Sabtu, 26 November 2011

Mirror

Ada banyak kebetulan di dunia ini, bersama dengan semua itu ada juga banyak kesempatan yang bisa menghampiri.
Aku bisa saja bertemu seorang teman sekolah di tengah keramaian pasar. Secara kebetulan, aku bisa bertemu orang yang lahir di tanggal dan rumah sakit yang sama. Atau, aku memimpikan seseorang yang tak pernah ku kenal dan beberapa waktu kemudian aku melihatnya di dunia nyata, aku bertemu dia di dunia ku, dejavu.
Tapi, kebetulan dan kesempatan itu tak pernah ada untuk sesuatu yang sangat aku inginkan.


"Kesalahanmu adalah membiarkan bayangannya tetap mengisi harimu." suara Lona terdengar berulang kali di telingaku.
Yah, dia memang benar kesalahanku adalah membiarkan diriku hidup bersama bayangan. Bayangan seseorang dari masa laluku, seseorang yang selalu ada dan memberikan segalanya untukku.
Apakah mempertahankan bayangan yang bisa membuatku tenang dan bahagia dalam imajinasiku adalah sebuah kesalahan? Aku tak pernah bisa menjawab pertanyaan itu secara logis dan dengan sportif karena aku selalu mengharapkan dia kembali, aku selalu menginginkan dia hanya untukku, aku tidak mau berbagi dengan orang lain, dan dia memang tak pernah terbagi, selamanya dia hanya untukku.

Walau hanya bayangannya. . .

0 komentar:

Posting Komentar