Selasa, 28 Maret 2017

Cerita Tentang Si Penjelajah Samudera

Seratus ekor tukik berjalan perlahan keluar dari lubang yang dibuat oleh induk mereka menuju deburan ombak di lautan. Mereka berusaha keluar dari telur dalam sarang yang ditinggalkan oleh induk mereka yang kembali ke lautan lepas setelah memastikan anak-anaknya berada pada tempat yang aman.
Sumber: http://balinewsnetwork.com
Jika diperhatikan lagi, induk tukik seperti seorang remaja yang melahirkan anaknya secara sembunyi-sembunyi kemudian meninggalkan mereka. Tapi, entahlah kita tidak tahu apa yang dipertimbangkan oleh sang pencipta ketika menentukan nasib untuk hidup dengan siklus ini kepada spesies penyu. Seekor penyu betina akan berenang menuju tepi pantai pada malam hari, kemudian dia akan menggali pasir dengan sirip belakangnya dengan kedalaman 50-70 cm dan mengeluarkan 80-120 butir telur dan kembali menutup sarangnya dengan pasir. Sebelum matahari menunjukkan secercah sinarnya di ufuk timur, induk penyu akan kembali ke lautan meninggalkan telur-telur yang akan menetas.
Induk penyu percaya bahwa tukik-tukik yang keluar dari telur memiliki naluri untuk kembali ke laut kemudian bermigrasi mengelilingi dunia hingga ribuan kilometer. Suatu hari nanti, tukik-tukik betina akan tumbuh dewasa dan kembali ke pantai tempat ia ditetaskan untuk membuat sarang yang akan menjadi awal kehidupan bagi ratusan ekor tukik baru.
Namun, kehidupan di zaman ini tidak seperti zaman Jura ketika dunia masih dikuasai oleh para Dinosaurus. Pada zaman Jura, kontrol populasi penyu dan ekosistem disekitarnya dikendalikan oleh alam sehingga mereka tetap lestari. Seiring perkembangan zaman, populasi penyu semakin menurun akibat keserakahan manusia. Perdangangan kerapas, Perburuan penyu dan telur penyu untuk pengobatan tradisional, serta kerusakan habitat tepi pantai tempat penyu menetaskan telurnya. 
Indonesia merupakan rute migrasi penyu di persimpangan samudera Pasifik dan samudera Hindia. Jadi setiap tahunnya ada banyak induk penyu yang merapat ke pinggir pantai untuk menitipkan telur-telur penyu.
Wilayah Indonesia yang strategis menyebabkan peningkatan eksploitasi terhadap komoditas asal penyu. Penyu dewasa di buru untuk diambil kerapasnya. Selain itu daging penyu dan telur penyu diambil untuk dijadikan obat tradisional. Sehingga banyak orang yang berusaha mencari sarang penyu dan mengambil telurnya untuk diperdagangkan.
Lalu, Mengapa kita harus melestarikan Penyu?
Pada dasarnya penggunaan daging penyu maupun telur penyu sebagai obat tradisional hanya sekedar pengalaman yang disampaikan dari mulut ke mulut dan belum ada dasar secara ilmiah. Bisa saja penggunaan bahan asal penyu sebagai obat maupun produk pangan bisa membawa musibah bagi manusia. Karena seperti yang kita ketahui, ada banyak penyakit di manusia yang menyebabkan kerugian besar secara sosial, ekonomi, maupun budaya masyarakat. Sebagai pengingat, saya menyebutkan Flu burung, MERS, Ebola, Zika, dan masih banyak lagi. Ya, penyakit-penyakit yang menyebabkan ketakutan dalam kehidupan masyarakat diatas merupakan penyakit-penyakit yang muncul akibat keserakahan manusia dalam mengeskploitasi alam.
Terkadang saya berpikir, apa manfaat yang diperoleh oleh orang-orang yang berkeliling disekitar pantai demi mendapatkan sarang penyu dan mengambil telur-telur yang seharusnya menjadi sumber kehidupan dan kelangsungan spesies penyu.
Hanya sedikit penyu yang tumbuh menjadi dewasa diantara tukik-tukik yang keluar dari sarangnya.
Tanpa diganggu oleh tangan manusia, tukik-tukik yang berjalan perlahan di atas pasir kemudian mulai berenang di lautan memiliki banyak tantangan untuk bertahan hidup dan tumbuh menjadi dewasa. Penyu mungkin terlihat sebagai objek sederhana yang menjadi bagian dari kehidupan manusia, namun objek sederhana ini menjadi bagian yang menjaga keseimbangan ekosistem alam agar tetap menjadi tempat yang layak bagi kehidupan manusia dan seluruh mahluk di muka bumi ini.
Mari bersama mulai menganggap penyu menjadi salah satu pondasi yang menjaga bumi ini tetap menjadi tempat yang layak untuk menjadi rumah kita sehingga kita akan melangkah bersama untuk melindungi spesies penyu tetap lestari.

