Selasa, 28 Maret 2017

Cerita Tentang Si Penjelajah Samudera

Seratus ekor tukik berjalan perlahan keluar dari lubang yang dibuat oleh induk mereka menuju deburan ombak di lautan. Mereka berusaha keluar dari telur dalam sarang yang ditinggalkan oleh induk mereka yang kembali ke lautan lepas setelah memastikan anak-anaknya berada pada tempat yang aman.
Sumber: http://balinewsnetwork.com
Jika diperhatikan lagi, induk tukik seperti seorang remaja yang melahirkan anaknya secara sembunyi-sembunyi kemudian meninggalkan mereka. Tapi, entahlah kita tidak tahu apa yang dipertimbangkan oleh sang pencipta ketika menentukan nasib untuk hidup dengan siklus ini kepada spesies penyu. Seekor penyu betina akan berenang menuju tepi pantai pada malam hari, kemudian dia akan menggali pasir dengan sirip belakangnya dengan kedalaman 50-70 cm dan mengeluarkan 80-120 butir telur dan kembali menutup sarangnya dengan pasir. Sebelum matahari menunjukkan secercah sinarnya di ufuk timur, induk penyu akan kembali ke lautan meninggalkan telur-telur yang akan menetas.

Minggu, 26 Maret 2017

Deterjen Halal Pertama di Indonesia #HALALituharusTOTAL

Salah satu mata kuliah yang saya pelajari di kampus mengajarkan tentang pangan asal hewan yang Aman, Sehat, Utuh, dan Halal. Aman, sehat, dan utuh dalam produk pangan sangat penting untuk menentukan kualitas kandungan dan nilai gizi dalam produk asal hewan. Poin terakhir jaminan produk pangan asal hewan yang halal sangat penting karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim. Sehingga diperlukan sebuah jaminan untuk memastikan produk tersebut halal dikonsumsi oleh masyarakat muslim.
Kementerian Agama dan lembaga terkait bertugas untuk meneliti, mengkaji, menganalisa, dan memutuskan apakah produk pangan dan turunannya, obat-obatan dan turunannya, produk kosmetik, dan produk lainnya aman digunakan baik dari sisi kesehatan maupun sisi pengajaran agama islam. Jaminan produk halal di Indonesia diatur dalam UU No.33 Tahun 2014 Tentang Jaminan Produk Halal
Apa yang dimaksud dengan Produk Halal?
Produk halal merupakan barang /jasa yang terkait dengan makanan, minuman, obat, kosmetik, produk kimiawi, produk biologi, produk rekayasa genetik, serta barang gunaan yang dipakai, digunakan, atau dimanfaatkan oleh masyarakat yang telah dinyatakan halal sesuai dengan syariat islam. Berdasarkan makna yang tertulis dalam Undang-Undang Jaminan Produk Halal, kita bisa memahami tidak hanya bahan pangan yang kita makan yang harus terjamin kehalalannya. Produk kimia, biologi, maupun hasil rekayasa genetik yang digunakan sehari-hari harus terjamin kehalalannya.
Sebagai seorang masyarakat awam yang saya ketahui tentang produk halal adalah memiliki "logo halal" pada kemasan produk. Lalu bagaimana dengan produk pangan atau non pangan yang tidak memiliki "logo halal"?
Produk yang memiliki logo halal adalah produk yang telah melewati proses produk halal. Proses produk halal merupakan rangkaian kegiatan untuk menjamin kehalalan suatu produk mencakup penyediaan bahan, pengolahan, penyimpanan, pengemasan, pendistribusian, penjualan, dan penyajian produk, serta analisis bahan dan unsur yang digunakan untuk membuat atau menghasilkan Produk. 
Pada dasarnya produk dengan logo halal adalah produk yang telah dijamin oleh negara berdasarkan analisa yang dilakukan sebelumnya. Produk tanpa logo halal tidak bisa dikatakan haram 100% hanya produk tersebut belum mendapat jaminan halal oleh lembaga negara. 
Berdasarkan UU No 33 Tahun 2014 dapat disimpulkan bahwa semua produk yang digunakan oleh masyarakat seharusnya memiliki jaminan halal dari negara untuk memberikan rasa terlindungi bagi masyarakat muslim yang menggunakan produk tersebut.
Salah satu produk yang sangat dekat dengan masyarakat, namun sering diabaikan unsur kehalalannya adalah deterjen. Deterjen bukan produk pangan, namun fungsinya sebagai media untuk membersihkan pakaian dan peralatan ibadah menjadikan produk ini penting memperhatikan unsur kehalalanya. PT. Total Chemindo Loka sebagai salah satu produsen deterjen di Indonesia membuat sebuah inovasi baru dengan memperkenalkan "Total Almeera" sebagai deterjen halal pertama di Indonesia. Total Almeera merupakan fashion care detergent, yang memiliki hubungan yang sangat erat dengan perkembangan industri fashion di Indonesia terutama fashion untuk hijab.
Mengapa unsur kehalalan deterjen menjadi penting?
Dalam salah satu acara rangkaian peluncuran Total Almeera, Aa Hadi menjelaskan pentingnya ibadah bagi seorang muslim. Ibadah bagi seorang muslim terkait dengan kebersihan diri dan pakaian yang digunakan. Tak hanya kebersihan dalam beribadah, Aa Hadi juga menjelaskan ibadah harus dilakukan secara Kaffah atau total. Tidak hanya melakukan ibadah wajib, namun ibadah tersebut harus dilakukan dalam kondisi bersih. Tidak hanya melakukan ibadah, tapi sebagai muslim harus menjaga hubungan dengan Allah, sesama manusia, mahluk hidup yang tinggal bersama kita di muka bumi, dan menjaga lingkungan tempat tinggal kita.
Ceramah yang disampaikan Aa Hadi mengingatkan saya pada proses yang dilakukan untuk mendapatkan sertifikat halal. Total Almeera telah melalui rangkaian audit dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) sehingga dapat dipastikan bahan-bahan yang digunakan, prosdes produksi dan distribusi telah dilakukan dengan baik dan menghasilkan sebuah produk yang halal.
 

