Jumat, 21 September 2012

Jurnal 40, Iskandar Zakaria Budayawan dari Tanah Sakti

Keinginan untuk datang berkunjung ke rumah Bapak Iskandar Zakaria sudah ada sejak pertama kali mendengar nama beliau. Beliau adalah seorang Budayawan dari Tanah Sakti dengan ribuan koleksi benda antik dan bersejarah, ahli dalam berbagai tari tradisional Kerinci, dan memiliki kemampuan lebih dalam menciptakan berbagai tari kreasi. Pada dasarnya, Siapa sih orang Kerinci (yang mencintai tradisi dan budaya) tidak mengenal beliau? Satu tahun yang lalu, saya dan teman-teman batal menemui beliau karena liburan yang sangat singkat. Dan saya tidak beruntung (lagi) karena tidak bisa bertemu beliau dalam salah satu pamerannya di Jakarta pada akhir Mei 2012.

Iskandar Zakaria adalah budayawan yang berasal dari Kerinci. Beliau terkenal dengan Al-Quran sepanjang 2 Km yang sempat di pamerkan di sepanjanh perjalanan Bundaran HI- Monas pada tahun 2008. Atas usaha beliau selama 8 tahun untuk membatik ayat-ayat suci Al-Quran, beliau mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) pada tahun yang sama. Saat ini Al-Quran tersebut di pamerkan di Museum BKMT di Daerah Bekasi (Secara resmi museum ini akan masuk list tempat yang wajib dikunjunggi). Selain itu, Beliau memiliki banyak koleksi benda-benda antik yang memiliki arti penting dalam sejarah masyarakat Kerinci (khususnya).

Rabu, 12 September 2012

Jurnal 39, Diantara Dua Ekspedisi

Saya terlalu disibukkan oleh LPJ dan berbagai pemikiran tentang Ekspedisi I SATLI dan jadi lupa pada Ekspedisi lain yang hampir saya ikuti. Diantara banyak hal buruk yang terjadi, hal yang paling saya syukuri adalah Himpro Satwaliar memiliki 3 pembimbing yang luar biasa dan bisa memahami situasi. 

Jujur saja, saya sempat lupa pernah ditawarkan untuk ikut Ekspedisi Pulau Tinjil, sudah mengantonggi izin orang tua, dan dikirim biaya pendaftarannya.Hal yang paling jujur diantara semuanya adalah "Saya menyesal lebih memilih Ekspedisi I SATLI dibanding Ekspedisi Pulau Tinjil yang standarnya Internasional." Tapi mungkin jika hal yang terjadi sebaliknya, Saya ikut Ekspedisi Pulau Tinjil dan meninggalkan Ekspedisi I SATLI yang boleh dikatakan kacau --> Saya mungkin akan merasa bersalah seumur hidup karena telah meninggalkan sahabat-sahabat saya menghadapi persoalan itu sendiri.

Sabtu, 08 September 2012

Jurnal 38, Kaktus yang Berbuah di Daerah Tropis

Menginginkan buah segar dimusim panas, kolak buah di musim dingin, melihatnya berjatuhan di musim gugur, dan menantikan kehadirannya di musim semi


Tanaman Buah Naga di Kebun Papa
Tumbuhan ini mempunyai bentuk morfologi sangat mirip dengan kaktus. Kelebihan tumbuhan ini dibandingkan jenis kaktus lainnya adalah keberadaan buah berwarna merah menyala dengan rasa lezat dan menyegarkan. Tumbuhan ini bukan tumbuhan asli daratan Asia, tetapi berasal dari Meksiko dan Amerika Selatan bagian utara. Orang Cina kuno menganggap buah ini membawa berkah dan selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam penganut budaya Cina sebagai thang loy yang dalam bahasa inggris disebut dragon fruit.