Minggu, 06 April 2014

Jurnal 94, Serial #1 Pencegahan TB, tugas siapa?

TB atau tuberkulosis merupakan salah satu penyakit gangguan pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberkulosis. Penyakit ini dapat menular melalui udara karena itulah penularan antar individu bisa terjadi dengan cepat. Selain itu, pengobatan penyakit ini harus dilakukan secara intensif dan membutuhkan waktu yang cukup panjang.
Penulatan TB melalui udara (Sumber: CDC)
Apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah terkena TB? Mungkin ada banyak teori ilmiah terkait pencegahan, tapi satu hal yang sering terlupakan dan sering kali diabaikan adalah mencari penderita TB di sekitar kita kemudian membantu mereka agar segera sembuh. Bukankah, "lebih baik mencegah dari pada mengobati"? Lebih baik kita mencegah terkena TB dengan menguranggi jumlah orang yang menderita penyakit ini dari pada berusaha melakukan pencegahan dan terkadang merasa takut terhirup udara yang mengandung bakteri penyebab TB. Kita tidak perlu takut pada penderita TB karena penyakit ini tidak akan menular melalui jabat tangan dan berbagi makanan dan minuman.
Lalu apa yang bisa kita lakukan untuk penderita TB?
Gejala klinis penderita TB (Sumber: CDC)
Cara paling sederhana dan bisa dilakukan semua orang, kenali mereka dan anjurkan untuk melakukan pengobatan secara intensif. Walaupun kita dan keluarga dekat bukan penderita TB, tak ada salahnya mengenali gejala penyakit ini. Ingat! Pencegahan dan pengobatan TB di Indonesia bukan hanya tugas dokter dan kementerian kesehatan.
Mungkin banyak diantara kita tidak peduli pada TB, apalagi kita yang dilimpahkan anugrah kesehatan. Terkadang kita menutup mata dan tidak ingin tau apa yang dilakukan pemerintah lakukan untuk menjadikan Indonesia negara bebas TB. Akan tetapi, satu hal yang paling dibutuhkan untuk kesuksesan suatu program pemerintah adalah "Kepedulian Masyarakat" untuk ikut serta di dalamnya. Pemerintah tidak akan bisa menditeksi keberadaan penderita TB di negara yang berpenduduk lebih dari 200 juta ini tanpa bantuan masyarakat sekitar. Alanngkah indahnya, jika setiap masyarakat Indonesia mengetahui tanda-tanda penderita TB kemudian melaporkannya pada puskesmas terdekat. Penderita TB pun tak usah malu, saat ini adalah zaman modern dimana penderita TB tak lagi dianggap sebagai hama yang harus dijauhi karena kita semua tau TB adalah penyakit yang bisa disembuhkan melalui pengobatan yang teratur dan intensif.
Melalui tulisan ini, saya menghimbau kita semua masyarakat Indonesia baik yang dianugrahi kesehatan maupun menderita TB karena pemerintah tidak bisa berjalan sendiri untuk membebaskan negara kita dari ancaman tuberkulosis.

0 komentar:

Posting Komentar