Total Almeera merupakan deterjen halal pertama di Indonesia yang memberikan rasa aman bagi konsumen muslim dan telah mendapat nilai Excellent (A) untuk Jaminan Produk Halal.
Bapak Fransiskus Gunawan sebagai Deputy CEO PT. Total Chemindo Loka banya bercerita tentang ide mendaftarkan deterjen kepada Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal dan Majelis Ulama Indonesia dan proses yang dilalui oleh beliau dan timnya. Reaksi BPJPH dan MUI bukan terkejut namun menyambut dengan tangan terbuka inovasi ini. BPJPH dan MUI berharap dengan adanya deterjen yang mendapat sertifikat halal dari MUI akan diikuti oleh produk deterjen lain maupun produk non pangan lainnya. Secara administrasi sertifikat halal diproses selama 90 hari kerja, namun Bapak Fransiskus Gunawan dan tim mendapatkan sertifikat produk halal dalam waktu yang lebih cepat. Research and Development PT. Total Chemindo Loka melakukan survei hingga mendapatkan wangi yang sesuai dengan pilihan konsumen. Saya binggung mendeskripsikan wangi Total Almeera karena bukan aroma bunga maupun buah, Total Almeera memberikan wangi yang menyejukkan.
Total Almeera memiliki makna putri raja

Pendapat saya tentang TVC Total Almeera adalah sebuah inovasi. Sama halnya dengan menjadi deterjen halal pertama di Indonesia, saya berharap TVC Total Almeera akan menjadi titik awal perubahan iklan televisi yang ada di Indonesia. Saya sering menonton iklan televisi negara tetangga yang banyak memberikan pelajaran moral melalui tayangan beberapa menit di televisi. TVC Total Almeera hanya menayangkan produk beberapa detik diakhir TVC, namun saya percaya TVC ini lebih melekat di ingatan dan hati masyarakat yang menonton. TVC ini hanya sebuah cerita tentang hubungan antara seorang ayah dan putrinya yang beranjak dewasa.
Penasarankan TVC unik yang tayang ditelevisi kita ini ide siapa?
Bapak Jefri dan Bapak Firman merupakan pihak agensi yang bekerjasama dengan PT. Total Chemindo Loka untuk menghadirkan inovasi lain bersamaan dengan deterjen halal di Indonesia. Bapak Jefri menyebutkan TVC Total Almeera berbasis ESP (Emotional Selling Proposition). Saya tidak mengerti dunia periklanan, namun saya percaya emosi penonton akan menjadikan penonton banyak mengingat suatu produk. Lalu mengapa TVC ini mengambil ayah dan anak sebagai tokoh tanpa kehadiran seorang ibu, pada kenyataanya seorang ibu yang paling dekat dengan produk yang ditawarkan. Asumsi pertama saya, ayah dalam iklan ini seorang single parent dan saya percaya single father sangat hebat karena mereka mampu menyeimbangkan peran menjadi seorang ayah maupun ibu bagi anaknya. Namun, makna TVC ini lebih dalam dari asumsi saya karena Total Almeera mengajak para ayah yang menonton TVC untuk ikut berkontribusi dalam perkembangan dan pertumbuhan anaknya. Saya yakin siapapun yang pertama kali menonton TVC ini akan merindukan ayahnya.

