Minggu, 27 Oktober 2013

Jurnal 75, NO SUAP bersama #PLNBersih

“Hukumnya haram kasih uang tip, uang rokok bahkan uang makan, uang apapun ke petugas PLN yang melayani masyarakat baik pasang listrik, ada kerusakan kabel PLN di rumah pelanggan, kami mohon jangan,” ujar Bambang Dwiyanto, Manajer Senior Komunikasi Korporat PLN dalam acara Blogger dukung PLN Bersih
Suap dan korupsi sudah jadi makanan sehari-hari di negeri ini. Banyak tokoh dari berbagai lembaga diberitakan dan terbukti melakukan korupsi. Tapi negeri kita tidak seburuk itu, masih banyak tokoh-tokoh pemerintah, masyarakat biasa, dan lembaga yang berusaha untuk menjauh dari suap dan korupsi. Salah satunya adalah Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang sejak dicanangkan UU No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik telah meningkatkan transparansi perusahaan dan membentuk perangkat pelayanan informasi publik.

Sumber: BlogDetik
PT. PLN Persero merupakan salah satu lembaga yang menyediakan pelayanan jasa listrik kepada masyarakat. Hal ini mengakibatkan dekatnya interaksi antara petugas PLN dan masyarakat sehingga memiliki potensi besar untuk terjadinya suap, korupsi, ataupun pungutan liar baik dalam jumlah kecil maupun besar. Untuk menghindari terjadinya suap maupun KKN di lingkungannya, PT. PLN Persero mencanangkan Program PLN Bersih. Untuk menjalankan program ini ada 4 pilar yang mendasari, yaitu partisipasi, integritas, transparansi, dan akuntabilitas.

