Sabtu, 07 Desember 2013

Jurnal 79, Eiger Explorienteering Challange Jogja 2013

Cerita ini berawal dari seorang mahasiswa FKH IPB yang super kepo terutama terkait kuis. Nah, 18 Juni 2013 lalu salah satu account twitter yang memuat banyak info kuis memberikan link tentang "Eiger Explorienteering Challange Jogja 2013". Nah, diwaktu yang bersamaan, saya upload link tersebut di facebook dan memberi tagging pada beberapa teman yang mungkin berminat untuk ikut. Dan, sampe malam hanya ada teman-teman yang berminat ikut (baca: Mas Arif, Kak Gerry, Atika), hingga akhirnya si Dhani muncul di kostan dan kita memutuskan untuk ikut berpartisipasi di event ini dan akan mendaftar ke Eigershop besok.


Scene 1, Pendaftaran ke Eiger Shop
Setelah kembali dari seminar di kampus (Lupa seminar siapa) dan setelah bersedih sesaat akibat nilai yang muncul di papan pengumuman kami tetap bersemangat untuk datang ke Eiger Shop di Sukasari. Percakapan singkat dengan pegawai Eiger,
PE (Pramuniaga Eiger): Selamat siang mbak 
Kami (K): Selamat siang mas, kita mau mendaftar Eiger Explorienteering Challange.
PE: Oh iya mbak, pendaftarannya sudah dimulai kemarin... bla... bla.... (Si mas ngomong panjang lebar tentang acara yang sebenarnya udah tertulis di website Eiger). Tapi kita belum fotocopy formulirnya mbak, di tunggu sebentar ya 
K: Udah print formulirnya kok mas (sambil ngeluarin formulir yang udah terisi).
PE: (Speechless..) O.. tunggu sebentar ya mbak (Si mas telpon bosnya untuk menanyakan mekanisme pendaftaran event dan mempersilakan kita untuk duduk dan menunggu)
And then, si mas menyerahkan kwitansi sebagai bukti pembayaran yang akan digunakan saat pendaftaran ulang di Jogja.
PE: Nanti masing-masing dapat 1 tas dan 1 kaos ya mbak
Saya: Udah tau kalii mas (dalam hati saja)
K: Oke, terima kasih ya mas (dan pergi meninggalkan EigerShop)

Scene 2, Persiapan sebelum berangkat
Tumben-tumbennya, saya sebagai miss kepo baru menyadari harus selalu update facebook dan twitter Eiger untuk mengetahui gambaran acara ini. Dan dua hari sebelum keberangkatan saya baru mengetahui desain kaos dan tas yang akan jadi seserahan Eiger Explorienteering Challange (Memang terlambat selalu lebih baik daripada tidak tau sama sekali. Untungnya, saya dan dhani telah mempersiapkan keberangkatan dari Bogor hari kamis tanggal 4 juli, karena kalau kami berangkat tanggal 5 bisa-bisa gak ikut technical meeting yang dilaksanakan pada tanggal 5 dan lebih apes lagi bisa-bisa gak ikutan event yang kumpulnya dimulai sejak pukul 6 pagi hari sabtu 6 juli 2013.

Scene 3, Persiapan Berangkat, Tiket, dan Jogja
Saya dan Dhani berangkat ke Jogja dengan menggunakan bis dari terminal Baranang Siang Bogor. Kami tiba di terminal Giwangan Yogyakarta pukul 08.00 WIB, sebelumnya sempat ngetem di Purwerojo kota asal si Dhani dan saya ditunjukkan tempat-tempat yang menjadi kenangan masa kecil bocah bergolongan darah AB ini. Setibanya di Jogja, kami mandi untuk menyegarkan diri dan langsung jalan ke TKP (Babarsari) dengan menggunakan Trans Jogja. Shalter Trans Jogja penuh dengan orang-orang seperti kami dan mungkin lebih heboh lagi karena terlihat perlengkapan berkemah di tas yang mereka gunakan. Tanpa harus nanya udah pasti mereka peserta Explorienteering Challange juga, tapi ternyata kami berbeda tujuan dengan serombongan orang tersebut. Saya dan Dhani memilih rute ke Babarsari terlebih dahulu untuk melakukan registrasi ulang baru setelahnya jalan di Jogja untuk mencari penginapan.

Scene 3, Briefing
Briefing Eiger Explorienteering Challange dilaksanakan di Bumi Perkemahan Babarsari. Tempat ini mengingatkan saya pada Jambore waktu SMP dulu, dekat dengan perumahan penduduk tapi terkesan di hutan. Sempat kaget dan minder a.k.a udah ngerasa kalah waktu liat saingan kita rata-rata adalah backpacker, pendaki gunung, dan lebih dari 70% mereka adalah cowok. Dan dari beberapa yang kenalan sama gue dan dhani nanya gini "Cuma berdua aja dari Bogor" sambil lirik-lirik di sekeliling kita. Ya, saya ngaku ini memang nekat, dua cewek ikut city explorienteering ke luar kota dan gak ada kenalan cowok. Terkadang saya bingung dengan anggapan kalau cewek mau ngapa-ngapain harus ditemenin sama cowok, oke lah di abad ke-18 dulu cewek yang keluar tanpa pendamping yang layak di anggap aneh. Kalau saat ini menurut saya selama kita masih ada di jalur yang benar dan bisa jaga diri sendiri kenapa enggak?. 
Selama briefing dijelaskan secara samar-samar tentang teknis acara. Kenapa samar-samar, karena kalau enggak di samarin orang jogja pasti menang (tapi, yang menang orang jogja juga tuh...). Ternyata jogja explorienteering challange termasuk wisata di jogja, cuma wisata dengan aturan, kecepatan, berusaha dapat poin tinggi, dan menang. After briefing, saya dan dhani tidak akan berdua saja melewati tantangan esok harinya karena kami akan bergabung dengan satu tim dari Surabaya dan Yogyakarta.
Dan, nama tim kami adalah HPC.... salah satu bentuk persahabatan karena meninggalkan beberapa teman penggerak HPC di Bogor...

Cerita lengkap satu hari jalan di Jogja for the next chapter...

(Menyedihkan waktu liat judul pertama postingan ini berada di posisi Jurnal 60, tapi malah ke posting sebagai jurnal 79...)

2 komentar:

  1. Balasan
    1. Hahahhaa iya...
      dulu nyokap sering ngomel "Kamu kok mainnya sama dhani mulu sih, sama temen cewek aja napa?"

      Hapus