Kami bersama Bapak Fransiskus Gunawan
Total Almeera 
PT. Total Chemindo Loka
Twitter : @TotalAlmeera
Instagram: @TotalAlmeera
Fanpage: Total Almeera

Rabu, 01 Februari 2017

Simposium "Makanan Rumah, The Silent Killer?"

25 Januari 20017 bertepatan dengan hari gizi nasional, saya dan rekan-rekan blogger lainnya ikut dalam simposium dengan tajuk "Makanan Rumah, The Silent Killer". Simposium ini dihadiri oleh pakar-pakar gizi yang memberikan banyak ilmu bagi kami untuk memilih makanan yang bergizi dan baik bagi kesehatan. 
Sumber: Fanspage Sunco
Sekretaris Jenderal Persagi, Bapak ENntos Zainal menjelaskan terkait manfaat minyak goreng dalam kebutuhan gizi sehari-hari. Vitamin A, D, E, dan K merupakan vitamin yang larut dalam lemak sehingga membutuhkan ketersediaan lemak agar dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam tubuh. Beliau juga menjelaskan, ada beberapa makanan yang kandungan gizinya lebih baik saat disajikan dalam bentuk goreng. Namun, perlu diketahui kita perlu memilih minyak goreng yang tepat agar tidak menimbulkan efek negatif bagi kesehatan. Ibu Theresia Irawati dari Kementerian Kesehatan menjelaskan peralihan trend dari penyakit menular ke penyakit metabolisme. Dewasa ini penyakit metabolisme tak hanya menyerang orang usia tua ataupun kalangan atas, namun dapat menyerang semua kalangan akibat kebiasaan hidup yang tidak sehat. Dr. Tirta Prawita Sari menyatakan bahwa sering kali baru menyadari penyakit yang di derita setelah penyakit dirasa cukup parah. Oleh karena itulah diperlukan pola hidup ysehat dan pemilihan bahan makanan yang tepat agar terhindar dari sakit terutama penyakit-pemnyakit metabolisme. Christian Sugiono sebagai contoh keluarga sehat yang merupakan brand ambassador menjelaskan untuk mendapatkan hidup yang sehat diperlukan istirahat yang cukup, olahraga, dan pemilihan bahan pangan yang baik.


Bicara tentang minyak goreng, banyak yang bilang makan gorengan itu gak sehat, padahal gorengan itu enak. Nah, untuk itu perlu diingat penyerapan vitamin A, D, E, dan K membutuhkan lemak, selain itu beberapa bahan makanan memiliki kandungan gizi yang lebih ketika di goreng. Penggunaan minyak goreng tetap harus diperhatikan, minyak goreng yang baik memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  1. Berwarna bening
  2. Memiliki tingkat kekentalan menyerupai air (encer)
  3. Tidak mudah beku
  4. Tidak serik di tenggorokan
Untuk membuktikan tingkat kekentalan minyak goreng dilakukan uji organoleptik dengan mengecap minyak goreng tersebut. Mirip dengan salah satu iklan televisi bukan? Yep... iklan televisi minyak goreng SUNCO. Sunco memiliki warna yang hampir bening, kekentalan menyerupai air, dan tidak mudah beku. Dengan kekentalan yang menyerupai air sunco merupakan minyak goreng baik yang sedikit menempel di makanan. 
 
