Sabtu, 17 Januari 2015

Jurnal 101, Thanks to....

Ini adalah late post yang benar-benar terlambat.
Waktu zaman harusnya sibuk nge-draft dan baca jurnal malah ketagihan nulis di blog ini dan otak-atik media sosial. Sekalinya di kasih kesempatan hampir satu semester (setelah SKL keluar) untuk bebas main, bebas menjelajah medsos, bebas baca novel, dan pastinya bebas nulis di blog, si empunya blog ini  malah memilih tidur seharian di kosan bangun dan nonton TV (baca: Mahabarata). 

Yep... Right....
Manusia itu adalah saya Feby Yolanda Wulandari, SKH (Ciiiieeee yang namanya udah ada gelar ikutannya)
Akhirnya saya bisa menyelesaikan pendidikan sarjana kedokteran hewan setelah menghabiskan satu tahun untuk main, mencari arah, pengalaman, dan entah apalagi yang saya kerjakan. Semua ini tentunya tak akan tercapai tanpa kesehatan, kesempatan, dan pencerahan untuk kembali membuka laptop, menghitung dan mengolah data sel radang pada pembuluh darah 11 ekor monyet. Dan yang paling saya syukuri dalam hidup ini adalah memiliki dosen pembimbing paling baik dan paling sabar dalam menghadapi mahasiswa yang suka menghindari skripsi.

