Jumat, 10 Oktober 2014

Jurnal 100, Rempah Mahakarya Lambang Kejayaan Indonesia Dalam Sejarah

Jika ratusan tahun yang lalu tidak terjadi ekspedisi pencarian rempah-rempah oleh bangsa Eropa sehingga menimbulkan kolonialisme di Nusantara. Apakah akan lahir sebuah negeri bernama Indonesia?
Rempah-rempah menjadi lebih berharga karena asal-usulnya yang tidak jelas dan telah memberikan nilai kekayaan bagi bangsa-bangsa di timur tengah. Pada abad ke-16 rempah rempah menjadi simbol kekayaan dan status sosial. Kalangan bangsawan Eropa dianggaplebih sukses ketika mengadakan sebuah pesta dengan rempah-rempah yang berlimpah dan rempah-rempah menjadi aset kekayaan yang disimpan setara dengan permata. Namun, kekaisaran Ottoman menutup jalur perdangan rempah-rempah dan menaikkan harga sehingga terjadi kelangkaan rempah-rempah di daratan Eropa.
Kelangkaan rempah-rempah mengundang minat bangsa Eropa untuk menemukan sendiri wilayah tempat rempah-rempah berasal. Penjelajahan Samudera ini dimulai ketika Chrispher Colombus memberikan pernyataan berani "bahwa Hindia adalah wilayah terkaya didunia dan saya bicara terkait rempah-rempah". Colombus memang bukan orang yang menemukan tempat dimana asal rempah-rempah, namun perjalanan kembali ke Eropa dengan tumbuhan cabai dan orang Indian membangkitkan minat para investor untuk membiayai perjalanan menemukan daerah asal rempah-rempah.
Banyak penjelajah Eropa berlayar mengarunggi Samudera untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah. Pelabuhan Malabar yang pada abad pertengahan merupakan pelabuhan persinggahan utama perdagangan dunia merupakan tujuan utama para penemu rempah-rempah. De Abreu, Serrao, dan De Elcano merupakan nama dari beberapa penjelajah Eropa yang berhasil menjejakkan kaki di kepulauan Ternate. Berita tentang penemuan daerah penghasil rempah-rempah ini mengakibatkan meningkatnya jumlah penjelajah Eropa yang datang ke Nusantara. Persaingan para penjelajah bukan lagi tentang membeli rempah-rempah, tapi bagaimana cara menguasai daerah penghasil rempah dan akhirnya bisa menguasai pasar dan harga rempah-rempah dunia.

Misteri rempah-rempah yang mengundang para penjelajah untuk menemukan daerah penghasil rempah-rempah. Penemuan daerah penghasi rempah-rempah menimbulkan praktek kolonialisme dan penjajahan di Indonesia. Berbagai usaha kerja sama dengan para penjelajah yang akhirnya menjadi penjajah di negeri yang konon katanya kaya oleh rempah-rempah mampu membangkitkan rasa nasionalisme dalam diri masyarakat Indonesia. Rasa nasionalisme inilah yang memunculkan nama seperti Soekarno, Mohammad Hatta, dan banyak pemuda lainnya yang membawa Indonesia ke gerbang kemerdekaan.
Jika tidak ada penjelajahan rempah-rempah, apakah akan lahir negeri Indonesia ini? mungkin saja kita akan menjadi banyak bangsa yang berasal dari berbagai kerajaan yang ada di penjuru negeri ini?
 Apakah orang Eropa yang pertama kali datang ke Indonesia untuk menemukan rempah-rempah? Mungkin tidak, karena rempah-rempah telah digunakan sejak berabad-abad sebelum masehi di berbagai belahan dunia. Pasti di masa tersebut telah ada penjelajahan dan sistem perdagangan rempah-rempah bukan? 
Rempah-rempah mungkin saat ini hanya sekedar komoditi yang tidak memiliki nilai seperti di masa lampau. Namun rempah-rempah telah banyak memberi manfaat bagi bangsa ini dan mungkin seluruh dunia dari perjalanan sejarah yang telah dilaluinya

0 komentar:

Posting Komentar