Rabu, 04 September 2013

Jurnal 68, Our People Our Future Together #10DaysForASEAN


Sudah bisa menduga kan kalau negara yang akan dibahas kali ini adalah negara yang beribukota Bandar Seri Begawan, yang juga juga menjadi negara penyelenggara KTT ASEAN ke-22 pada bulan April 2013 lalu. Dalam KTT ke-22 di Brunei Darussalam itu,  tema yang diangkat adalah “Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan”, dengan pokok perundingan pembangunan badan persatuan ASEAN, dengan tiga pilar yaitu Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan. Pembangunan Badan Persatuan ASEAN itu harus dirampungkan sebelum 31 Desember 2015. Tema: Dengan ketiga pilar tersebut, bagaimana mencapai tujuan pembangunan badan persatuan ASEAN? Mampukah negara-negara ASEAN mewujudkan Menyatukan Rakyat, Menciptakan Masa Depan? 
Sumber: http://www.indonesiarayanews.com/sites/default/files/styles/caption/public/072012/asean_4.jpg
Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN ke-22 dilaksanakan di Brunei Darusalam pada April 2013 lalu. Tahun ini KTT menfokuskan pada pembangunan persatuan ASEAN dan pencapaian perkembangan negara-negara ASEAN dalam rangka merampungkan Piagam ASEAN. Pada KTT sebelumnya di Kamboja para pemimpin ASEAN sepakat untuk membentuk Badan Persatuan ASEAN sebelum 31 desember 2015. Dala KTT ke-22 ini, para pemimpin ASEAN membahas tentang tiga pilar Badan Persatuan ASEAN yaitu Persatuan Keamanan, Persatuan Ekonomi dan Persatuan Sosial dan Kebudayaan, tantangan serta solusinya. Para pemimpin delegasi konferensi juga akan bertukar pendapat mengenai masalah internasional dan regional, sementara juga merundingkan peranan yang dimainkan ASEAN dalam kerangka regional.(Sumber: CRI online)
Our People Our Future Together, tema yang diangkat dalam KTT ASEAN ke-22 april lalu. Tema ini sangat sesuai untuk dibahas oleh para pemimpin ASEAN yang pada 2015 kelak akan bergabung dalam Komunitas Ekonomi ASEAn. Menyatukan rakyat ASEAN yang berasal dari 10 negara berbagai suku, agama, dan kepercayaan untuk mewujudkan masa depan ASEAN yang sejahtera. Sebenarnya apa yang dimaksud dengan badan persatuan ASEAN? Saya sudah mencari beberapa referensi, mungkin karena badan persatuan ASEAN ini belum di sahkan jadi saya tidak menemukan adanya pengertian resmi dari badan persatuan ASEAN ini. Namun dari tiga pilar yang akan menopang badan persatuan ASEAN kita dapat melihat seperti apa bentuk pelaksanaannya kelak.
Pilar pertama adalah persatuan keamanan. Pada KTT ASEAN ke-22 diagendakan untuk pertemuan tingkat menteri politik-keamanan yang membahas sejumlah agenda, diantaranya adalah pembentukan dan persiapan peluncuran Institut Perdamaian dan Rekonsiliasi ASEAN (ASEAN Institute for Peace and Reconciliation). Di samping itu tercatat kemajuan dalam implementasi DOC Laut China Selatan, serta pembahasan isu-isu kawasan dan internasional seperti seperti Myanmar (Rohingya) dan krisis di Timur Tengah, utamanya konflik berdarah yang sedang berlangsung menyangkut Israel - Palestina. (Indonesiarayanews.com). Pilar persatuan keamanan ini menunjukkan ASEAN ingin menciptakan kawasan yang aman dan bebas konflik terutama setelah terealisasinya Komunitas Ekonomi ASEAN pada tahun 2015. Pilar persatuan kemanan ini sangat penting untuk kawasan ASEAN terutama menyangkut konflik laut cina selatan yang melibatkan 4 negara ASEAN. diharapkan dengan adanya badan persatuan ASEAN akan ada lembaga yang mengatur dan membantu penyelesaian konflik antar negara ASEAN.
Sumber: http://assets.kompas.com/data/photo/2013/04/24/1025187p.jpg
Pilar kedua yaitu persatuan ekonomi. Tentunya pilar kedua ini sudah sangat jelas dengan adanya Komunitas Ekonomi ASEAN 2015. Untuk mewujudkan Komunitas Ekonomi ASEAN di tahun 2015 yang berjalan stabil dan sesuai dengan harapan para pemimpin ASEAN ketika mengusulkan komunitas ekonomi ASEAN.
Pilar ketiga yaitu persatuan sosial dan kebudayaan. ASEAN merupakan organisasi yang terpentuk karena kesamaan letak geografis, namun disamping iu negara-negara dalam kawasan ASEAN mendapat pengaruh yang sama dalam sejarahnya. Hal ini lah yang membuat negara di anggota ASEAN memiliki kebudayaan yang hampir sama atau biasanya disebut negara serumpun. Untuk mewujudkan pilar ketiga tidak terlalu sulit. ASEAN sudah memiliki sosial dan kebudayaan yang hampir sama, hanya saat ini bagaimana kita menyatukan hal tersebut agar berjalan secara berdampingan. Mungkin akan ada kata "Bhineka Tunggal Ika" yang akan menggambarkan sosial dan kebudayaan yang akan menggambarkan negara-negara anggota ASEAN. Tapi apa yaa??