Karena dapur Chef Nanda dipadati penonton, kami numpang foto di depan panggung 
Simposium ini diakhiri dengan demo masak oleh Chef Nanda. Chef mendemokan cara membuat mayonaise ala sanco. Mayonaise biasa dibuat dengan minyak zaitu yang harganya relatif mahal, namun sunco dengan segala keunggulannya terutama kekentalan menyerupai air dan tidak serik ditenggorokan dapat digunakan sebagai bahan dasar mayonaise yang lebih ekonomis. Dan masih banyak lagi resep sehat Sunco disini.

Sebelum menutup artikel ini, saya ingin sedikit bercerita. Saya menyelesaikan pendidikan sarjana setelah menulis skripsi tentang obesitas yang dapat menyebabkan adanya sumbatan pada pembuluh darah jantung atau dikenal dengan jantung koroner. Penyakit ini sedikit banyak diakibatkan oleh kesalahan pemilihan makanan dan bahan pangan yang digunakan di rumah. dan penyakit ini biasanya tidak di deteksi pada awal penyakit namun setelah penyakit berjalan cukup parah. Jadi mulai sekarang ayo hidup sehat, pilih bahan pangan yang baik untuk di rumah, dan banyak berolahraga.
Sunco minyak goreng baik dikit nempel di makanan merupakan salah satu pilihan bahan pangan yang baik untuk kesehatan. 
 
Mau tau lebih banyak tentang Minyak Goreng Sunco:
Website:
www.minyakgorengsunco.com
www.resepsehat.com
#Dikit nempel #Minyak Goreng Baik

Jumat, 18 November 2016

Mahasiswa dan Literasi Keuangan

Siapa yang tak kenal JK Rowling?
Sumber: pottermore.com
Sekalipun kamu seorang muggle, saya percaya kamu pasti mengenal seorang yang berhasil membawa seluruh dunia untuk masuk ke dalam sebuah dunia sihir. Saya tidak tau apakah Rowling seorang penyihir, muggle, berdarah campuran, atau mungkin dia seorang squib. Tapi seluruh dunia tau bahwa JK Rowling adalah seseorang yang memulai karir dari nol hingga saat ini menjadi seorang milyader. Saya pernah membaca artikel yang berjudul 4 pelajaran keuangan dari penulis Harry Potter dan saya sangat takjub seorang novelis milyader mempunyai mindset yang menarik terkait pengelolaan keuangan. Saya mengutip 4 pelajaran keuangan dari JK Rowling yaitu (Sumber: disini) bersiap untuk yang terburuk, bawa uang tunai, meminta bantuan profesional, dan menabung untuk pensiun.

Minggu, 06 November 2016

Festival Jajanan dan Makanan Pesisir Karimun Jawa

Amir Hasan merupakan putra Sunan Kudus yang diusir karena melalaikan tugas untuk memimpin pesantren ketika ayahnya ditugaskan mengantarkan jemaah haji ke Mekkah dan Madinah. Kemudian Amir Hasan berguru pada Sunan Muria. Setelah ilmu agamanya dirasa cukup, Amir Hasan dikirim oleh Sunan Kudus dan Sunan Muria untuk menyebarkan agama islam ke daerah baru. Amir Hasan dan dua orang santri berangkat ke utara laut jawa dan setelah tiba di kawasan baru beliau meminta kedua santri tersebut menyampaikan kabar tersebut kepada Sunan Kudus dan Sunan Muria. Sunan Kudus dan Sunan Muria bahagia menerima kabar tersebut dan mengirimkan hadiah berupa mustaka (pucuk mesjid), pecel lele, pepes siput, satu buah nangka besar, dan seunting padi. Namun pecel lele dan pepesan siput dibuang oleh Amir Hasan ke kali kecil di dekatnya sambil berkata "Siapa tahu lele dan siput tersebut akan menjadi sumber kehidupan anak cucu kita di tanah yang baru". Saat ini daerah tersebut diberi nama Legon Lele dan terdapat lele tanpa patil yang hidup di air payau. Konon katanya, lele tanpa patil di Karimun Jawa ada karena Amir Hasan membuang pecel lele yang sudah di masak dan dibuang patilnya ke dalam kali.
Sangat disayangkan, saya tidak sempat mencicipi masakan lele yang konon merupakan biakan dari pecel lele hadiah untuk Amir Hasan dari dua sunan terbesar di pulau jawa. Namun, saya termasuk orang yang beruntung karena berkunjung ke kepulauan Karimun Jawa saat dilaksanakan Festival Jajanan dan Makanan Pesisir. Karimun jawa merupakan kepulauan di utara pulau jawa yang namanya bermakna samar-samar terlihat dari pulau jawa. Selain itu, karimun jawa juga memiliki makna yang mulia di laut jawa. Tak hanya tujuan mulia Amir Hasan untuk menyebarkan agama islam di daerah baru tersebut, namun Karimun Jawa juga memiliki kemuliaan untuk kekayaan biota lautnya.