Sumber: PLN Bersih

Menurut KBBI, Partisipasi adalah hal, turut berperan dalam satu kegiatan, keikutsertaan, peran serta. Partisipasi menunjukkan kegiatan ini meliputi deklarasi komitmen integritas pegawai PLN di seluruh lapisan unit dan wilayah kerja PLN (pln.bersih.com). Sebagai warga negara Indonesia sudah selayaknya kita ikut berpartisipasi dalam program PLN Bersih. Partisipasi yang diharapkan sangat sederhana, yaitu mengikuti prosedur yang berlaku. Saat ini, PT.PLN Persero sudah berusaha untuk memberikan pelayanan yang cepat, tepat, dan efisien untuk menyinari negeri ini. Sederhananya adalah ketika anda ingin membuat jaringan listrik baru maka ikuti lah prosedur yang berlaku. PLN memberi kemudahan pada masyarakat dengan mencanangkan Easy Getting Electricity, mudah mendapatkan listrik dalam 40 hari nyala. Jadi tidak perlu mengambil jalan pintas dengan alasan "kalau gak gitu urusannya lama". 
PT. PLN Persero butuh dukungan masyarakat Indonesia berpartisipasi untuk mewujudkan PLN Bersih
Integritas merupakan keterpaduan, kebulatan, keutuhan, jujur, dan dapat dipercaya (KBBI). Pilar Integritas menjadikan para pegawai PLN patuh pada Code of Ethic (CoE) dan Code of Conduct(CoC) yang berlaku di perusahaan. Integritas ini juga berlaku pada proses pelayanan pelanggan melalui berbagai indeks integritas layanan publik (pln.bersih.com). Penerapan pilar integritas dalam program PLN Bersih dapat kita saksikan secara langsung yaitu kemudahan proses pemasangan baru, tambah daya, dan layanan gangguan listrik yang bebas dari korupsi dan suap (pln.bersih.com).
PT. PLN Persero berusaha untuk mempertahankan integritas dalam melayani kebutuhan listrik negeri ini.
Dalam KBBI dijelaskan bahwa Transparansi adalah sifat tembus cahaya, nyata, dan jelas. Pilar transparansi merupakan landasan utama bagi terciptanya iklim keterbukaan perusahaan lewat keterbukaan informasi kepada publik (pln.bersih.com). PLN memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mendapat informasi tentang PT. PLN Persero dari berbagai media, seperti internet, brosur, buku panduan, leaflet, dan lain-lain.  Caranya sangat mudah di dunia media sosial seperti saat ini, kita bisa mengetahui dan menanyakan segala hal tentang PLN, Pelayanan publik, dan informasi terkait lainnya melalui call center PLN 123, website www.pln.co.id/ www.plnbersih.com, Facebook PLN, atau akun twitter @pln_123. Menariknya adalah, kita bisa melaporkan tindakan yang melanggar PLN Bersih seperti uang tambah ataupun pungutan liar lainnya dengan mengirim sms ke  081281022000 yang merupakan SMS PLN Peduli, dimana laporan tersebut akan di follow up dan ditindaklanjuti oleh PLN.
Landasan utama bagi terciptanya PLN Bersih, Transparansi dalam memberi pelayanan kepada publik.
Pilar terakhir, akuntabilitas merupakan prinsip dari sikap responsif terkait dengan Complaint Handling Mechanism (CHM) untuk memberikan pengaduan terkait pelayanan pelanggan dan pengadaan barang/jasa.Wujudnya saat ini berupa tersedianya saluran aduan telepon melalui call center PLN 123 dan website PLN. Jangan takut untuk melakukan komplain karena telah diterapkan mekanisme Whistle Blower System dan pengelolaan gratifikasi untuk melindungi kerahasiaan pelapor. Dengan demikian, anda tidak akan mendapa kesulitan matinya saluran listrik apabila menyinggung petugas/perusahaan (Semoga saya tidak salah mengerti makna dari pilar ini).
Akuntabilitas, mempermudah pelanggan dalam berkomunikasi dengan PLN terutama terkait mekanisme komplain
Dalam pelaksanaanya inisiatif yang dilakukan PLN untuk mencegah terjadinya korupsi dan mewujudkan PLN Bersih dapat dilihat dalam beberapa upaya, yaitu:
  • Sistem pelayanan transparan dengan meminimalkan tatap muka pelanggan dengan pegawai PLN. Contohnya, layanan pasang baru, tambah daya, pasang sementara secara online melalui website http://www.pln.co.id/pbpd/index.php
  • Membuat sistem penanganan keluhan pelanggan pada call center PLN 123, Official fans Page PT. PLN Persero, dan twitter @pln_123
  • Membangun whistler blower system bagi karyawan PLN
  • Memudahkan karyawan yang ingin menyerahkan barang terindikasi gratifikasi
  • Melakukan multi stakeholder forum (mitra PLN) dengan membuat komitmen dan deklarasi bersama untuk tidak melakukan suap dan korupsi. 
  • (Sumber: Blog Detik Tentang PLN Bersih)

