkan. But.... Bagian ini tidak diujiankan secara tertulis karena penilaian berdasarkan tugas video yang dibuat.
  • Praktikum Pengelolaan Hewan Kesayangan sangat menarik dan sangat recomended untuk mata kuliah lainnya. Setiap kelompok mendapat satu lembar kertas berisi kasus yang terjadi pada hewan kesayangan, kasus yang diperoleh tidak hanya sakit pada hewan namun kondisi lingkungan seperti bencana alam dan pemilik. Kalau kebanyakan tugas kuliah dilaksanakan dengan membagi rata tugas lalu dikirim dalam deadline tertentu ke email editor, maka strategi ini tidak bisa dilaksanakan pada bagian ini. Why?? Ya, mahasiswa wajib membawa laptop dan modem saat praktikum. Permasalahan yang diperoleh didiskusikan dalam kelompok dengan bantuan teknologi diatas untuk memperoleh informasi yang ilmiah. Lalu hasil diskusi di presentasikan di depan kelas di hari yang sama.
  • Pengelolaan dan kesehatan ternak tropika dilaksanakan dengan metode pengelolaan kesehatan hewan kesayangan. Namun, materi yang harus dibahas bukan kasus pada hewan. Setiap kelompok akan memperoleh satu nama ternak asli Indonesia dan mempresentasikan hasil diskusi di depan kelas. Selain mengetahui pengelolaan kesehatan ternak, praktikum ini memberi kesadaran akan kayanya potensi lokal Indonesia. Nama ternak yang diperoleh merupakan nama yang sangat langka dikenal oleh masyarakat Indonesia, kalau domba garut atau sapi bali sudah sangat dekat dengan warga namun siapa kenal dengan ayam pelung atau ayam ketawa atau Itik Alabio?? Hanya para pecinta ternak dan masyarakat tempat asal ternak tersebut yang tahu, atau beberapa orang dari Kementerian Pertanian yang memang mengurus pendataan ternak asli Indonesia.
  • Praktikum Pengelolaan Kesehatan Satwa liar dilaksanakan dengan metode yang sangat unik, drama. Drama tentang kasus-kasus yang terjadi di kebun binatang dengan script yang telah disiapkan oleh dosen.Berdasarkan script tersebut, kami boleh berimprovisasi pada saat tampil di depan kelas,setelah itu dosen akan mengomentari penampilan tiap kelompok dan memberi penjelasan tentang kejadian real di kebun binatang. at least, Anang yang memerankan burung kakak tua dari kelompok saya mendapat awards sebagai pemeran hewan terbaik.
  • Praktikum Pengelolaan Kesehatan Unggas dilakukan dengan meliput pelaksanaan biosecurity dan manajemen peternakan ayam di belakang kampus. Sebagai mahasiswa tahun ke-4 di IPB, saya baru tahu kalau ada satu peternakan ayam dengan kandang dengan sistem cooling pad di dalam kampus IPB. Pada saat praktikum, kami melakukan penilaian terhadap peternakan tersebut berdasarkan lembaran penilaian yang diberikan oleh dosen dan dikumpulkan dalam bentuk makalah kelas.
  • Manfaat dari praktikum minggu pertama dan kedua dirasakan pada praktikum simulasi Agrosilvopastoral. Dimana kami harus membuat sketsa peternakan berdasarkan kondisi wilayah yang diperoleh. Sketsa peternakan digambarkan dan dipresentasikan didepan kelas. Tentunya, sketsa yang dibuat harus berdasarkan materi-materi yang diperoleh sebelumnya. Mulai dari hewan apa yang bisa dipelihara pada kondisi wilayah tertentu, atribut yang dibutuhkan untuk manajemen ternak tersebut, dan hal-hal terkait pertanian atau perkebunan yang bisa mendukung peternakan di suatu wilayah.
  • Praktikum Pengelolaan Kesehatan Satwa Aquatik merupakan puncak dari praktikum mata kuliah ini, kami melaksanakan praktikum di Ocean Dreams Samudera dan Sea World di kawasan Taman Impian Jaya Ancol. Selain tour terkait manajemen di dua lokasi ini, praktikum kali ini merupakan salah satu sarana hiburan yang jarang diperoleh. 
Beberapa jam yang lalu saya mendapat sms dari Frizki kapten kelompok 2 hari rabu, sms itu merupakan pemberitahuan tentang film dokumenter kelompok kami memperoleh nilai terbaik seangkatan. Pastinya semua anggota kelompok 2 sangat senang mendengar kabar ini, mengingat kami harus mengorbankan hari minggu untuk mengunjunggi sebuah stable kuda di sentul dan membuat film dokumenter. Film yang kami buat menceritakan tentang konsep animal walfare yang diterapkan pada stable ini. Film ini merupakan kombinasi antara wawancara dengan manager club JPEC (Jakarta Perkumpulan Equetrian Centre), pelatih kuda, maneger kandang, pengelola gudang pakan, dan pemilik kuda di stable ini. 
Bagi saya bagian dari kelompok 2 PKHL (Rabu), kelompok ini merupakan grup paling solid yang saya miliki selama kuliah di IPB. Mungkin karena tugas-tugas yang diberikan mengharuskan seluruh anggota untuk saling bekerja sama. And Then, Thanks to our capten Frizky Amelia who help us...
Group 2 PKHL at JPEC

0 komentar:

Posting Komentar