Senin, 31 Oktober 2016

Jakarta Night Journey, Wisata Menjelajah Waktu

Beberapa hari setelah perayaan proklamasi kemerdekaan Indonesia yang ke-9 dibentuk panitia yang akan mempersiapkan sebuah monumen yang merupakan karya budaya setinggi-tingginya, menggambarkan kalbu dan keluhuran  budaya Indonesia, menunjukkan kepribadian bangsa Indonesia, serta menimbulkan semangat kepahlawanan. Pembangunan monas dikelola oleh Tim Yuri yang dipimpin langsung oleh presiden Soekarno. Awalnya, tim Yuri melakukan sayembara untuk design monas tapi tidak menemukan karya yang menggambarkan harapan pendirian monas. Presiden Soekarno lalu menunjuk Soedarsono dan Frederick Silaban untuk membuat design monumen yang sesuai harapan tim Yuri. Kemudian dipilih design dari Soedarsono yang mengandung makna Lingga dan Yoni yang menggambarkan kehidupan abadi, Lingga dan Yoni yang serupa dengan Alu dan Lumpang yang menggambarkan tradisi masyarakat Indonesia, dan sebuah monumen yang menjulang ke langit dengan lidah api yang menggambarkan semangat kebangsaan diatasnya.
Jika bisa memilih saya ingin diajak berwisata menjelajahi waktu tapi itu tidak mungkin. Mungkin ide gila menjelajahi waktu yang mendorong pembangunan banyak museum di berbagai penjuru dunia. Hari sabtu 22 Oktober 2016 lalu, saya diajak berwisata menjelajahi waktu bersama Indonesia Corners yang disponsori oleh Asus Indonesia. Kami mengunjungi Balai Kota dan Jakarta Smart City, Kawasan Kota Tua dengan Bus City Tour Jakarta, dan menikmati angin malam di puncak Monumen Nasional.
Teras Balai Kota DKI Jakarta (Foto: Bandung Diary)

Minggu, 09 Oktober 2016

Last Jurnal

Menjadi dokter hewan tinggal selangkah lagi tapi menjadi seorang blogger butuh perjuangan yang lebih besar. Beberapa tahun yang lalu, saya membaca sebuah novel dan terinspirasi untuk memberi nomor urut pada setiap artikel yang saya tulis. Positifnya, saya tidak bisa menghapus satu tulisan ketika tidak lagi dibutuhkan atau dapat merugikan karena akan pasti akan ketahuan. Tapi negatifnya, judul artikel jadi kepanjangan. Selain itu, salah satu artikel yang saya tulis tentang kesan operasi pertama yang saya lakukan mendapat viewer terbanyak dan sering kali saya diprotes oleh adik kelas yang nyasar ketika mencari literatur laparotomi untuk laporan mereka.
Cita-cita saya adalah seorang penyampai berita tentang konservasi, mengajak masyarakat lebih mengenal dan mencintai satwa liar. 
Saya bukan orang yang hebat ataupun memiliki kekuasaan untuk mengurangi tindakan eksploitasi terhadap lingkungan dan satwa liar karena itulah saya ingin menjadi seorang yang sering membagi sedikit ilmu yang saya miliki. Saat sidang sarjana dua tahun yang lalu, dosen pembimbing skripsi saya bertanya "Kamu mau jadi apa setelah lulus? Kamu suka menulis kan?". Jawaban saya saat itu adalah "Saya suka menulis blog pak dan tidak mampu untuk tulisan ilmiah karena saya bukan orang cerdas dan telaten yang sering melakukan penelitian dan menuliskan sebuah jurnal ilmiah. Dan setelah lulus saya ingin menjadi blogger yang berbagi tentang konservasi satwa liar.".
Semoga sejak saat ini saya bisa tetap konsisten dalam menulis dan berbagi minat tentang satwa liar di halaman ini.
Postingan ini bukan tulisan terakhir yang saya tulis disini, tapi merupakan tulisan terakhir dengan membawa kata jurnal dalam judulnya. 