Tambahan, 10 Keputusan penting dari Konferensi Tinggak Tinggi ke-22 (sumber: detikNews)
  1. Konektivitas ASEAN. Pemimpin ASEAN menyadari tujuan pembangunan konektivitas ASEAN harus segera diwujudkan. Oleh karena itu, master plan yang berkaitan dengan ASEAN Connectivity disepakati harus ditindaklanjuti sehingga semua negara mampu membangun konektivitas regional. Konektivitas itu dilakukan dengan membangun infrastruktur, transportasi, telekomunikasi, dan people to people contact.
  2. Ketahanan pangan dan energi. Para leader ASEAN merasakan pada tingkat dunia terdapat gejolak harga pangan dan minyak bumi dengan volatilitas tinggi. Bahkan dalam waktu 6 bulan terakhir harga pangan dan minyak bumi naik sistematis. Ini tentu memberikan dampak tidak baik bagi upaya meningkatkan kesejahteran rakyat. Kenaikan harga pangan yang terus melambung langsung atau tidak akan meningkatkan jumlah kemiskinan masyarakat. Para pemimpin ASEAN sepakat untuk melakukan kerjasama regional menghadapi ancaman kecukupan pangan, terutama harganya, dan ketahanan energi. ASEAN sepakat untuk meningkatkan produksi pangan dan membangun cadangan beras pada tingkat regional.
  3. Manajemen dan resolusi konflik. Yang jadi perhatian dunia sekarang ini adalah konflik perbatasan Thailand dan Kamboja. Pemimpin ASEAN mempunyai sikap sama dan mendorong kedua negara untuk memilih jalan damai dan mencegah terjadinya eskalasi konflik. Indonesia sebagai ketua ASEAN telah menjembatani, memfasilitasi dengan mengajukan sejumlah usul demi tercapai solusi damai sesuai semangat ASEAN.
  4. Regional architecture. Di kawasan ASEAN, Asia Timur, Asia Pasifik, terdapat banyak regional grouping seperti ASEAN, kerangka ASEAN + 1, ASEAN +3, APEC, dan ASEAN Regional Forum. Para pemimpin ASEAN membahas apa yang bisa diperankan ASEAN agar semua regional architecture itu saling bekerja sama agar seluruh kawasan menjadi damai, aman, dan stabil. ASEAN sepakat akan memainkan peran yang positif.
  5. Partisipasi organisasi masyarakat. ASEAN diharapkan bukan hanya kerjasama antar pemerintah atau elit, tapi betul-betul membumi. Oleh karen itu, KTT ASEAN kalai ini juga mengagendakan pertemuan antara pemimpin ASEAN dengan parlemen, pemuda, dan organisasi sipil ASEAN. Sebelum penyelenggaraaan KTT ASEAN ke-19 pada November mendatang di Bali, akan digelar ASEAN Fair yang diikuti oleh kalangan masyarakat.
  6. Penanganan bencana alam. Kawasan ASEAN sangat rawan bencana alam. Karena itu, pemimpin ASEAN sepakat meningkatkan kerjasama dalam latihan penanggulangan bencana alam. Latihan itu untuk meningkatkan respons terhadap bencana alam di ASEAN.
  7. Kerjasam subkawasan ASEAN. Pada KTT kali ini juga dilaksanakan konferensi antara negara-negara yang bekerjasama dalam subkawasan. Pemimpin ASEAN sepakat kerjasama subkawasan itu juga ditingkatkan.
  8. Penyelengaraan The 1st East Asia Summit. Acara itu disepakati diselenggarakan di Indonesia dan untuk pertamakalinya akan dihadiri oleh 2 anggota baru, yaitu Amerika Serikat dan Rusia. Konferensi Asia Timur akan membahas ekonomi maupun politik dan keamanan di kawasan ini. Secara lebih kita spesifik, KTT akan membahas tentang pemberantasan terorisme, kejahatan transnasional, dan keamanan di laut China Selatan dan Korea.
  9. Keanggotaan Timor Leste. Timor leste secara formal telah mengajukan proposal kepada Presiden SBY agar keanggotaannya di ASEAN dipercepat. Anggota ASEAN menerima kehadiran Timor Leste itu, sebab secara geografis, geopolitik, dan geoekonomi sepatutnya menjadi anggota ASEAN. Pemimpin ASEAN memberi tugas para menteri ASEAN untuk membuat rekomendasi dan akan diserahkan kepada KTT ASEAN mendatang. Rekomendasi itu terkait apakah Timor Leste telah siap menjadi anggota ASEAN dengan segala kewajiban-kewajibannya dan sebaliknya. Tapi kapasitas Timor Leste juga harus dibantu dibangun supaya pada saatnya nanti bisa masuk ke ASEAN.
  10. Pertukaran Myanmar dan Laos sebagai Ketua ASEAN. Myanmar semula ingin jadi ketua pada tahun 2016 dan Laos tahun 2014. Laos ingin bertukar waktu sehingga keketuaannya dalam ASEAN dimundurkan. Para pemimpin ASEAN pada prinsipnya tidak berkeberatan dengan permintaan itu. Namun, Myanmar harus terus menjalankan proses dmeokrasi dan rekonsiliasinya. Hal itu bertujuan agar, ketika menjadi ketua, tidak ada pandangan negatif terhadap Myanmar. 
Sumber: http://www.ciputranews.com/media/images/ktt_asean.jpg
Sumber: http://img.antaranews.com/new/2013/08/ori/20130809asean-members.jpg



0 komentar:

Posting Komentar