Minggu, 01 September 2013

Jurnal 65, Republik Demokratik Laos "Peace, independence, democracy, unity and prosperity" #10DaysForASEAN

Visi ASEAN 2015 adalah menjadi ASEAN komunitas tunggal, baik di bidang ekonomi mau pun politik. Laos, atau Republik Demokratik Laos, meski sudah bergabung dengan ASEAN sejak tahun 1997, namun baru membuka diri seluas-luasnya dengan negara lain pada tahun 2004, dan melakukan kerjasama di berbagai bidang. Peran Republik Demokratik Laos di ASEAN, bisa dikatakan belum banyak berkontribusi, tenggelam di bawah bayang-bayang negara ASEAN lainnya yang semakin maju. Dengan adanya Komunitas ASEAN, diharapkan Laos menjalin kemitraan yang baik dengan  negara ASEAN lainnya. Jika posisi Anda adalah negara Laos, investasi diplomatik apa yang diharapkan dengan kemitraan yang terjalin dengan dunia internasional, khususnya negara-negara ASEAN.  Tuliskan pendapatmu di blog tentang hal tersebut. Fokus pada peran Laos sebagai anggota Komunitas ASEAN. 
Sumber: http://www.tourismindochina.com/laos/image-laos/Laos%20map1.jpg
Ibukota                   :  Vientiane
Bahasa resmi           :   Laos
Lagu kebangsaan      :   Pheng Xat Lao
Etnis                       :   Laos, Khmu, Hmong, dan lainnya
Mata uang                :   Kip
Jumlah Penduduk      :  6.288 juta jiwa (2011)
Luas wilayah            :  ± 236.800 km²
Kepadatan               :  ± 24 jiwa/km²
GDP                        : $3,004 (wikipedia)

Republik Demokratik Laos secara otonomi merdeka dari Perancis pada tanggal 19 Juli 1949 dan dideklarasikan pada tanggal 23 Oktober 1953. Sebelum dikuasai Perancis pada abad ke-19, Laos berada dibawah Kerajaan Nanzhao dan kemudian selanjutnya berada dibawah kerajaan Lan Xang (Negeri Seribu Gajah) hingga abad ke-18. Laos merupakan negara yang terkurung di daratan Asia Tenggara, berbatasan dengan Myanmar, Republik Rakyat Cina, Vietnam, Kamboja, dan Thailand. Letak Geografis yang berbatasan dengan lima negara mengakibatkan Laos sering terkena pengaruh akibat keguncangan politik yang terjadi di negara tetangganya. Laos mengalami perang indocina II (perang rahasia) setelah terjadi keguncangan politik di Vietnam. Pada 1975 kaum komunis Pathet Lao yang didukung Uni Soviet dan komunis Vietnam menendang pemerintahan Raja Savang Vatthana lalu mengambil alih pemerintahan dan menganti nama menjadi Republik Demokratik Laos. Pada dekade 1980-an Laos mempererat hubungan ekonomi dengan Vietnam dan mengendurkan larangan ekonominya. Kemudian bergabung dengan ASEAN bergabung dalam Association of Southest Asian Nations (ASEAN) pada 23 Juli 1997. (wikipedia)
Sekilas melihat sejarah perkembangan Republik Demokratik Laos, negara ini seolah menutup diri dari negara-negara disekitarnya. Pengaruh perang dan keguncangan politik di negara tetangganya (terutama Vietnam) sangat berimplikasi negatif bagi negara Laos. Karena alasan inilah pemerintah Laos sulit dalam menjalankan hubungan diplomatik dengan negara lain. Dengan dibentuknya Komunitas Ekonomi ASEAN yang disetujui oleh petinggi-petinggi negara ASEAN  ini menunjukkan bahwa Republik Demokratik Laos siap berkontribusi dan bersaing dalam pasar bebas ASEAN 2015.
Republik Demokratik Laos bukanlah negara yang tidak memiliki potensi. Negara ini cukup menjanjikan dalam bidang potensi alam, sosial budaya, industri, perdagangan, dan pariwisata (sumber: Tugas dan Catatan Sekolah)
  • Potensi alam
Secara geografis, Laos tidak memiliki wilayah berupa laut sehingga negara ini tidak menghasilkan komoditas yang berasal dari laut. Namun, Laos mempunyai lembah sungai yang subur sehingga banyak menghasilkan tanaman pertanian dan perkebunan, terutama padi, kopi, dan tembakau. Di bidang pertambangan bawah tanah Laos memiliki sumber-sumber tambang mineral, seperti timah, tembaga, emas, dan perak.Wilayah Laos yang didominasi perbukitan dan pegunungan yang tertutup hutan lebat menghasilkan kayu sebagai salah satu komoditasnya. 
  • Potensi Sosial Budaya
Republik Demokratik Laos yang terdiri atas berbagai macam suku bangsa dengan berbagai macam budaya. Laos memiliki banyak bangunan bersejarah, terutama candi yang menunjukkan bahwa negara ini merupakan negara yang bersejarah dan memiliki akar budaya yang kuat.
Agama Theravada telah banyak memengaruhi kebudayaan Laos. Pengaruhnya dapat terlihat pada bahasa, seni, sastra, Seni tari, dll. Musik Laos didominasi oleh alat musik nasionalnya, disebut khaen (sejenis pipa bambu, semacam seruling di Indonesia). Sebuah kelompok musik umumnya terdiri dari penyanyi (mor lam) dan seorang pemain khaen (mor khaen) bersama pemain rebab dan pemain instrumen lain. Lam saravane (coba tonton disini) adalah jenis musik terpopuler di antara musik-musik Laos, tetapi etnis Lao di Thailand telah mengembangkannya menjadi mor lam sing yang menjadi salah satu best-selling internasional.
Gambar yang paling sering muncul untuk kata Laos di Google (http://files.myopera.com/Kolsk/albums/677416/Laos_%20bp2.jpg)