Sumber:
  1. http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/05/hari-penyu-dunia-2016-mengapa-penyu-terancam-punah/2 
  2. http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/05/fakta-fakta-seputar-penyu-yang-harus-anda-ketahui/1
  3. http://4muda.com/enam-spesies-penyu-yang-dapat-ditemukan-di-indonesia/

45 komentar:

  1. AKu baru tau tetang jaman Zura itu.
    Indonesia memang salah atu negara yang populasi penyunya banyak ya.
    Sayangnya banyak tangan iseng yg suka nangkepin penyu2 gtu. Semoga pemerintah makin aware dan menjaga penyu2 ini dari kepunahan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Zaman jura sama kek zaman dinosaurus dimasa pertengahan mesozoikum, kak :-)

      Iyaaa, aku suka sebel kalau liat ada yang makan atau berburu satwa liar dan di share di medsos T.T

      Hapus
  2. Terkadang, negara kita baru merasakan "punya" saat udah diakuin sama negara lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku lupa nulis disini ki, mungkin lain kali aku bikin postingannya.

      Penyu gak boleh diakui menjadi satwa endemik (asli) suatu negara, karena mereka menjelajah diseluruh dunia jadi mereka adalah milik seluruh dunia. Istimewanya Indonesia karena jadi persinggahan banyak spesies penyu :-)

      Hapus
  3. Sekarang sudah banyak tempat penangkaran penyu, hal itu mungkin disebabkan dengan berkurangnya populasj penyu di Indonesia. Coba kalau poulasinya tidak menurun, pasti penangkaran tidak ada.
    Tapi aku baru tau sih ada mitos daging dan telurnya bisa dijadikan obat.hih geli masa ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan ada tuh Mia minyak bulus gitu yang banyak dijual. eh tapi bulus sama gak sih ya sama penyu?

      Hapus
    2. Iya mbak Mia, aku juga gak habis pikir dengan orang2 yang percaya mitos2 itu.. biasanya orang2 dipinggir pantai sengaja gali pasir buat nyari telur penyu.

      @Manda: bulus termasuk jenis kura2 man. Aku kurang tau status konservasinya, tapi pasti dibawah penyu. nanti aku coba cek lagi

      Hapus
  4. Harus dilestarikan ini para penyu.
    Kadang aku suka sebel deh sama yang pada suka usil ngambilin telur telur penyu. Buat oleh oleh katanya ckck :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa... bahkan yang dipapke buat obat aja udah bikin sedih, apalagi buat oleh2 T.T T.T

      Hapus
  5. Di sini sering tuh pelepasan tukik dilihat banyak orang, diliput juga. Kadang suka kasian, kalo tukiknya keinjek gimana? Soalnya safety firstnya masih kurang.