Kamis, 06 Oktober 2016

Jurnal 111, Save Orang Utan

~Jika boleh jujur, waktu terbaik untuk melestarikan orang utan adalah 20 tahun silam. Namun, waktu terbaik berikutnya adalah sekarang, mulai detik ini~
Saya sangat menyukai kalimat yang dijadikan clossing untuk pengumuman lomba blog Save Orang Utan yang dilaksanakan oleh Phinemo bekerja sama dengan Be Borneo Tour. Ketika mendengar kata orang utan, yang saya pikirkan adalah masa depan. Sejak menjadi mahasiswa kedokteran hewan dan bergabung dalam himpunan minat satwa liar, saya selalu membayangkan bekerja di hutan Borneo dan membantu pelestarian orang utan.
Orang utan merupakan satu dari empat jenis kera besar yang hidup di dunia. Orang utan merupakan satwa endemik dari Andalas dan Borneo. Orang utan terbagi menjadi dua spesies yaitu Pongo pygmaeus (Orang Utan Kalimantan) dan Pongo abelii (Orang Utan Sumatera). Orang utan merupakan spesies yang terancam punah berdasarkan klasifikasi yang ditetapkan oleh World Conservation Union dalam IUCN Red List 2007. Status perdagangan dan pemanfaatan orang utan yang diatur oleh Convention on International Trade in Endangered Species of Wild Flora and Fauna (CITES) termasuk dalam kategori Appendix 1 yaitu daftar seluruh spesies tumbuhan dan satwa liar yang dilarang dalam segala bentuk perdagangan internasional. 
~Lalu, apa manfaat dan mudarat keberadaan orang utan dalam ekosistem sehingga perlu diatur dalam dua aturan internasional?~
Saat masih duduk di bangku SMA saya akan menjawab, orang utan perlu dipertahankan agar tidak punah agar mereka tetap lestari dan dapat dilihat oleh anak cucu kita kelak. Ratusan atau ribuan tahun kelak, anak-anak tetap bisa melihat orang utan di kebun binatang atau kebetulan bertemu di hutan bukan hanya menonton dalam film sains fiction yang berjudul Jurrasic Park. Setelah belajar, berdiskusi, dan membaca literatur, saya semakin sadar keberadaan orang utan di hutan Andalas dan hutan Borneo bukan hanya sebatas koleksi yang perlu dipertahankan keberadaanya. Orang utan merupakan bagian dari ekosistem dan mereka mengenggam kelestarian ekosistem yang ada di hutan.
Orang utan merupakan satwa arboreal yang hidup diatas pohon. Selama kehidupanya, orang utan akan makan, beraktivitas, dan selama proses tersebut mereka juga menyebarkan bibit tanaman di hutan. Populasi orang utan terus berkurang secara signifikan. Kondisi ini diakibatkan oleh hilangnya habitat, pembalakan liar, kebakaran hutan, perburuan, dan perdagangan orang utan untuk dijadikan pet animal.
Kita mungkin bukan orang yang memiliki kekuasaan seperti pemerintah yang mampu mengeluarkan aturan dan keputusan untuk perlindungan orang utan. Kita juga belum tentu memiliki kemampuan materil untuk membantu NGO dalam bidang konservasi orang utan. Dan, tidak semua dari kita memiliki waktu dan kesempatan untuk turun langsung ke lokasi untuk menyelamatkan orang utan yang menjadi korban keserakahan manusia. Namun, kita semua memiliki media yang tak terbatas untuk melakukan kampanye perlindungan dan penyelamatan orang utan.
~Tri Hita Karana
Good relationship with almighty god
Good relationship with human
Good relationship withenvironment
Orang utan merupakan satwa liar endemik Indonesia yang perlu dilindungi oleh semua kalangan. Orang utan merupakan salah satu agen yang akan mempertahankan keberadaan hutan Indonesia yang katanya paru-paru dunia. Orang utan bukan pet animal, mereka adalah satwa liar yang lebih bahagia hidup bersama kelompoknya dalam hutan Borneo. Cerita perjalanan terbaik bagi seekor orang utan adalah hidup bersama kelompoknya bermain, berkelahi, dan secara tidak langsung menebar bibit di penjuru hutan.
Cara terbaik untuk pelestarian orang utan adalah tidak pernah merusak habitat mereka dan tak pernah membawa mereka keluar dari habitatnya. Akibat keserakahan manusia banyak orang utan menjadi korban sehingga perlu dibentuk konservasi orang utan di luar habitat alaminya. Salah satu kawasan perlindungan orang utan di Kalimantan terdapat di Taman Nasional Tanjung Puting. Pusat konservasi ini diharapkan mampu melindunggi orang utan dari kepunahan.
Tak hanya Orang utan yang harus kita lindungi, ada banyak satwa liar yang hidup di Indonesia yang terancam kepunahan. Salah satu kawasan konservasi satwa liar yang penting di Borneo terdapat di Kepulauan Derawan. Kepulauan derawan penting untuk perlindungan satwa aquatik seperti penyu hijau, penyu sisik, paus, duyung, dan lumba-lumba .

