Selasa, 10 September 2013

Senin, 09 September 2013

Jurnal 71, Desa emas itu namanya Sawarna...

"Kenapa pilih Sawarna? Anyer keseringan, Pelabuhan ratu terlalu mainstram, Pangandaran kejauhan kalo dari Jakarta." (Valiant Budi dalam Kala Kali)
Menyenangkan sekali berada di sebuah tempat yang tidak diketahui banyak orang. Mungkin ini gejolak perasaan bule-bule Eropa itu saat menemukan kebun rempah-rempah di Indonesia" (Valiant Budi dalam Kala Kali). Terlalu banyak kalimat indah yang mengundang para sahabat petualang untuk mengunjunggi Desa Sawarna, sebuah desa emas di ujung barat pulau jawa. Sebuah desa yang saat ini sering disebut dengan 7 wonders nusantara. Keindahan terumbu karang di pantai tanjung layar, Sunrise di pantai laguna pari, dan keindahan penuh misteri di goa lalay.
Sumber disini

Jumat, 06 September 2013

Kamis, 05 September 2013

Jurnal 69, Jakarta, The Diplomatic City Of ASEAN #10DaysForASEAN


Indonesia adalah negara terakhir yang dijadikan tema dalam lomba Blog #10DaysforASEAN yang diadakan oleh ASEAN Blogger Chapter Indonesia bersama dengan beberapa sponsor di antaranya US Mission. Untuk tema kali ini dipilih Jakarta, ibukota negara Indonesia, yang juga menjadi markas ASEAN Secretary bertempat di Jalan Sisingamangaraja 70 A, Jakarta Selatan.  Keberadaan markas ASEAN Secretary di Jakarta merupakan suatu kepercayaan bahwa Indonesia bisa menjadi penghubung antar negara-negara anggota ASEAN atau Diplomatic City of ASEAN.  Menurut teman-teman blogger mengapa Jakarta bisa terpilih sebagai Diplomatic City of ASEAN? Apa dampak positif dan negatifnya bagi Indonesia khususnya Jakarta? Kesiapan apa saja yang perlu dilakukan oleh Jakarta sebagai tuan rumah dari Perhimpunan Bangsa-bangsa ASEAN?



Rabu, 04 September 2013

Jurnal 68, Our People Our Future Together #10DaysForASEAN


Sudah bisa menduga kan kalau negara yang akan dibahas kali ini adalah negara yang beribukota Bandar Seri Begawan, yang juga juga menjadi negara penyelenggara KTT ASEAN ke-22 pada bulan April 2013 lalu. Dalam KTT ke-22 di Brunei Darussalam itu,  tema yang diangkat adalah “Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan”, dengan pokok perundingan pembangunan badan persatuan ASEAN, dengan tiga pilar yaitu Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan. Pembangunan Badan Persatuan ASEAN itu harus dirampungkan sebelum 31 Desember 2015. Tema: Dengan ketiga pilar tersebut, bagaimana mencapai tujuan pembangunan badan persatuan ASEAN? Mampukah negara-negara ASEAN mewujudkan Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan? 
Sumber: http://www.indonesiarayanews.com/sites/default/files/styles/caption/public/072012/asean_4.jpg
Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-22 dilaksanakan di Brunei Darusalam pada April 2013 lalu. Tahun ini KTT menfokuskan pada pembangunan persatuan ASEAN dan pencapaian perkembangan negara-negara ASEAN dalam rangka merampungkan Piagam ASEAN. Pada KTT sebelumnya di Kamboja para pemimpin ASEAN sepakat untuk membentuk Badan Persatuan ASEAN sebelum 31 desember 2015. Dala KTT ke-22 ini, para pemimpin ASEAN membahas tentang tiga pilar Badan Persatuan ASEAN yaitu Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan, tantangan serta solusinya. Para pemimpin delegasi konferensi juga akan bertukar pendapat mengenai masalah internasional dan regional, sementara juga merundingkan peranan yang dimainkan ASEAN dalam kerangka regional.(Sumber: CRI online)

Selasa, 03 September 2013

Jurnal 67, Bagaimana dengan kebebasan pers di Filipina? #10DaysForASEAN


Kebebasan berekspresi dan kebebasan informasi di negara-negara anggota ASEAN tidak sama. Beberapa negara, termasuk Indonesia, bebas atau longgar dalam hal kebebasan pers dan kebebasan berekspresi bagi para blogger, yang sekarang ini menjadi salah satu alternatif dalam penyebaran informasi atau jurnalis warga. Tetapi ada juga negara yang mengekang kebebasan berekspresi warganegaranya, dan ada negara yang memenjarakan blogger jika tulisannya menentang pemerintahan negaranya. Bagaimana dengan Filipina? Apakah Filipina termasuk negara yang longgar dalam kebebasan berekspresi dan informasi bagi para warganegaranya, termasuk blogger atau jurnalis warga? Tuliskan dalam satu postingan menarik bagaimana pendapatmu tentang kebebasan berekspresi dan kebebasan informasi di Filipina.