    Btw, kakak dokter hewan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak ayi, aku dokter hewan.
      aku suka liat pelepasliaran penyu yang dijadikan prospek wisata.. Semoga nanti-nanti pelepasliaran penyu akan memperhatikan aspek safety dan kesejahteraan penyunyaa

      Hapus
  6. sangat sedikit sekali menemukan penyu dan bahkan binatang seperti itu wajib untuk di lestatikan supaya alam seimbang dan binatangnya tidaklah punah dari keberadaannya. Sedih kalo banyak binatang yang punah. jd harus dan wajib dilestarikan nih penyu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa,,, emang bikin sedih liat orang2 yang berpacu untuk memelihara satwa liar atau ngeburu mereka kemudian dijual atau dijadikan obat

      Hapus
  7. Baru ngeh ada zaman zura
    Kg pernah di bahas dlu pas skolah, ow jd namanya bayi penyu ntu tukik²

    BalasHapus
    Balasan
    1. Zaman jura itu pertengahan masa mesozoikum ketika dinosaurus hidup di dunia.

      Iyaa, anak penyu yang baru menetas namanya tukik

      Hapus
  8. Padahal, anak penyu juga punya ancaman lain di laut sana ya, Kak Feb. Mereka masih kecil bisa diburu ikan-ikan yang besar. Oh iya, baru inget waktu ujian speech di kelas beberapa bulan lalu, disuruh reporting news. Saya bacain berita tentang penyu. Dalam pengobatan dagingnya dipake buat aphrodisiac.

    (yak, yang penasaran silakan cari artinya sendiri)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aaaa.. robby....
      aku suka deh kalau banyak remaja kayak kamu yang suka menceritakan tentang satwa liar.Semoga semakin banyak yang peduli dan berusaha untuk melestarikannya

      Hapus
  9. Tukik ternyata anak penyu ya :| semata-mata ekspoitasi terjadi karena faktor ekonomi.

    Selain penindakan atas eksploitasi, masyarakat perlu diedukasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya ko, tukik itu anak penyu.

      Beberapa taman nasional laut sudah mulai mengedukasi masyarakat dengan membayar orang-orang yang menyerahkan telur penyu yang ditemukan ke penangkaran. Tapi memang nilainya lebih kecil dibandingkan nilai jual telur penyu, makanya program ini kurang berhasil

      Hapus
  10. Indonesia memang kaya dalam banyak hal termasuk penyu, tapi entah kenapa orang² nya pada gak mau melestarikan tapi malah maunya menjual demi mendapat keuntungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas,,, sedih kalau udah liat berita orang yang terlibat tracfiking.

      Hapus
  11. Kasihan memang si penyu selalu disalah gunakan oleh masyarakat. Tp seneng sekarang sudah mulai banyak penangkaran penyu untuk kelestarian mereka

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, aku juga berharap program sosialisasi dan program pemerintah lainnya bisa diterima masyarakat agar mereka lenih lestari

      Hapus
  12. HAH BARU TAHU GUE PENYU DIMAKAN SAMA ORANG?! SIAPA YANG BERANI MAKAN PENYU SIAPAAAAAA MAJU SINIII!!! *emosi jiwa*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kan beritanya heboh beberapa kinggu yang lalu karena ada yang ngepost foto lagi di dapur bersama penyu...
      Iyaaaa, semua ini bikin emosi, belum lagi yang suka ngeburu telur penyu buat alasan pengobatan :-(

      Hapus
    2. Wah baru tahu gue malah kalo beritanya heboh gitu. Paraaaah!