Saya adalah seorang mahasiswa yang akan menjadi dokter hewan, namun cita-cita saya adalah menjadi seorang blogger konservasi. Seorang yang konsisten menulis tentang satwa liar dan pelestariannya serta mengajak orang-orang agar memiliki visi untuk melindungi satwa liar di habitatnya. Tapi hingga saat ini, cita-cita tersebut hanya sebuah tulisan ada banyak kondisi yang menghalangi saya untuk konsisten menulis. Semoga tulisan ini bisa menjadi awal bagi saya untuk menjadi blogger yang konsisten untuk berbagi tentang satwa liar.

Rabu, 29 Juni 2016

Jurnal 110, Konsultasi Kesehatan Dalam Genggaman Kamu


Konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan kolesterol telah menjadi pola hidup masyarakat secara umum. Kondisi ini meningkatkan resiko sindrom metabolik seperti obesitas. Masalah obesitas dalam 20 tahun terakhir ini telah menjadi masalah endemik masyarakat perkotaan. Obesitas ditandai dengan peningkatan bobot badan (>30%) akibat penimbunan lemak tubuh yang berlebihan. Kondisi obesitas biasanya disebabkan ketidakseimbangan jumlah kalori konsumsi dibandingkan dengan Dewasa ini jumlah kalori yang dibakar. Obesitas merupakan faktor utama perkembangan penyakit kronis, seperti penyakit kardiovaskular, aterosklerosis, osteoarthritis, dan penyakit lainnya. Kondisi kardio-obesitas dapat berakhir dengan kematian. (Iseng ngutip paragraf pertama dari skripsi saya)
Pola konsumsi masyarakat saat ini sangat dekat dengan fast food dan makanan berkalori tinggi lainnya. Kondisi ini menyebabkan tingginya kasus penyakit metabolisme. Penyakit metabolisme umumnya sangat terkait dengan pola makan dan gaya hidup. Penyakit metabolisme bukanlah penyakit infeksius yang dapat menyebar dan menjadi wabah, serta menyebabkan angka kematian yang tinggi ataupun kerugian ekonomi. Namun, penyakit metabolisme dapat dicegah apabila masyarakat dapat menerapkan pola hidup yang sehat dan melakukan tindakan preventif sehingga terhindar dari sakit dan penyakit. Tindakan preventif merupakan usaha yang dilakukan untuk mencegah terjadinya penyakit. Dalam perkuliahan terutama terkait kesehatan satwa liar, Preventif merupakan program utama dalam manajemen kesehatan satwa. 

Umumnya, kita akan datang ke dokter ketika sakit dan membutuhkan terapi ataupun pengobatan. Namun, bukankah lebih baik ketika kita melakukan tindakan preventif sehingga tidak sakit. Tindakan preventif akan menghasilkan peningkatan kualitas kesehatan individu maupun masyarakat. Dalam beberapa artikel yang saya baca terkait tindakan preventif dalam kesehatan masyarakat berhubungan dengan penyuluhan dan konsultasi. Kedua hal tersebut apabila diaplikasikan dengan baik akan mewujudkan kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik. Namun prakteknya sulit, Mengapa? Karena kesibukan, jarak, dan waktu menjadi jurang pemisah antara masyarakat dan tenaga kesehatan. Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dibutuhkan sebuah inovasi yang bisa memudahkan masyarakat dan tenaga kesehatan untuk mewujudkan kehidupan yang lebih sehat.




