Selasa, 19 Agustus 2014

Jurnal 98, Rumah Kopi Ranin


"Sekali seduh kita bersaudara, karenanya Ranin adalah rumah pembebasan dari segala hegemoni modal dan kekuasaan. Di Ranin kita duduk sama rendah, menanggalkan segala predikat yang tidak menambah nikmat cita rasa kopi. Ngopi di Ranin adalah menikmati kopi sambil merajut kembali aspek kemanusiaan dan ekologi yang sering ditinggalkan" --Rumah Kopi Ranin
Akhir nya saya merasakan kalau tidur-tiduran di kosan gak akan menghasilkan apapun selain kepala yang makin berat karena kebanyakan tidur, perut yang kelaparan karena gak mau masak atau beli makanan di bara,  senyum-senyum sendiri ketika banyakan nonton korea, atau perasaan puas yang muncul ketika berhasil ngelewatin episode Mahabarata yang lagi tayang di TV. Jadi tadi siang setelah shalat zhuhur dengan langkah yang cukup berat saya melangkahkan kaki untuk mencari tempat yang bisa meningkatkan kreativitas otak dan menghasilkan sesuatu yang mungkin berarti. So... disinilah saya berada, duduk cantik dengan segelas ice coffee latte dan sepiring kentang goreng di "Rumah Kopi Ranin".
Bagi mahasiswa IPB, nama ranin mungkin sangat familiar terutama mahasiswa dari Fakultas Ekologi Manusia karena rumah kopi ini mengisi salah satu sudut di kantin Plasma milik fakultas tersebut. Saya pertama kali mengunjunggi rumah kopi ini beberapa hari sebelum ramadhan diajak oleh Yudha dengan niat nyari lokasi yang seru buat nge-draft. Niat awalnya nulis skripsi disini malah dikira mau nyari bahan skripsi tentang kopi, tapi ya... si mas-mas barista nya emang seru diajak ngobrol dan sepulang dari Ranin jadi dapat banyak ilmu baru tentang kopi.
Rumah Kopi Ranin merupakan milik salah satu alumni IPB, nah terbukti kan kalau IPB telah banyak menghasilkan enterpreuner yang memiliki kreatifitas tinggi. Rumah Kopi Ranin di design dengan konsep vintage. Pemilik rumah kopi ini memadukan peralatan sederhana yang memberi konsep vintage, seperti meja dari meja jahit, dan ornamen-ornamen seperti kendi dan alat pembuat kopi manual yang digunakan pada zaman penjajahan Belanda (mungkin...).
Menu yang disajikan terdiri atas kopi tubruk, berbagai kopi racikan seperti latte, cappucino, espresso, dan moka, serta menu lain yang bisa digunakan untuk mendampinggi kopi seperti kentang, pisang, dan tape goreng. selain menyajikan kopi, mereka juga menyajikan menu selain kopi seperti green tea. Selain cara penyajian kopi, Ranin memberi kesempatan pada pengunjung untuk memilih biji kopi yang akan digunakan.
Menariknya, Rumah Kopi Ranin menyajikan kopi yang dibuat dari biji kopi yang di tumbuk dan kemudian di seduh dengan perlengkapan manual bukan mesin kopi instan seperti di beberapa gerai kopi lainnya. Hal yang paling saya acungi jempol adalah kesadaran pemilik kedai kopi ini dalam memperhatikan nasib petani kopi Indonesia. Selain menyediakan biji kopi dari berbagai penjuru nusantara, Rumah Kopi Ranin sering kali mengunjunggi beberapa kebun kopi di Indonesia dan melalui mereka memperkenalkan akun twitter mereka memperkenalkan kopi kepada masyarakat.






Over all, Rumah Kopi Ranin merupakan tempat yang memberi banyak ilmu baru bukan hanya tentang kopi tapi menunjukkan pada kita asal mula kopi mulai dari petani hingga di seduh dan bisa kita minum. Di sisi lokasi dan tempat, kedai kopi ini sangat di rekomendasikan untuk tempat nongkrong rame-rame ataupun menikmati waktu sendiri.

Rumah Kopi Ranin
Buka jam 10 pagi - 10 malam setiap hari, kecuali hari besar keagamaan. 
Alamat : Jalan Ahmad Sobana 22 A, Bantarjati, Bogor.
Twitter : @ranincoffee
Facebook : https://www.facebook.com/RaninCoffee 

0 komentar:

Posting Komentar