Dalam beberapa kondisi pegawai PLN tidak dapat menolak pemberian/hadiah dari pelanggan. Nah, dalam kondisi ini petugas yang bersangkutan dapat melaporkan hal tersebut dan menyerahkan barang yang terindikasi gratifikasi. Kenapa harus diserahkan pada perusahaan? pertanyaan tersebut terlintas dibenak saya ketika mengikuti Blogger Bicara PLN Bersih, "yang ngasih ikhlas kok". Setelah dianalisi lebih lanjut, saya kembali mempertanyakan "Bagaimana muncul tindakan suap ataupun korupsi?" Ketika awal penciptaan manusia, dan berawalnya hubungan sosial dalam masyarakat pastinya lingkungan saat itu masih bersih. Mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan setelah berusaha terlebih dahulu. Tapi manusia tidak pernah puas, untuk mendapatkan keinginannya dengan mudah dan cepat mereka melakukan kecurangan dan menempuh jalan pintas, seperti suap. Jadi, mungkn karena alasan inilah PT. PLN Persero mulai membiasakan pola hidup bersih sebelum munculnya tindakan suap dalam kehidupan manusia untuk menghindari terjadinya korupsi di lingkungan PT. PLN Persero.
PLN tidak sendiri dalam melaksanakan program PLN Bersih NO SUAP! NO KORUPSI! NO GRATIFIKASI!. Karena dalam pelaksanaanya PLN bekerja sama dengan Transparency International Indonesia (TII) untuk mensupervisi program PLN Bersih. Jadi jangan khawatir jika PLN Bersih cuma pencitraan bagi PT. PLN Persero, karena dalam kerjasama tersebut TII memastikan bahwa dalam usaha PLN menyediakan listrik bagi masyarakat sungguh-sungguh dalam mempraktekkan Good Corporate Governance (GCG) dan anti korupsi. Kerjasama yang dibangun meliputi reformasi dalam penyediaan barang dan jasa dan reformasi di sisi pelayanan pelanggan. TII sendiri merupakan merupakan salah satu chapter Transparency International, sebuah jaringan global NGO antikorupsi yang mempromosikan transparansi dan akuntabilitas kepada lembaga-lembaga negara, partai politik, bisnis, dan masyarakat sipil. (Sumber:Blog Detik Tentang PLN Bersih)
Sebagai warga negara Indonesia saya memberi apresiasi yang sangat tinggi kepada PT. PLN Persero karena sepengetahuan saya belum ada lembaga pemerintah, maupun perusahaan yang secara terang-terangan menghimbau masyarakat untuk ikut serta dalam pencegahan suap dan korupsi di lingkungan mereka. Mungkin saya adalah orang yang tidak update informasi tentang hal ini,  PLN merupakan perusahaan pertama yang menghimbau masyarakat untuk membantu mencegah tindak korupsi di lingkungannya dalam program PLN Bersih. Wujud nyata dari PLN Bersih adalah perolehan penghargaan Bung Hatta Anti-Corruption Award 2013 yang diperoleh oleh direktur utama PLN, Nur Padmuji atas upayanya dalam memberantas dan mencegah korupsi di perusahaan yang dipimpinnya.

Dalam merayakan 68 tahun hari listrik nasional, PLN menghimbau para blogger diseluruh pelosok nusantara untuk ikut serta mendukung PLN Bersih. Dalam acara Blogger Bicara PLN Bersih 4 Oktober lalu sudah ada perwakilan blogger yang memberi tanda cap tangan PLN Bersih NO SUAP! dan dilanjutkan dalam lomba blog PLN Bersih yang berakhir pada hari ini.
5 Blogger yang ikut memberi cap tangan
Nah, pada kesempatan ini mumpung tulisan di blog saya dibaca oleh bagian humas dari PT. PLN Persero. Hanya mengusulkan untuk mengguranggi penggunaan energi masyarakat dan jika memang harus dilakukan pemadaman sebaiknya ada pemberitahuan terlebih dahulu. Jika memang harus diadakan pemadaman setiap bulan untuk tanggal yang sudah dipastikan untuk setiap wilayahnya. Saya yakin, masyarakat mengerti akan kondisi ini. Komplain yang sering kali terjadi adalah pemadaman yang mendadak sehingga masyarakat tidak bisa mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk penerangan jika tidak ada listrik. 
Dahulu kita hidup tanpa listrik, hanya berbekal lampu minyak ataupun obor. Saat ini kita telah diberi kelebihan berupa listrik, menikmati penggunaan berbagai elektronik yang sumber energinya berasal dari listrik. Terkadang kita lupa akan kehidupan di masa lalu, kehidupan yang penuh keterbatasan. Mulai sekarang, mari hemat energi, hemat listrik, dan dukung PLN Bersih.
 Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba blog "Blogger dukung PLN Bersih" bersama Blog Detik






0 komentar:

Posting Komentar