      Hapus
  13. penyu sudah langka dan perlu dapat perhatian khusus untuk pelestariannya. menjaga alam dan telur penyu adalah penting, dimana dia menetas biasanya akan kembali lagi kesana untuk bertelur. mari jaga kelestarian alam dan penyu. hilangkan mitos yang salah

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas, perlu banget sosialisasi agar orang-irang lebih peduli terhadap penyun dan satwa liar lainnya

      Hapus
  14. Wiiiiih nulis penyu nih kak Feby, Lengkap Pula pembahasannya. Emang penyakitan apa aja kak yang bisa diobatin Pake penyu?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haahhahaa.... aku kurang tau mas wan...
      Beberapa pengobatan tradisional pake daging penyu, kalau telur penyu banyak dicari orang2 yang mau punya anak (katanya sih gitu)

      Hapus
  15. Aku baru tau ada pengobatan tradisional yang menggunakan penyu :(

    Ada beda gak sih antara penyu yang hidup tanpa campur tangan manusia sama yang dibantu lewat penangkaran gitu?

    Pas di Lombok aku main-main ke penangkaran penyu, suka liat penyu-penyu kecilnya main di kolam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya wi, hampr semua bagian satwa liar banyak yang dijadiin pengobatan tradisional makanya mereka suka diburu karena bakal dijual mahal.

      Sebenarnya lebih baik mereka netes sendiri di sarangnya wi. Fungsi penangkaran penyu buat menyelamatkan telur penyu dari orang2 yang ingin menjual mereka. Jadi kalau udah ditemuin sama pihak penangkaran dan ditangkarkan sampe mereka jadi tukik siap lepas setidaknya telur2 itu aman :-)

      Hapus
  16. Dulu waktu aku kecil, pernah sekali lihat ortu bawa pulang telor penyu. Waktu itu pengetahuan tentang pentingnya menjaga kelestarian penyu belum segencar ini. Tahu ya itu.. telor penyu berkhasiat macam-macam. Tapi sekarang, telor penyu sudah semakin terjaga. Aku enggak pernah lihat lagi orang mengonsumsi telor penyu. Semoga ini bisa menjaga kelestarian penyu di dunia ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin....
      Bisa jadi sediit yang bawa telur penyu karena memang induk penyu yang datang dan bersarang sudah gak sebanyak dulu kak :-)
      Aku tetap berharap ada banyak sarang penyu yang gak diketahui manusia jadi kelestarian mereka semakin terjaga

      Hapus
  17. Di Jepara ada, bkn punya penyu tapi kura2 gedhe bgt. Patung, hehehe

    Aku jg bertanya2 knapa telurnya asal ditinggal gitu ya. Biar begitu, ngelestariin penyu dan sejenisnya itu perlu bgt. Dia kan bs hidup lama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaaa.... aku lupaaa....
      pernah liat dari pelabuhan jepara.
      Aku juga belum banyak baca untuk tau kenapa induk penyu ninggalin telurnya kemudian pergi. Mungkin kalau mereka selalu jagain itu telur manusia bisa lebih gampang untuk memburu mereka

      Hapus
  18. Ah ternyata ada ya yg makan penyu, saya pikir mereka bebas2 aja atau mungkin di makan hewan di laut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kak.... sebenarnya manusia yang jadi ancaman utama untuk kelestarian penyu

      Hapus
  19. Ah, baca ginian saya jadi kangen pengen liat penyu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Liat videonya aja kak :-)
      Atau mungkin bisa kebetulan papasan waktu lagi diving

      Hapus
  20. Sumber protein hewani lain masih banyak. Tetapi karena kepercayaan dan sugesti orang, mereka masih mau mengonsumsi telur penyu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa.... bahkan ada beberapa statement yang bilang kalau kandungan protein dalam telur penyu lebih banyak T.T

      Hapus
  21. Bahkan belum tau secara langsung penyu itu kayak gimana, cuma liat2 di tivi. :')

    Tapi, baru tau juga kalo telur penyu bisa dijadikan obat tradisional, biasanya untuk penyakit apa tuh?

    Ya, manusia memang serakah. :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba searching atau tanya Robbi, yan :-)

      Ayolah main, kalau gak salah di SeaWorld ada penyu :-)

      Hapus
  22. baru tahu kalau tukit itu nama bayi penyu.. hehe

    BalasHapus