Mereka merupakan 3 orang anak bangsa yang berinisiatif untuk mengembangkan teknologi dan informatika sebagai jembatan penghubung antara tenaga kesehatan dan masyarakat. Shinta Nurfauzia bersama dua rekannya Johannes dan Ronald bekerja sama membangun sebuah health marketplace  yang menghubungkan masyarakat dengan penyedia produk dan jasa kesehatan seperti dokter, klinik, rumah sakit, dan laboratorium. Health marketplace ini dikenal dengan nama Konsula. Sejak diluncurkan pada akhir tahun 2015 lalu, Konsula telah bekerja sama dengan 2371 dokter dan 940 klinik di Indonesia. Jasa yang disediakan berupa konsultasi kesehatan online melalui fitur chat dengan dokter, telepon dengan dokter, cari dan buat janji dokter, serta fitur terbaru konsula berupa E-Store
 
Konsula merepakan helath marketplace terlengkap di Indonesia. Konsula telah menambahkan fitur E-Store untuk memudahkan pengguna menemukan paket kesehatan dan kecantikan terbaik dengan harga yang lebih murah. Fitur E-Store sangat mudah digunakan, pengguna dapat membeli paket hanya dalam satu kali klik dan mendapat elektronik voucher dalam aplikasi yang berguna sebagai alat pembayaran pelayanan kesehatan pada mitra Konsula yang bersangkutan.

Nah.... Tunggu apa lagi?? Kamu bisa mendownload aplikasi Konsula langsung di handphone kamu dan dapatkan kesempatan berkonsultasi dengan dokter-dokter terbaik dibidangnya. Tidak perlu ada keraguan terkait kualitas dan kinerja dokter-dokter yang bergabung dalam konsula. Karena konsula bekerja sama dengan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk memverifikasi setiap data calon dokter yang akan bergabung. Selain itu, sudah ada 20 dokter yang siap menjawab keluhan kamu ketika menggunakan fitur chat dengan dokter.

So,  Adakah aplikasi Konsula dalam smartphone kamu? 

Saya sudah mencoba menggunakan fasilitas chat dengan Dokter dan hasilnya keren. Prinsipnya sama saja ketika kamu datang ke dokter. Dokter akan menanyakan keluhan yang kamu hadapi dan anamnesa (sejarah keluhan,  gaya hidup, dan penyakit yang pernah kamu alami sebelumnya). Lalu apakah ada tindakan lanjut?  Tentu saja ada,  kamu bisa memilih fitur Telepon dengan dokter dan dokter dari Konsula akan menghubungi kamu. Setiap pengguna mendapat kesempatan 15 menit konsultasi setiap menggunakan fitur ini. Jika keluhan kamu membutuhkan terapi atau pengobatan lanjutan,  kamu akan mendapat informasi terkait pemeriksaan yang harus dilakukan. Melalui aplikasi yang sama,  kamu bisa memilih rumah sakit dan dokter sesuai pilihan kamu disertai informasi terkait biaya pengobatan. 
 
Pertanyaan yang singgah di benak kamu saat ini pasti,  Berapa biaya yang harus dibayar untuk layanan ini?  Hingga beberapa minggu ke depan kamu bisa menikmati layanan ini secara GRATIS. So,  tunggu apa lagi??? Mumpung lagi ada promosi.
Nah... ini halaman depan aplikasi Konsula dan kode promosi yang bisa kamu pake


Ketiga co-faunder Konsula adalah orang yang luar biasa dengan sebuah ide cerdas yang memudahkan masyarakat Indonesia untuk mendapat jasa konsultasi kesehatan. Aplikasi inipun turut berperan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya tindakan preventif dalam mewujudkan kesehatan masyarakat. Ngomong-ngomong soal kesehatan masyarakat, saya sangat senang konsula menyajikan kesehatan masyarakat secara utuh dengan mengikutsertakan peran dokter hewan. Kesehatan masyarakat bukan hanya kesehatan manusia tapi juga melibatkan kesehatan hewan dan lingkungan. Melalui Konsula kamu bisa mendapat informasi tentang dokter hewan dan klinik terdekat untuk mendapatkan layanan terbaik bagi hewan kesayangan kamu.


Ketiga co-founder Konsula dengan perwakilan dokter yang melayani chat dengan dokter. Mungkin suatu hari nanti aku ada disana dan ada fitur konsultasi kesehatan hewan kesayangan di Konsula.