Sabtu, 20 Februari 2016

Jurnal 109, Belajar Tentang Satwa Liar

Salah satu program yang harus saya jalani di Program Pendidikan Dokter Hewan (PPDH) adalah Magang Profesi Pilihan (Mapropil). Hal paling indah tentang Mapropil adalah kamu bisa memilih lokasi magang sesuai minat dan bisa memilih dosen pembimbing yang paling baik, gampang ngasih nilai, dan paling cocok dengan kepribadian kamu. Awalnya, saya ingin memilih mapropil di konservasi insitu orang utan. Tapi lembaga yang ingin saya tuju tidak memberikan respon jadilah saya mapropil di tempat favorit seantero Jakarta, Taman Margasatwa Ragunan (TMR). Entah apa yang ada di TMR yang selalu menarik saya untuk datang. November 2015 adalah kali ketiga saya mengajukan dan diterima untuk magang di TMR dan entah untuk kali keberapa hanya sekedar datang dan berkunjung bertemu para sahabat.
Hal yang membuat magang kali ini lebih spesial adalah saya boleh mengikuti kegiatan pengobatan setiap hari, tidak seperti anak S1 yang ketika magang (hampir) semua kegiatan terkait manajemen kandang dan pakan. Tapi kalau boleh jujur, saya lebih suka setiap hari bersih-bersih kandang dan menyiapkan pakan karena dalam kegiatan ini lebih banyak berinteraksi dengan satwa dan selangkah lebih maju untuk mengenal prilaku dan kebiasaan mereka (Untung udah kelar magang, kalau Drh. Edwar baca paragraf ini bisa jadi saya dibalikin ke Kandang dan tidak dibolehkan jadi PPDH aka Pura Pura Dokter Hewan*). 
Sebagai mahasiswa yang masih calon dokter hewan, hal paling menarik dari dokter yang bekerja dengan satwa liar adalah mereka keren dengan kaos, celana jeans, dan sepatu kets atau running shoes. Tapi hal paling spesial dari dokter satwa liar adalah mereka cerdas dan cekatan dalam menghadapi kejadian tak terduga. Saat ujian Mapropil, dosen pembimbing kampus kami hanya menanyakan satu pertanyaan dan menurut saya pertanyaan tersebut mewakili seluruh kegiatan Mapropil.
Apa yang kamu dapat sebulan di TMR? 
Dengan aturan tidak boleh ada jawaban yang sama!
Jawaban kami berempat dapat dirangkum, 
  • ternyata menjadi dokter yang bekerja dengan satwa liar tidak mudah banyak hal tak terduga yang bisa terjadi dan safety untuk dokter adalah nomor satu. 
  • Banyak teori kuliah yang tidak berlaku di satwa liar
  • Banyak hal baru yang akan kamu temukan terkait penggunaan obat dan reaksi obat pada satwa 
  • Semua tentang satwa liar itu unik
Percaya atau tidak, satwa liar itu hebat....
Foto tahun 2013
Saya ingin menceritakan tentang seekor Simpai. Seekor simpai jatuh dan membentur kaca kandang ketika saya magang di tahun 2013. Simpai itu diam ditepi kaca dan saya menghampirinya  dari balik kaca. Saya meniup menunjuk dan meniup lutut saya untuk mengajarkan simpai tersebut bahwa dengan cara ini rasa sakit akibat jatuh akan berkurang. Sejak hari itu, setiap saya melewati kandang si simpai, dia selalu menghampiri kaca dan meniup lututnya. 2 tahun berlalu, dan Simpai itu menghampiri kaca dan meniup lututnya ketika saya lewat didepan kandang di bulan November 2015.
Dalam foto ini, sepertinya saya yang lebih bahagia bertemu simpai ini (2015)
Banyak ilmu yang saya peroleh selama satu bulan di TMR, lebih banyak lagi pengalaman baru yang saya dapat. Tapi tidak mungkin semua itu ditulis disini karena ini bukan laporan mapropil. Terima kasih yang tak terhingga untuk seluruh tim kesehatan hewan yang memberi kesempatan pada saya untuk ikut berpartisipasi walau kenyataannya lebih banyak menganggu. Ketika selesai kegiatan, Drh. Edwar bertanya apakah kami betah magang di TMR?
Bagi saya pertanyaan ini tak butuh penjelasan karena saya sudah 3 kali kembali untuk magang d Taman Margasatwa Ragunan. Saya suka semua tentang satwa liar dan saya senang diizinkan untuk ikut bekerja bersama tim kesehatan hewan maupun keeper di TMR.

4 komentar:

  1. Eh ._. simpai sepintar itu ? dua tahun masih inget gimana niup lututnya dan mamerin ke orang yang pernah 'ngajarin' ke dia? hebat ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Primata termasuk salah satu hewan yang daya ingatnya baik dan itu juga terharu pas dia dateng nyamperin dan tiup2 lutut :-)

      Hapus
  2. Yaoloh lucu banget, ajak dong kalo pas mushabah kumpul hahahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahahhha.....
      masalahnya kita gak boleh pelihara satwa liar dey...
      kalau mau lihat main ke schmutzer Ragunan aja ;-)

      Hapus