Sumber: http://images.detik.com/customthumb/2012/05/03/1025/img_20120503152412_4fa240ac7eae7.jpg?w=600
Press Freedom Monument dibangun di Kota Cagayan de Oro, Mindanao, monumen ini dibangun untuk mengenang wartawan yang meninggal di Filipina. Di monumen ini tertulis nama 100 wartawan beserta media tempat bekerja, dan tanggal kematian wartawan tersebut. Dan di kaki monumen terdapat tulisan, "Penghormatan kepada anggota pers yang dibantai". Monumen ini menggambarkan seorang pria memapah seorang perempuan yang memegang kertas dan terluka, sementara di belakangnya berdiri seorang pria dengan buku, pulpen dan kamera. Monumen ini dimaksudkan agar rakyat Filipina lebih menghargai kebebasan pers (sumber: Detik Travel).

Senin, 02 September 2013

Jurnal 66, The borderless world- Singapura dan Perbatasan #10DaysForASEAN


Tahun 2015 diharapkan ASEAN menjadi satu komunitas tunggal, yang merangkul seluruh negara di ASEAN.  Namun di antara anggota ASEAN, ada juga yang memiliki sengketa antar negara, terutama terkait dengan perbatasan antar negara. Seperti yang terjadi dengan Singapura dan Malaysia. Singapura mempunyai sengketa perbatasan dengan Malaysia pada pulau di pintu masuk Selat Singapura sebelah timur. Ada tiga pulau yang dipersengketakan, yaitu Pedra Branca atau oleh masyarakat Malaysia dikenal sebagai Pulau Batu Puteh, Batuan Tengah dan Karang Selatan. Persengketaan yang dimulai tahun 1979, sebenarnya sudah diselesaikan oleh Mahkamah Internasional tahun 2008, dengan menyerahkan Pulau Pedra Branca kepada pemerintahan Singapura. Namun dua pulau lagi masih terkatung-katung penyelesaiannya dan penyerahan Pedra Branca itu, kurang diterima oleh Masyrakat Malaysia sehingga kerap terjadi perselisihan antar masyarakat. Bagaimana menurut teman-teman blogger penyelesaian konflik ini terkait dengan Komunitas ASEAN 2015?


Sumber: https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d7/Pedra_Branca_Map.svg/800px-Pedra_Branca_Map.svg.png
Sengketa terhadap tiga kawasan di timur selat singapura telah terjadi sejak tahun 1979. Sengketa ini dimulai setelah pemerintah Malaysia mengeluarkan peta yang berjudul “Wilayah Perairan dan Batas Landas Kontinen Malaysia” dengan Pedra Branca yang masuk dalam wilayah Kedaulatan Malaysia. Tentunya tindakan ini menuai protes dari pemerintah Singapura pada tahun 1980. Selanjutnya pada tahun 1993 pemerintah Singapura memperluas klaim dengan memasukkan Middle Rocks dan South Ledge dalam gugatannya. Setelah 24 tahun berunding untuk menyelesaikan sengketa pada tahun 2003 kedua negara ini sepakat menyerahkan sengketa kepada Mahkamah Internasional (ICJ). Pada tanggal 23 Mei 2008, akhirnya Mahkamah Internasional memutuskan bahwa Singapura berhak atas kedaulatan daripada Pulau Batu Puteh (Pedra Branca) dan Malaysia mempunyai kedaulatan atas Middle Rocks serta South Ledge.

Minggu, 01 September 2013

Jurnal 65, Republik Demokratik Laos "Peace, independence, democracy, unity and prosperity" #10DaysForASEAN

Visi ASEAN 2015 adalah menjadi ASEAN komunitas tunggal, baik di bidang ekonomi mau pun politik. Laos, atau Republik Demokratik Laos, meski sudah bergabung dengan ASEAN sejak tahun 1997, namun baru membuka diri seluas-luasnya dengan negara lain pada tahun 2004, dan melakukan kerjasama di berbagai bidang. Peran Republik Demokratik Laos di ASEAN, bisa dikatakan belum banyak berkontribusi, tenggelam di bawah bayang-bayang negara ASEAN lainnya yang semakin maju. Dengan adanya Komunitas ASEAN, diharapkan Laos menjalin kemitraan yang baik dengan  negara ASEAN lainnya. Jika posisi Anda adalah negara Laos, investasi diplomatik apa yang diharapkan dengan kemitraan yang terjalin dengan dunia internasional, khususnya negara-negara ASEAN.  Tuliskan pendapatmu di blog tentang hal tersebut. Fokus pada peran Laos sebagai anggota Komunitas ASEAN. 
Sumber: http://www.tourismindochina.com/laos/image-laos/Laos%20map1.jpg
Ibukota                   :  Vientiane
Bahasa resmi           :   Laos
Lagu kebangsaan      :   Pheng Xat Lao
Etnis                       :   Laos, Khmu, Hmong, dan lainnya
Mata uang                :   Kip
Jumlah Penduduk      :  6.288 juta jiwa (2011)
Luas wilayah            :  ± 236.800 km²
Kepadatan               :  ± 24 jiwa/km²
GDP                        : $3,004 (wikipedia)