Ada yang bilang bagian terbaik dari sebuah skripsi, karya tulis, dan bahkan buku non-fiksi adalah ucapan terima kasih. Saya sangat setuju dengan pernyataan itu karena pernah suatu hari duduk di LSI (Perpustakaan IPB) hanya untuk membaca satu persatu ucapan terima kasih yang ditulis oleh teman-teman. Biasanya ucapan terima kasih untuk dosen pembimbing (skripsi ataupun akademik) ditulis dengan basa-basi seolah merupakan sebuah keharusan. Namun masih banyak diantaranya yang menuliskan ucapan terima kasih tersebut penuh ketulusan dan terima kasih karena dosen pembimbinglah garda terakhir yang membawa kami ke nama baru, gelar baru, dan tanggung jawab baru untuk ilmu yang telah diperoleh. Dan yang paling mengharukan adalah ucapan terima kasih untuk kedua orang tua dan keluarga yang memberi motivasi dan semangat. Terkadang saya sering tersenyum simpul ketika melihat nama orang spesial dalam hidup mereka ditulis dengan sepenuh hati dan terlihat seperti bold, italic, dan underline pada satu halaman tersebut.
Dan bagi saya mereka yang namanya tertulis di satu halaman terima kasih adalah orang-orang hebat yang sabar bertahan disamping manusia tanpa arah yang terkadang tidak memikirkan orang disekelilingnya.
  1. Bapak Pembimbing skripsi, tentunya beliau lah yang paling sabar dalam menghadapi saya, tetap memberi motivasi agar saya tidak memandang sulit topik yang akan ditulis, dan segera menyelesaikan studi sarjana. Sering kali saya merasa bersalah dan betapa bodohnya saya, menghindari bertemu bapak dalam waktu yang lama, hanya karena malu tidak mengerti topik penelitian dan tidak tahu harus menulis apa. Padahal ketika akhirnya bertemu bapak, beliau memberi pencerahan dan ternyata hal yang saya khawatirkan selama beberapa bulan bukan sebuah kesalahan tapi adalah jawaban dari data-data yang dikumpulkan jika dilihat dari sisi berbeda. Yep... kesalahan terbesar saya adalah melarikan diri karena tidak bisa menemukan benang merah dari data-data yang saya miliki, padahal ketika angka tersebut dirubah menjadi rata-rata sudah menjawab hipotesis dan tujuan yang saya tulis di proposal.
  2.  Sponsor dan  pihak Laboratorium, saya termasuk salah satu orang yang beruntung karena terlibat dalam proyek ini. Ikut serta memberi sumbangsih pada penelitian penyakit kardiovascular yang memasuki tahap uji klinis dan bekerja di laboratorium dengan standar BSL (Biosecurity Level)- 3. Belajar menggunakan beberapa alat canggih, terutama mikroskopnya yang sangat memudahkan penggunanya karena memiliki LCD dan program penyimpanan gambar secara otomatis seperti komputer jadi mata gak sakit karena harus menggunakan binokuler dan mengatur fokus mikroskop dan memudahkan dalam dokumentasi gambar karena kamera sudah tersambung otomatis pada mikroskop. Dan yang paling keren adalah sistem pengamanan lab yang menggunakan password pada pintu (Ini berasa di film-film holliwood yang mengangkat tema bioterorism).
  3. Bapak Dosen Pembimbing Akademik, kalau boleh jujur saya termasuk mahasiswa golongan yang menulis nama tersebut karena sebuah keharusan. Tapi saya harus berterima kasih pada beliau karena dengan bantuan nama dan tanda tangan beliau telah memudahkan saya dalam beberapa sistem administrasi fakultas.
  4. Keluarga, Nama Mama, Papa, dan Ngoh adalah nama yang pasti muncul di halaman terima kasih karena tanpa mereka saya tidak akan berada disini dan berubah menjadi orang yang lebih baik. Via dan Dedek mungkin bukan nama yang cukup penting untuk ditulis, tapi tanpa adanya mereka saya tidak akan mau berusaha untuk menjadi orang yang lebih baik. Mereka berdua adalah orang yang terkadang membuat saya malu pada diri sendiri dan kemudian harus berusaha menjadi manusia yang lebih baik dan menjadi contoh untuk kedua adik saya. Ni Sus dan Ni Eti adalah pedoman saya untuk menjadi seperti mereka atau mungkin lebih baik lagi.
  5. Sahabat dan Teman-teman tercinta, awalnya saya menuliskan kalimat tersebut tapi ternyata ada yang ngambek karena saya tidak menulis nama secara spesifik. Dan setelah itu, halaman terima kasih saya penuh berisi nama sahabat dan teman-teman tercinta. Sepertinya saya sudah menulis lebih dari 20 nama karena binggung "Si A kalau gak ditulis ntar marah", "Si B sering marahin gue biar nulis lagi", "Si C nemenin gue nulis ampe malam", "Pacarnya Si D bantuin ngolahin data", dan masih banyak kalimat lainnya yang terpikir ketika saya menuliskan nama sahabat dan teman-teman tercinta di ucapan terima kasih.
  6. Komunitas, sepertinya saya hanya menulis Ikatan Mahasiswa Kerinci Bogor (IMKB). Entah kenapa saya tidak menulis angkatan (ini beneran lupa) dan saya sangat yakin bahwa menulis himpunan profesi dan organisasi lainnya yang saya ikuti itu tidak penting.
Seorang teman pernah membuat pertanyaan apakah ada yang menulis ucapan terima kasih pada komunitas. Menurut saya, "Tergantung". Tergantung apakah menurutmu mereka penting dan apakah ada keterlibatan mereka dalam proses penelitian dan penulisan skripsi. Seperti yang saya tulis diatas, tidak penting menulis organisasi atau komunitas yang kita ikuti di halaman terima kasih, tapi akan menjadi sangat penting jika tanpa mereka tulisan ilmiah tersebut akan selesai.
Terlepas dari semua pertimbangan, saya perlu mengucapkan terima kasih kepada semuanya, orang-orang yang secara tidak langsung banyak membantu dalam menyelesaikan skripsi saya. Dan untuk mereka dan kalian semua saya persembahkan nama baru saya dan semoga suatu hari nanti saya bisa mengaplikasikan ilmu tersebut di lapangan.

1 komentar:

  1. Congratsssssaa Feby Yolanda Wulandari, SKH. Wohohooooo~~~ Koass yang bener abis itu nikmati liburan di Kalimantan mu. Hehe Aamiin~~~

    BalasHapus