  • Potensi Industri
Republik Demokratik Laos yang meupakan salah satu diantara negara komunis, namun pada tahun 1986 negara ini mulai memberikan izin untuk berdirinya perusahaan swasta sehingga pertumbuhan ekonomi meningkat hingga 6% setiap tahunnya kecuali pada krisis finansial 1997 (sumber). Bentuk kegiatan industri di Laos adalah memanfaatkan sumber daya hutan diantaranya industri pemotongan kayu dan pengolahan kayu. Selain itu, terdapat juga industri pengolahan bahan tambang dan pengolahan makanan.
  • Potensi Perdagangan
Negara Laos mengembangkan sektor perdagangan dengan komoditas ekspor utama berupa hasil pertanian (beras, tembakau, kopi), hasil hutan (kayu mentah, kayu olahan, dan berbagai jenis kerajinan), dan hasil tambang berupa timah. Sementara itu impor utama berupa kendaraan bermotor, mesinmesin, dan besi baja (sumber). Pada akhir tahun 2004, Laos memperbaiki hubungan kerjasama dengan Amerika Serikat dengan menurunkan tarif ekspor yang berimplikasi pada pertumbuhan ekonomi Laos.
  • Potensi Pariwisata
Pariwisata merupakan salah satu dari sumber pendapatan negara. Dengan banyaknya wisatawan asing yang datang maka akan meningkatkan pendapatan negara.Laos tetap merupakan negara yang kaya akan keindahan alam. 
Sumber: http://www.tourismindochina.com/laos/
Pada tahun 2013, Laos dinobatkan sebagai 'Tujuan Turis Terbaik di Dunia 2013' oleh Dewan Pariwisata dan Perdagangan Eropa (ECTT).  Turis manca negara yang datang mencapai 3,3 juta pada tahun 2012 sehingga sektor pariwisata menyumbang pendapatan terbesar kedua di negara ini. Laos menerima penghargaan itu berkat inisiatifnya dalam melestarikan kebudayaan dan sejarahnhya serta meningkatkan kualitas layanan sektor pariwisata mereka. Peningkatan layanan di sektor pariwisata yang ditempuh Laos mengedepankan pariwisata berbasis komunitas yang sekaligus mempromosikan keramahan lokal. Selain itu, ada juga upaya penyediaan yang dilakukan pemerintah Laos untuk menyediakan fasilitas serta menjamin akses dan investasi terhadap tempat-tempat yang menjadi tujuan wisata. (Republika, 22 Mei 2013). Untuk mengetahui tentang pariwisata di Republik Demokratik Laos bisa di lihat di website http://www.tourismindochina.com/laos/. 

Dari semua potensi yang dimiliki oleh Republik Demokratik Laos sesungguhnya mereka bukannya tidak siap atau tidak ingin memiliki hubungan diplomatik diantara sesama ASEAN. Negara ini menutup diri untuk membenahi negaranya, memperbaiki setiap elemen yang ada di negaranya. Hal ini terlihat dari keputusan pemerintah dalam memberi izin berdirinya perusahaan swasta di tahun 1986 untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kemudian, penurunan harga eksport yang dilakukan pada tahun 2004. 
Menurut saya, Republik Demokratik Laos merupakan negara yang menutup diri untuk memperbaiki diri. Negara ini tidak banyak melakukan hubungan diplomatik dengan negara lain selama mereka berusa memperbaiki sistem yang ada di negaranya. Setelah sistem tersebut dibenahi, mereka akan muncul sebagai sesuatu yang terbaik. Hal ini dibuktikan dengan penghargaan yang diperoleh Republik Demokratik Laos di bidang pariwisata, yaitu Tujuan Turis Terbaik Dunia 2013 dan Tujuan Turis Terbaik versi harian New York Times. Persetujuan petinggi negara Republik Demokratik Laos untuk dibentuknya Komunitas Ekonomi ASEAN  merupakan pertanda bahwa negara ini akan berkontribusi aktif diantara bangsa-bangsa ASEAN lainnya. Mari kita tunggu aksi yang di tunjukkan oleh Republik Demokratis Laos dalam Komunitas Ekonomi ASEAN 2015 kelak. Dalam motto negaranya  "Peace, independence, democracy, unity and prosperity" kita bisa melihat bahwa negara ini bukanlah negara yang ingin berada di bawah bayang-bayang negara lain, Republik Demokratis Laos hanya sedang mempersiapkan dirinya untuk berdampingan bersama 9 negara ASEAN lainnya dalam menjadikan Asia Tenggara sebagai kawasan ekonomi yang stabil.
Sumber: http://img.antaranews.com/new/2013/08/ori/20130809asean-members.jpg

0 komentar:

Posting Komentar