Sabtu, 26 November 2011

Burung Hantu "Owl"

Klasifikasi ilmiah
Kerajaan :
Filum :
Kelas :
Ordo :
Strigiformes
Wagler, 1830
Suku/familia

Burung hantu atau Owl merupakan salah satu simbol pada tulisan Hieroglif yang digunakan oleh bangsa mesir kuno dan juga digunakan pada simbol bangsa Maya. Selain itu burung hantu merupakan lambang kebijaksanaan pada zaman Yunani kuno. Pada zaman ini burung hantu populer sebagai sahabat penyihir seperti halnya di film Harry Potter, namun di tempat lainnya burung hantu mempunyai sisi mistis yang dianggap sebagai pertanda akan datangnya kematian. Di Jawa burung hantu dikenal dengan sebutan darès atau manuk darès dan di Sulawesi Utara, burung hantu dikenal dengan nama Manguni.
Burung hantu adalah kelompok burung yang merupakan anggota ordo Strigiformes. Burung ini termasuk golongan burung buas (karnivora, pemakan daging) dan merupakan hewan malam (nokturnal). Menyebar di seluruh dunia kecuali Antartika, sebagian besar Greenland, dan beberapa pulau-pulau terpencil yang terdiri dari 222 spesies. Fosil tertua burung hantu yang ditemukan diperkirakan telah berumur 58 juta tahun. Yang terbesar adalah Orinmegalonyx oteroi, dengan tinggi sekitar 3 kaki.
Burung hantu memiliki mata yang besar dan menghadap kedepan, sehingga memungkinkan mengukur jarak dengan tepat, terlingkupi oleh tulang mata sehingga tidak bisa melirik ke kiri atau ke kanan. Mempunyai 3 kelopak mata: 1 untuk mengejapkan bila ada gangguan, 1 untuk tidur dan 1 untuk membersihkan mata. Indera penglihatan burung hantu 50-100 kali lebih baik dari manusia, namun masih jauh tertinggal dibandingkan elang. Memiliki paruh yang kokoh dan tajam, kaki yang cekatan dan cengkraman yang kuat disertai kemampuan terbang yang tidak menimbulkan suara sehingga memudahkannya berburu pada malam hari. Burung hantu memiliki indera pendengaran yang sangat baik dengan dibantu oleh bulu-bulu wajah untuk mengarahkan suara saat akan menangkap mangsa. Burung hantu berburu aneka binatang seperti serangga, kodok, tikus, dan lain-lain.
Sarang terutama dibuat di lubang-lubang pohon, atau di antara pelepah daun bangsa palem. Beberapa jenis juga kerap memanfaatkan ruang-ruang pada bangunan, seperti di bawah atap atau lubang-lubang yang kosong. Bertelur setiap lima bulan antara satu hingga empat butir, kebanyakan berwarna putih atau putih berbercak. Burung hantu termasuk jenis yang tidak bisa merawat telurnya sehingga hanya setengah dari telur yang berhasil ditetaskan. Burung hantu betina akan mengerami telur selama lima minggu dan jantan akan bertugas menjaga sarang sekaligus mencari makan. Burung hantu termasuk hewan monogami yang hanya satu kali kawin seumur hidupnya.

0 komentar:

Posting Komentar