Sabtu, 08 September 2012

Jurnal 38, Kaktus yang Berbuah di Daerah Tropis

Menginginkan buah segar dimusim panas, kolak buah di musim dingin, melihatnya berjatuhan di musim gugur, dan menantikan kehadirannya di musim semi


Tanaman Buah Naga di Kebun Papa
Tumbuhan ini mempunyai bentuk morfologi sangat mirip dengan kaktus. Kelebihan tumbuhan ini dibandingkan jenis kaktus lainnya adalah keberadaan buah berwarna merah menyala dengan rasa lezat dan menyegarkan. Tumbuhan ini bukan tumbuhan asli daratan Asia, tetapi berasal dari Meksiko dan Amerika Selatan bagian utara. Orang Cina kuno menganggap buah ini membawa berkah dan selalu diletakkan di antara dua ekor patung naga. Dari kebiasaan inilah buah itu di kalangan orang Vietnam penganut budaya Cina sebagai thang loy yang dalam bahasa inggris disebut dragon fruit.

Buah naga (Hylocereus undatus) memiliki permukaan kulit yang berwarna Pink ditumbuhi sulur dan daging buah Putih, Kuning dan Merah dengan biji kecil berwarna hitam yang sangat lembut dan lunak. Berat rata-rata 600 - 800 Gram. Tumbuhan ini dapat tumbuh subur pada ketinggian 0-300 mdpl, di lahan/media tanam (porous) yang tidak becek, kaya unsur hara, dan berpasir.

Pada tahun 1980 buah naga mulai menyerbu pasar dunia karena permintaan ini dalam jumlah besar oleh seorang pengusaha Jepang. Promosi yang menyebutkan buah naga sebagai buah meja yang berkhasiat mujarab untuk berbagai penyakit dan bermanfaat sebagai bahan baku di bidang industri makanan/minuman olahan, kosmetik serta produk kesehatan. Oleh karena itu, buah naga menjadi salah satu tumbuhan buah yang diminati sebagai tanaman pekarangan ataupun ditanam di perkebunan dalam jumlah besar.

Kaktus yang hidup di daerah pegunungan
Secara teoritis buah naga dapat tumbuh subur pada ketinggian 0-300 mdpl, namun dengan menciptakan media tanam yang sesuai buah naga dapat tumbuh di daerah pegunungan pada ketinggian lebih dari 1000 mdpl. Media tanam tersebut dapat dibuat dengan campuran tanah galian dengan pasir, bata merah, pupuk kandang kering, dan dolomit. Dengan demikian, petani di daerah dataran tinggi dapat berpartisipasi untuk menghasilkan buah yang berasal dari tumbuhan kaktus ini.

Pada umumnya, kondisi ekonomi petani kurang mampu berinvestasi dibidang ini. Mahalnya bibit dan perlengkapan yang harus disediakan dapat diatasi dengan adanya kerjasama antara kelompok tani dengan KUD atau pemilik modal. Untuk mendukung teknis pelaksanaan yang lebih baik maka dibutuhkan tenaga ahli dibidang pertanian dari Institut Pertanian Bogor untuk mendampinggi petani dalam memulai bercocok tanam buah naga. Buah naga dapat dijadikan sebagai sebagai salah satu komoditi untuk meningkatkan kesejahteraan petani, karena khasiatnya dibidang kesehatan sehingga meningkatnya permintaan masyarakat Indonesia dan dunia terhadap buah ini.

Sumber data: Balai Pelatihan Pertanian Jambi 2011

0 komentar:

Posting Komentar