Jumat, 20 Juli 2012

Jurnal 35, Ekspedisi I SATLI Part Tracking Magrove


Pengenalan Track oleh Pak Wasbodo

Tracking Mangrove terletak di Pulau Kemujan kawasan Taman Nasional Karimunjawa. Tracking Mangrove dibangun pada tahun 2010 sampai jarak 700 meter dan ditambah 630 meter pada tahun 2011. Sebelum masuk ke jalur Tracking Mangrove dilaksanakan pengenalan Taman Nasional Karimunjawa dan pengenalan mangrove di kawasan Taman Nasional Karimunjawa oleh Pak Wasbodo.
Satwaliar yang biasa ada di sekitar Hutan Magrove adalah jenis aves, ular, dan kelelawar. Jenis aves yang mendominasi adalah jenis kuntul, raja udang, dan itik benjut. Pada Musim Barat akan ada banyak burung migran yang melewati kawasan hutan magrovee.
Pengamatan di Tracking Mangrove dilaksanakan selama satu jam. Selama perjalanan dilakukan pegamatan terhadap jenis magrove dan diskusi langsung. Pengenalan jenis mangrove dipermudah dengan tulisan nama latin dan nama popular mangrove di setiap pohon. Klasifikasi jenis mangrove dapat dilakukan dengan perbedaan daun, bentuk akar, buah, dan batang mangrove
Ada perbedaan bentuk dan struktur mangrove yang terletak dekat laut dan dekat jalan raya. Magrove yang dekat dengan jalan raya memiliki ukuran yang lebih tinggi dan ukuran daun yang lebih lebar dibandingkan mangrove yang dekat dengan pantai. Hal ini terjadi karena mangrove yang ada di dekat pantai merupakan mangrove yang masih muda. Pertumbuhan jumlah populasi mangroveterjadi dengan media penyerbukan yang biasanya dibantu oleh serangga dan juga aliran air laut.
Beberapa jenis mangrove yang terdapat di kawasan Taman nasional Karimunjawa adalah:
  • Acanthus ilicifolius (Derujon)
  • Acrostichum speciosum Willd. (Kerakas)
  • Aegiceras corniculatum L. Blanco
  • Avicennia marina (Forsk.) Vierh. (Api-api)
  • Bruguiera cylindrica 
  • Bruguiera gymnorrhiza (L.) Lamk (Walang Gading)
  • Ceriops tagal (Perr.) C.B. Rob (Tingen)
  • Sonneratia ovata Back (Pedada)
  • Rhizophora apiculata BI (Bongko Gajeh)
  • Scypiphora hydrophyllacea Gaertn (Duduk)
  • Hibiscus tiliaceus L (Waru)
  • Scaevola taccada (Gaertn) Roxb (Gabusan)
  • Stachyarpheta jamaicensis (L.) Valh (Dun Garong)
  • Thespesia populnea (L.) Soland. Ex Correa (Waru Laut)
Paling menarik adalah jenis Duduk yang merupakan mangrove langka di Indonesia tapi banyak terdapat di kawasan Taman nasional Karimunjawa. Mangrove berfungsi untuk menjaga garis pantai dari erosi/abrasi, habitat beberapa jenis satwa terutama jenis aves dan pisces, menyerap CO2, menguranggi kadar garam air dalam tanah dekat pantai, sebagai obat-obatan, dan memiliki fungsi ekonomis seperti menghasilkan kayu, dan buah-buahan.
Apa yang terjadi jika hutan mangrove rusak? abrasi pantai, intrusi air laut jauh ke daratan, penurunan potensi perikanan, terganggunya kehidupan satwaliar, dan berkurangnya sumber mata pencharian penduduk setempat.
Pak Wasbodo juga menceritakan kejadian beberapa tahun sebelumnya, dimana masyarakat menebanggi hutan mangrove dan mengakibatkan air sumur mereka menjadi asin. Hal paling positif yang saya dapat dari masyarakat karimunjawa adalah minat mereka untuk belajar lebih banyak tentang potensi Taman nasional dan mematuhi aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah terkait pemanfaatan Taman Nasional.  

Peta Tracking Magrove

Tracking Mangrove

Gazebo untuk istirahat dan pengamatan

Promo brosur mangrove dan jenis burung Karimunjawa

Dhani dan Atika

Kawasan dekat pantai yang bagus untuk pengamatan burung
Mangrove dekat pantai


Salam lestari \(^o^)

Mangrove dekat pantai

Papan petunjuk jenis mangrove dan burung

Mangrove dekat jalan yang lebih besar

Istirahat sekaligus diskusi dengan pak wasbodo
 

0 komentar:

Posting Komentar